oleh

LSM TOPAN RI Pertanyakan Penyerapan Anggaran 1 RKB TPA di Desa Penampaan Uken

WhatsApp Image 2019-12-07 at 18.54.25
WhatsApp Image 2019-12-07 at 18.54.30
WhatsApp Image 2019-12-07 at 18.54.35(1)
WhatsApp Image 2019-12-07 at 18.54.26
WhatsApp Image 2019-12-07 at 18.54.33
WhatsApp Image 2019-12-07 at 18.54.34
WhatsApp Image 2019-12-07 at 18.54.33(1)
WhatsApp Image 2019-12-07 at 18.54.27
WhatsApp Image 2019-12-07 at 18.54.32
WhatsApp Image 2019-12-07 at 18.54.35(2)
WhatsApp Image 2019-12-07 at 18.54.35
WhatsApp Image 2019-12-07 at 18.54.38(1)
WhatsApp Image 2019-12-07 at 18.54.36(1)
WhatsApp Image 2019-12-07 at 18.54.38(2)
WhatsApp Image 2019-12-07 at 18.54.36
WhatsApp Image 2019-12-07 at 18.54.37(1)
WhatsApp Image 2019-12-07 at 18.54.37
WhatsApp Image 2019-12-07 at 18.54.38
WhatsApp Image 2019-12-07 at 18.54.39
WhatsApp Image 2019-12-07 at 18.54.39(1)

 

Gayo Lues, Baranewsaceh.co  – Berawal dari perbincangan masyarakat bahwasanya ada sebuah bangunan RKB Di sebuah TPA di Desa Penampaan Uken Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues  diduga bangunan tersebut bantuan dari Pemerintah Daerah, ironisnya dalam perbincangan itu bangunan tersebut tidak selesai, tetapi tahun anggaran 2019 akan segera berahir.

Saat awak media memantau sebuah bangunan yang berdiri di Desa Penampaan di Sebuah TPA ( Taman Pengajian Anak), dibangunan tersebut tidak ditemui plank Proyek pekerjaan, hingga awak media ini konfirmasi ke Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues dikarenakan adanya Taman Pengajian Anak diduga kegiatan tersebut bersumber dari Dinas Pendidikan.

Pada tahun 2019 Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues hibahkan kepada TPA Penampaan Uken Blangkejeren dengan anggaran 180 juta dari Sumber Dana DAU, untuk pembangunan 1 RKB.

Kegiatan itu terlihat tidak selesai dan para pekerja untuk mengerjakan bangunan itu sudah tidak ada lagi ditempat , hingga menjadi pertanyaan bagi awak media.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues melalui Kabid KSP ( Kabid Kelembagaan Sarana dan Prasarana) Kairul Fatah saat dikonfirmasi di Kantornya mengungkapkan”, pekerjaan pembangunan Gedung TPA Penampaan Uken dengan anggaran 170 Juta itu memang segitu cuman bangunannya didalam RAB nya juga memang pembangunannya seperti itu, sekira 80% penyelesaiannya dan selanjutnya bangunan itu dilanjutkan oleh pihak TPA”, ungkapnya.

Dengan anggaran 180 juta bangun sekira 7 x 8 meter persegi Belum selesai, berapakah anggaran semestinya dituangkan ke satu unit bangunan RKB itu hingga selesai 100%.

Sementara Norman Sembiring.M Ka Pengembangan Organisasi TOPAN RI Di Seluruh Indonesia, Saat awak media ini menyambangi diruang kerjanya menuturkan”, Seharusnya bangunan itu selesai 100 % agar dapat segera ditempati untuk ruang belajar bagi anak-anak TPA, Kenapa bangunan itu hanya sekira 80% Saja.
Jika perencanaanya belum Final atau matang untuk apa kerja dua kali hanya untuk membangun satu RKB, apakah memang harus begitu, saya rasa untuk membangun sebuah ruang gedung kelas belajar anak hanya sebatas bangunan kotak sabun, untuk apa seperti itu pembangunannya kenapa tidak sampai selesai terus dalam perencanaanya berarti hanya sebatas perencanaan yang tidak matang walaupun dana tersebut dihibahkan.

Begitu besaran anggaran saya rasa dengan 180 juta dituangkan ke sebuah bangunan sudah selesai mencapai 95% kesiapanya, kita contohkan saja ke rumah layak huni, dengan anggaran berkisar 85 juta masyarakat itu sudah terima kunci, tinggal masuk dan mungkin RKB yang di bangun ini lebih besar ukurannya dari ukuran rumah layak huni 6 x 6 meter persegi, lebih lebar maka kita prediksi saja menjadi 95 % kesiapan bangunan itu, kalo segitu saja kan sudah bisa digunakan anak untuk belajar”, pungkasnya. (J.PORANG)

 

News Feed