oleh

M. Zubir : Pernyataan Keuchik Desa Lueng Peut Bertolak Belakang Dengan Fakta.

 

 

Aceh Timur, Baranews.B- Beberapaalasan Keuchik Desa Lueng Peut, Zulkifli yang menjadi dasar pemberhentian Kedua perangkat Desa sangat bertolak berlakang dengan fakta yang sebenar nya “seharus nya Keuchik berbicara jujur tidak berbohong didepan, kata M.Zubir dan Hidayat menanggapi pernyataan Keuchik Zulkifli alias Toke Peuli yang dimuat di portal berita online Acehpoe 24/11 lalu.

Kami perlu menanggapi pernyataan Keuchik Zulkifli, karena apa yang disampaikan tidak sesuai dengan fakta, sejak terpilih sebagai Keuchik semua perangkat patuh dan menjalan tugas sesuai kewajiban, karena sebelum Zulkifli terpilih Keuchik, kami semua perangkat desa yang diangkat masa periode Keuchik Amrizal tidak ada persoalan, selanjutnya saat Pak Rajudin selama setahun menjabat sebagai Plt Keuchik juga tidak ada persoalan, kami bekerja sangat kompak dan pelayanan terhadap masyarakat berjalan lancar termasuk dalam pelaksanaan kegiatan dana desa.

Mungkin yang dimaksud Keuchik Peuli tidak patuh kepada pemimpin terkait dalam rapat dulu terjadi beda pendapat dengan kami karena tidak setuju keinginan Keuchik untuk melaksanakan pekerja fisik rehab jalan, karena yang kami tau Pemerintah Pusat dan Daerah untuk melanjutkan BLT (Bantuan Langsung Tunai) sampai bulan desember, jika rehab jalan dikerjakan nanti tidak ada uang lagi untuk BLT, Jelas Hidayat.

Selanjutnya terkait ucapan Keuchik Peuli bahwa dalam pemilihan Imum Gampong tanpa sepengetahuan dirinya, padahal yang perintahkan untuk membuat pengumuman kepada masyarakat dari Keuchik sendiri, jika tidak percaya tanyakan saja kepada Ketua Tuha Peut Gampong, ujar Hidayat.

Sementara Zubir menilai sikap Keuchik Zulkifli terlalu baper dan songong, sehingga perbedaan pendapat dianggap tidak patuh kepada nya, termasuk dalam hal penolakan perintah Keuchik dalam pengukuran tanah tidak perlu melibatkan wali tanah, jelas kami tak mau bermasalah dikemudian hari sebab yang menjadi sasaran utama adalah yang melakukan pengukuran, tandasnya.

Sementara Ketua TPG, Shalahuddin saat dikonfirmasi media ini mempertanyakan apakah benar keuchik tidak mengetahui atau tidak dilibatkan saat Pemilihan Imum Gampong, sehingga Keuchik merasa tidak dihargai karena bukan warga asli Desa Lueng Peut ” Kon asoe lhok”

Tidak benar jika Keuchik tidak tau, karena dia sendiri yang memerintahkan pemilihan imum gampong dan pada saat pemilihan juga ikut hadir, bahkan saat pelantikan Imun dua malam yang lalu keuchik juga hadir, jelas Shalahuddin.

Ketika disinggung soal pemecatan dua perangkat Desa, diri nya mengetahui dari Kadus dan kaur yang sudah diberhentikan saat menjumpai dengan saya melaporkan nya.

Selanjutnya saya menghadap Camat Madat, dalam penjelasan Camat pemberhentian terswbut tidak sah sebelum ada Surat peringatan selama 3 kali, tidak bisa diberhentikan, harus dilakukan pembinaan dulu, kata Shalahuddin menirukan ucapan Camat.(Tim)

News Feed