oleh

Literasi Digital di Kabupaten Pidie, Ajak Bagaimana Menjaga dan Mendidik Anak di Era Digital 

 

Kamis, 19 Agustus 2021, Jam 09.00 WIB

PIDIE, BARANEWS ACEH | Bapak Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital. Ditindak lanjuti oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika memiliki target hingga tahun 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital dengan secara spesifik untuk tahun 2021. Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi dibidang digital. Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Sebagai Keynote Speaker adalah Gubernur Provinsi Pidie yaitu, Ir. H. Nova Iriansyah, M.T., dan Bp. Presiden RI Bapak Jokowi memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

HENDI ANWAR, S.T., M.T (Dosen TELKOM University), pada pilar KECAKAPAN DIGITAL. Hendy memaparkan tema “SOFTWARE DAN HARDWARE: PENGENALAN FITUR PROTEKSI”. Dalam pemaparannya, Hendy menjelaskan software merupakan suatu bagian dari sistem komputer yang tidak memiliki wujud fisik dan tidak terlihat karena merupakan sekumpulan data elektronik yang disimpan dan diatur oleh komputer berupa program yang dapat menjalankan suatu perintah. Fungsi software, meliputi menyediakan fungsi dasar dari sebuah komputer sehingga dapat dioperasikan, mengatur setiap hardware yang ada pada komputer sehingga dapat bekerja secara simultan, serta menjadi penghubung antara beberapa perangkat lunak lainnya dengan hardware yang ada pada komputer. Contoh software, mencakup microsoft office dan mozila firefox.

Hardware atau yang lebih dikenal dengan sebutan perangkat keras adalah semua jenis komponen yang ada pada komputer yang mana bagian fisiknya dapat terlihat secara kasat mata atau dapat dirasakan secara langsung. Fungsi hardware, antara lain mengolah data atau informasi, menerima output, memberi output, serta menyimpan informasi atau data. Contoh hardware, mencakup RAM, CPU, mouse, keyboard, dan monitor. Perangkat digital yang beredar saat ini sudah dirancang supaya aman meskipun digunakan oleh pengguna yang awam sekalipun. Untuk proteksi perangkat keras, masyarakat mengenal beberapa fitur, seperti kata sandi, autentikasi dengan sidik jari, maupun autentikasi wajah. Sedangkan perangkat lunak dilindungi oleh sistem pengaman bawah sistem operasi yang ada pada perangkat. Prinsipnya, selama masyarakat selalu menggunakan produk yang asli, sistem operasi ini akan terus memperbarui diri agar mampu mengimbangi berbagai varian malware baru.

Dilanjutkan dengan pilar KEAMANAN DIGITAL, oleh KADHAFIAH HILMI, S.PD (Kepala SMK Pariwisata TELKOM Bandung). Kadhafiah mengangjat tema “PERAN ORANG TUA DALAM MEMBERIKAN KEAMANAN INTERNET UNTUK ANAK”. Kadhafiah membahas perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjadi dan melindungi anak dan hak2nya agar dapat hidup, tumbuh dan berkembang. Dampak positif internet untuk anak, meliputi sumber belajar bagi anak, sebagai sarana hiburan bagi anak, media bersosialisasi anak, anak lebih peka terhadap kemajuan teknologi, menumbuhkan daya kreativitas anak, dan mengasah kemampuan non verbal anak. Dampak negatif internet bagi anak, diantaranya sering gelisah, kurang tidur, korban cyber bullying atau pelecehan dunia maya, dan tidak mempunyai kehidupan di lingkungan sekitar. Cara memberikan ajaran kepada anak tentang keamanan berinternet, meliputi jauhkan gawai dan perangkat elektronik lainnya milik orang tua saat sedang bersama anak, damping anak pada saat menggunakan internet atau media sosial, serta ajak dan dorong anak untuk lebih sering melakukan aktivitas fisik.

Pilar BUDAYA DIGITAL, oleh MARTHUNIS, M.A (Direktur Sekolah Sukma Bangsa Pidie). Marthunis memberikan materi dengan tema “MENGENALKAN BUDAYA INDONESIA MELALUI LITERASI DIGITAL”. Marthunis menjabarkan kebudayaan dibagi dua, diantaranya kebudayaan yang tangible berupa peninggalan-peninggalan bersejarah seperti candi, artefak, rumah tradisional dan sebagainya. Sementara itu kebudayaan intangible berupa kebudayaan yang bersifat non-bendawi berupa tari-tarian, music, nyanyian, masakan tradisional dan masih banyak lagi. Pendidikan merupakan proses kebudayaan. Di satu sisi pendidikan berbasis pada budaya bangsa, tapi di sisi lain pendidikan berfungsi mengembangkan kebudayaan budaya bangsa untuk membangun karakter bangsa maupun kreativitas dan produktivitas masyarakat. Contoh pengaruh media sosial terhadap beberapa elemen budaya, salah satunya hashtag tentang budaya Indonesia yang banyak diunggah di Instagram bisa menjadikan pariwisata dan kebudayaan Indonesia makin dikenal luas secara digital.

Narasumber terakhir pada pilar ETIKA DIGITAL, oleh AMIRUDDIN (Sekretaris PWI Kabupaten Pidie). Amiruddin mengangkat tema “PENTINGNYA PEMAHAMAN MEMBEDAKAN INFORMASI HOAX”. Amiruddin menjelaskan cara mengenali informasi hoax, antara lain sumber tidak jelas, alamat pengunduh tidak tercantum, komentar provokatif, serta mencatut nama tokoh berpengaruh atau memakai nama mirip media terkenal. Menangkal informasi hoax, dengan cara kenali tulisannya dan informasinya, kenali media nya, sering mengikuti seminar dari kominfo terkait kampanye isu hoax, jangan seenaknya mengunggah informasi tanpa croscek, serta beri pemahaman kepada anak cara penggunaan internet yang benar.

Hal yang harus dilakukan jika ada informasi hoax, meliputi jangan unduh atau bagikan sembarangan, jika sudah dibaca cari kebenarannya, pastikan informasi yang dibaca akurat, hindari memposting di media sosial, serta cari tahu alamat yang mengunngah informasi hoax tersebut. Pengaruh informasi hoax terhadap anak-anak, meliputi bisa mempengaruhi pola pikir anak, berpengaruh terhadap pemahaman anak di lingkungannya, berubah gaya hidup dan pemahaman terhadap sesuatu, merasa was-was, serta muncul rasa kebencian dan rasa saling curiga.

Webinar diakhiri, oleh RANI YULIYANTI (Influencer dengan Followers 22,2 Ribu). Rani menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber, berupa selama masyarakat selalu menggunakan produk yang asli, sistem operasi ini akan terus memperbarui diri agar mampu mengimbangi berbagai varian malware baru. Cara memberikan ajaran kepada anak tentang keamanan berinternet, meliputi jauhkan gawai dan perangkat elektronik lainnya milik orang tua saat sedang bersama anak, damping anak pada saat menggunakan internet atau media sosial, serta ajak dan dorong anak untuk lebih sering melakukan aktivitas fisik.

Contoh pengaruh media sosial terhadap beberapa elemen budaya, salah satunya hashtag tentang budaya Indonesia yang banyak diunggah di Instagram bisa menjadikan pariwisata dan kebudayaan Indonesia makin dikenal luas secara digital. Hal yang harus dilakukan jika ada informasi hoax, meliputi jangan unduh atau bagikan sembarangan, jika sudah dibaca cari kebenarannya, pastikan informasi yang dibaca akurat, hindari memposting di media sosial, serta cari tahu alamat yang mengunngah informasi hoax tersebut. (RED)

News Feed