oleh

Mahasiswa Aceh Adakan Diskusi Publik Berbasis Online

BANDA ACEH, BARANEWSACEH.CO  – Maraknya penyebaran wabah Virus Corona (Covid-19) di hampir seluruh belahan dunia membuat banyak orang harus menjaga jarak atau yang lebih dikenal sebagai Social Distancing. Tak terkecuali di Indonesia, hal tersebut menjadi kewajiban yang harus dilakukan untuk menghindari penyebaran Covid-19 melalui kontak fisik antar sesama.

Provinsi Aceh menjadi salah satu daerah yang terkena dampak Covid-19. Sampai berita ini dinaikkan, korban positif Covid-19 di Aceh sudah tidak ada lagi. Namun, kini masyarakat tetap harus selalu waspada dan menjaga jarak agar terhindar dari penyebaran Covid-19 yang tidak bisa diprediksi.

Dengan adanya pembatasan sosial, tentunya bagi mahasiswa diharuskan untuk berkuliah online setiap harinya dan tentunya suasana akan berbeda dengan biasanya. Jika biasanya belajar, mengikuti seminar dan diskusi melalui tatap muka secara langsung di ruangan kelas maupun di aula kampus, namun sekarang hal tersebut tidak bisa dilakukan lagi mengingat setiap orang haruslah menjaga jarak atau dibatasi dalam melakukan sebuah kegiatan.

Mahasiswa Aceh, Sulthan Alfaraby, mengatakan bahwa cara untuk mendapatkan ilmu di kampus dibandingkan dengan sistem online memang berbeda. Hal ini tentunya akan banyak hal yang berubah. Misalnya, kemampuan pikiran setiap mahasiswa mungkin berbeda satu sama lain dalam menyerap ilmu yang didapatkan di perkuliahan, diskusi, maupun seminar online, dibandingkan mendapatkan ilmu secara face to face di ruangan secara langsung, Jumat (17/04/2020).

“Sistem pembelajaran online memang harus kita lakukan, mengingat ini sedang ada bencana kemanusiaan. Tapi perlu dimaklumi, mungkin kemampuan pikiran kita dalam menyerap ilmu di perkuliahan, diskusi maupun seminar online akan berbeda dibandingkan dengan kontak pembelajaran secara langsung atau face to face di ruangan” ujar mahasiswa UIN Ar-Raniry tersebut.

Selain itu, pihaknya mempunyai solusi agar mahasiswa Aceh tetap bisa menikmati ilmu di tengah pembatasan sosial yang saat ini dilakukan sebagai dampak dari Covid-19 yang melanda tanah air, yaitu dengan mengadakan Program Diskusi Online secara rutin setiap minggunya. Hal ini tentu saja digratiskan dan pihaknya juga mengundang narasumber yang berkompeten dan tema diskusi yang menarik.

“Kami dari mahasiswa, juga terus berupaya merawat kewarasan. Maksudnya apa? maksudnya adalah kita jangan mau diam dan menerima kuliah online semata secara mentah-mentah. Minimal, disaat keadaan sekarang ini kita harus memperbanyak mengikuti diskusi, seminar dan forum pembelajaran lainnya agar semangat belajar kita tetap hidup. Ini kan cita-cita kita, yaitu mencerdaskan anak bangsa. Janganlah kita hanya terpaku mendapatkan ilmu dengan kuliah online semata, masih banyak celah lainnya. Kalau masalah kuota internet dan keterbatasan jaringan, saya serahkan kepada pemangku jabatan agar hal ini (kuota dan jaringan) bisa direalisasikan agar kegiatan belajar berjalan lancar. Mengingat juga, dampak Covid-19 ini belum bisa diprediksi kapan akan berakhir”, tambahnya.

Selain itu, beliau mengatakan bahwa kegiatan diskusi dan seminar online merupakan hal yang bagus dilakukan, mengingat banyaknya platform media sosial yang bertebaran di internet dan menunjang pembelajaran mahasiswa pada kondisi sekarang ini.

“Tak bisa saya sebutkan merek atau namanya, yang pasti banyak platform media sosial yang mendukung kita untuk mengadakan diskusi maupun seminar online. Kawan-kawan bisa telusuri dan saya harap kegiatan online ini gencar dilakukan, mengingat sekarang ini kita mengalami keterbatasan dalam berinterasi seperti biasanya”, tutupnya. (HS)

News Feed