Mahasiswa Ajak Masyarakat Aceh Tak Pilih Caleg Mantan Narapidana Koruptor

Redaksi Bara News

- Author

Jumat, 1 Desember 2023 - 07:57 WIB

50546 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Memilih perwakilan rakyat mulai dari tingkat DPRK, DPRA, DPD bahkan DPR RI pada Pemilu 14 Februari 2024 akan menjadi penentu nasib rakyat selama lima tahun berikutnya. Jika rakyat memilih yang punya track record kepedulian, komitmen terhadap persoalan kerakyatan dan dapat dipercaya tentunya akan menghadirkan kebaikan kepada rakyat. Namun, jika rakyat malah tertipu oleh bahasa manis caleg apalagi memilih caleg dengan track record mantan narapidana korupsi maka tentu dampaknya juga akan dirasakan kembali oleh rakyat sebagai pemilik suara.

“Kita mengajak semua rakyat Aceh untuk tidak memilih caleg dengan track record mantan narapidana korupsi baik itu ditingkatan DPRK, DPRA maupun DPR RI. Namanya saja wakil rakyat yang terhormat. Jadi yang duduk itu harus orang yang terhormat dan punya integritas dan kapabilitas. Jadi para mantan koruptor ini tidak layak untuk di pilih,” ungkap Ketua DPW Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (Alamp Aksi) Provinsi Aceh, Mahmud Padang, Jumat 01 Desember 2024.

Meskipun ada aturan perundang-undangan yang memberi ruang atau karpet merah bagi mantan koruptor untuk nyaleg, namun apapun alasannya mereka tidak layak untuk di pilih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bukan persoalan caleg itu bertobat atau katakanlah kalimat tidak layak ini ditafsirkan sebagai sesuatu yang menghalang-halangi hasrat politik seseorang. Bukan juga soal diberi karpet merah atau tidak. Ini masalah moral, adab, dan integritas. Masalah sudah bertobat atau tidak itu masalah dia dengan Tuhan, namun catatan hitam pernah merampas uang rakyat berkemungkinan akan terus dilakukan ketika diberikan amanah dan kesempatan,” ujarnya.

Baca Juga :  YARA: Larangan Bank Konvensional di Aceh Melanggar Konstitusi

Di satu sisi, kata Mahmud, kita mengedepankan etika politik. Dalam berpolitik itu kan ada yang namanya elektabilitas, integritas, kapabilitas seseorang. Bagaimana logikanya kalau mantan maling ini menjadi wakil rakyat. “Sekali lagi ini menyangkut etika atau adab. Kesimpulannya mereka ini tidak layak dipilih dan duduk sebagai wakil rakyat,” tambahnya.

Memang, para narapidana kasus korupsi ini dapat mendaftar sebagai caleg sebab pada Undang-Undang (UU) No.7 Tahun 2017 Pasal 240 (1) huruf G tentang Pemilihan Umum (Pemilu) disebutkan, tidak ada larangan khusus bagi mantan narapidana kasus korupsi untuk mendaftar. “Pada poin ini dijelaskan bahwa calon tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara lima tahun atau lebih. Kecuali secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik bahwa yang bersangkutan adalah mantan terpidana,” paparnya.

Namun, apapun itu kita berharap rakyat Aceh tak memilih mantan maling uang negara untuk menjadi wakilnya. “Rakyat harus cerdas. Jangan memilih hanya karena fanatik terhadap partai. Lihatlah rekam jejak dari calon pemimpin yang ingin dipilih. Karena kedaulatan tertinggi ada d itangan rakyat, maka rakyat harusnya bisa memilih pemimpin yang baik dan berintegritas. Jika rakyat cerdas, maka para mantan narapidana korupsi ini tidak akan terpilih,”tegasnya.

Baca Juga :  Kapolda dan Wakapolda Aceh Hadiri Penutupan Expo Semarak Kemerdekaan

Tak sebatas itu, mahasiswa juga mengajak masyarakat tidak memilih partai yang mengusung dan memberi karpet merah kepada mantan koruptor sebagai caleg.

