oleh

Luapan Air bah Terjang Jembatan Tangak Daerah Pecampuren Tensaran Bidin

 

 

Bener Meriah Baranewsaceh.co |  Intensitas curah hujan yang cukup tinggi dalam sepekan di kabupaten Bener Meriah telah mengakibatkan terjadinya peristiwa alam berupa longsor dan luapan banjir, dan air bah.

Seperti halnya luapan air bah di sepanjang aliran sungai Bidin pencampuren telah mengikis sisi sebuah jembatan yang berada di daerah Tangani perbatasan antara desa Tingkem dan desa Tensaran Bidin. Kondisinya jalan dan jembatan amblas sehingga tidak dapat di lalui oleh masyarakat setempat. Senin (08/11)

Mursid (49) salah seorang masyarakat yang memiliki lahan perkebunan di seputaran Pencampuren Kepada media ini mengatakan. Sepanjang rute simpang pepedang ke RSU Muyang Kute banyak titik badan jalan yang amblas akibat derasnya debit air dari pegunungan yang turun menerpa badan jalan.

Berdasarkan penuturannya titik paling parah di terjang air bah adalah jembatan Tangak. Ia berharap pemerintah dapat membangun sebuah jembatan alternatif berupa jembatan gantung, agar akses masyarakat kecamatan Bandar menuju daerah Tangak, Atu Mendulang dan Samarena tidak terhambat ketika musim hujan tiba. Menurutnya saat ini masyarakat harus memutar perjalanan dari Belang Jorong mangku menuju pepedang dan harus melewati jembatan Payung dengan jarak tempuh sejauh 8 Km. Ucapnya.

Sementara itu Kakak BPBD Bener Meriah Sapriadi saat di konfirmasi media ini di kantor BPBD terus bekerja ekstra karena banyaknya titik bencana yang terjadi dalam waktu bersamaan.

Berdasarkan penuturannya dalam waktu yang bersamaan ada 9 Titik bencana yang terjadi dalam di kabupaten Bener Meriah diantaranya. Jematan Suka rame, jembatan gantung Pantangan, banjir rumah warga di Tingkem Asli dan Tingkem Bersatu, Das kroung Peusangan di desa Jamur Ujung, longsor di pilar jaya, dan gorong gorong jebol di Tingkem Bersatu, dan jembatan Tangak. Ungkapnya.

Untuk itu Sapriadi meminta masyarakat agar dapat bersabar mengingat keterbatasan alat berat yang kita miliki. Selain itu banyaknya titik bencana di sejumlah tempat dan sebagian harus menjadi skala prioritas dalam hal penanganannya. Pungkasnya. (Dani)

News Feed