oleh

LPMP Aceh Apresiasi Kinerja Disdikbud Kota Subulussalam

 

SUBULUSSALAM, BARANEWSACEH.CO  – Dunia pendidikan Kota Subulussalam kembali mendapat kabar gembira dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Aceh, dimana Raport Mutu Pendidikan yang awalnya berada di peringkat 23 dari 23 Kab/Kota Se-Aceh naik keperingkat 19 tahun 2020, kembali naik ke peringkat 13 dari 23 Kab/Kota Se-Aceh di tahun 2021 ini.

Dr. Muslihuddin Ketua LPMP Aceh kepada Media ini melalui telepon seluler, Selasa (1/6/2021) menyampaikan bahwa hasil perhitungan raport mutu pendidikan Kota Subulussalam berada diposisi 13 kabupaten kota se Aceh tersebut mengacu kepada penilaian 8 standard pendidikan.

Selanjutnya kepala LPMP Aceh mengapresiasi kerja keras kepala dinas pendidika kota Subulussalam beserta jajarannya yang telah melakukan Langkah lamgkah nyata merubah perbaikan mutu pendidikan kota Subulussalam.

Perlu diketahui bahwa berdasarkan data di LPMP Aceh rapor mutu pendidikan kota Subulussalam berada diperingkat 23 kabupaten kota se Aceh pada tahun sebelumnya merangkak naik ke peringkat 19 pada tahun 2020. Kenaikan peringkat ini kami anggap luar biasa karena untuk menuju 1 peringkat saja sebenarnya sulit kalau dinas pendidikan tidak menyiapkan Langkah langkah yang strategis, bahkan data progres pelaporan tercepat pendidikan kota Subulussalam berada diperingkat 1 se Aceh. Ujarnya

Berbagai program yang sudah dirancang dinas pendidikan kota Subulussalam melalui sekolah pilot projec baik SD dan SMP harus didukung semua pihak, dan pihak LPMP Aceh siap melakukan pendampingan menyukseskan program dinas pendidikan kota Subulussalam. Tambahnya pula

Kadisdik Kota Subulussalam H. Sairun, S.Ag saat ditanyai tanggapannya terkait meningkatnya raport mutu pendidikan tersebut, pihaknya mengatakat ” itu berkat kerja keras kita semua ” sembari mengucapkan terimakasih atas apresiasi LPMP Aceh.

Saat ini dinas pendidikan kota Subulussalam sedang melakukan seleksi calon kepala dan pengawas, kedua program tersebut sangat diperlukan untuk pemenuhan meningkatkan mutu pendidikan kita yang lebih baik lagi. Tutupnya berkomentar

Terkait raport mutu pendidikan, Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Subulussalam ” Jaminuddin Berutu ” sangat mengapresiasi atas peningkatan yang drastis naik dari 23 ke 19 terus ke 13 dan itu kerja keras semua Kepsek, para guru, Dinas Pendidikan dan Stackholder Pendidikan.

Namun kondisi wabah Covid-19 ini membuat tatap muka belum efektif seperti biasa apalagi di Kota kota besar sehingga masih menggunakan daring sehingga mempengaruhi terhadap kualitas PBM, semoga Covid-19 segera berakhir. Ujarnya

Apresiasi juga datang dari Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Subulussalam ” Antoni Berampu, S.Pd., M.Pd. Beliau mengatakan Data rapor mutu sekolah jenjang SD dan SMP yang ditampilkan LPMP Aceh menunjukkan progres Mutu Pendidikan Kota Subulussalam mengalami kenaikan yang signifikan, dari indikator ketepatan waktu pengiriman rapor data keadaan setiap sekolah dan indikator mutu sekolah semakin baik.

Kita dari PGRI kota Subulussalam memberi Apresiasi kepada semua Kawan kawan kepala sekolah di Wilayah kota Subulussalam yang sudah menunjukkan performen kinerja yg baik, yang sudah barang tentu didasari fungsi pengawasan Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan kota Subulussalam yang semakin baik. Ujarnya

Tentu, peta rapor mutu yg ditampilkan LPMP Aceh ini belumlah bisa dijadikan sebagai indikator untuk mengumpulkan mutu pendidikan di Negeri Sada Kata ini sudah BAIK, lebih dalam harus kita telisik hal-hal yang lebih substantif. Berbicara MUTU, dari perspektif pemenuhan 8 standar “DULU dan SAAT INI” yang selalu mengalami perubahan bahkan menuntut kita harus berubah.

Konsekwensinya para Pelaku pelaku Pendidikan ( siswa, guru, kepala sekolah, pengawas , dinas pendidikan , kepala daerah, orangtua siswa dan legislatif ) harus kritis dan tanggap dengan tuntutan perubahan itu, kita tidak bisa nyaman dengan perspektif MUTU lama yang ternyata saat ini tidak dibutuhkan lagi. Ujarnya lagi

Berangkat dari kemauan guru menggali dan menambah wawasan tentang ilmu dan kondisi lingkungan, kemampuan manajerial kepsek yang kekinian, fungsi kepengawasan dari pengawas pembelajaran, dan fungsi kontrol dan kepekaan kepala dinas pendidikan dalam menyesuaikan program dinas pendidikan dengan kebutuhan pendidikan saat ini ( update program kekinian), dan update pengetahuan tentang konsep mutu pendidikan dari pihak legislatif dan kepala daerah sebagai pihak pengambil keputusan akan melahirkan sinergitas program bidang pendidikan dengan kebutuhan bisa terwujud.

Akhir kata , proges kenaikan rapor mutu pendidikan Subulussalam bukan penilaian akhir yang membuat langkah kita semua berhenti karen sudah puas, tapi langkah awal kita semua untuk memaksa melangkah lebih kencang dalam memenuhi 8 standar yang dibutuhkan saat sekarang ini ( paling mendasar standar ketenagaan yang terkait dengan peningkatan motivasi guru, seperti pemenuhan hak-hak guru : gaji dan tunjangan, kenyamanan mengajar dan perlindungan hukum).

Pendidikan Kuat, Menguatkan Indonesia…Salam Solidaritas. Tutupnya (Raja Uli)

News Feed