Dia menilai komitmen antikorupsi parpol yang masih mengusung eks koruptor sebagai caleg hanyalah “manis di lidah”. “Parpol yang masih ngotot mengusung caleg mantan napi korupsi, berarti partai tersebut tidak punya komitmen bersih-bersih. Mereka hanya menjadikan antikorupsi sebagai tagline politik saja dan tanpa implementasi,” lanjutnya.

Menurutnya, Pemilu kali ini adalah kesempatan rakyat Aceh khususnya menghukum para mantan koruptor dengan tidak memilihnya. “Ayo kita tunjukkan kita adalah masyarakat Aceh yang memiliki marwah, cerdas dan tidak membiarkan mantan maling mewakili kita sebagai rakyat. Tentunya dengan cara tidak memilih mantan narapidana pidana korupsi sebagai anggota DPR di berbagai tingkatan,” imbaunya.

Tak hanya itu, Mahmud juga mengingatkan agar masyarakat tak tertipu dengan pemberian caleg yang bersumber dari uang negara seperti dari APBA, APBK, APBN atau bahkan CSR BUMN. “Itu memang sudah haknya rakyat, bahkan seharusnya hak rakyat itu lebih namun diberi sebagian untuk pencitraan agar dipilih. Dalam hal ini caleg-caleg yang punya kewenangan tertentu menggunakan fasilitas dari negara ini untuk kepentingan pribadinya. Caleg-caleg yang menggunakan sumbangan dari uang negara untuk kepentingan pencitraan pribadinya ini juga bagian dari memanfaatkan kekuasaannya untuk membohongi rakyat. Jadi rakyat juga harus cermat, yang mana sumbangan karena kemurahan hati dari pribadi dan yang mana sumbangan yang sumber uangnya juga dari uang rakyat,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Para Pelapor Pastikan Kasus Penggelembungan Suara DPD di Pidie Akan Dibawa ke DKPP
Hari Kedua Idulfitri, 1.157 Kendaraan Pemudik Gunakan Tol Sibanceh
FAB : Masyarakat Hati-Hati Kasih KTP Bisa Untuk Pinjaman Online
Antisipasi Banjir dan Longsor, BPBD se-Aceh Diminta Aktifkan Posko Siaga Bencana
Aminullah Usman Walikota Idaman Masyarakat Kota Banda Aceh
Jajaran Polda Aceh Gelar Mudik Gratis bagi Masyarakat, Dirlantas: Mudah-mudahan Bermanfaat
Penyidik Polda Aceh Rampungkan Kasus Korupsi RS Regional Aceh Tengah
Panglima Laot Aceh: Penyelundup Rohingya hanya Berkedok Nelayan

Berita Terkait

Kamis, 11 April 2024 - 02:06 WIB

Hakikat Idul Fitri: Memaafkan dan Menerima Maaf

Senin, 8 April 2024 - 00:43 WIB

Idul Fitri 1445 H, Aceh Besar Publis 75 Khatib Shalat Id

Minggu, 7 April 2024 - 15:28 WIB

Pangdam IM Menghadiri Acara Pelaksanaan Gerakan Tanam di Aceh Besar

Senin, 1 April 2024 - 01:04 WIB

SD IT Cendekia Darussalam Adakan buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Minggu, 31 Maret 2024 - 08:41 WIB

Jaksa: Tiga terdakwa penyeludup Rohingya ke Aceh terancam maksimum 15 tahun penjara

Jumat, 29 Maret 2024 - 02:25 WIB

Jumat Akhir Maret, 96 Khatib se Aceh Besar

Kamis, 14 Maret 2024 - 19:17 WIB

Awal Ramadhan, inilah 70 Khatib Jumat se Aceh Besar

Kamis, 14 Maret 2024 - 15:48 WIB

Program Light Up The Dream PLN Nyalakan Sambung Baru Listrik 201 Keluarga Tidak Mampu di Aceh

Berita Terbaru

NASIONAL

TNI-Polri Buru Kelompok OPM Penembak Danramil Aradide

Jumat, 12 Apr 2024 - 23:11 WIB

NASIONAL

Polri Ungkap Penyebab Kecelakaan Maut di Tol Japek KM 58

Jumat, 12 Apr 2024 - 23:07 WIB