oleh

Literasi Aktif dan Produktif Belum Mampu Tembus Cabang MMQ MTQ VIII Bener Meriah

Redelong Baranewsaceh.co – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII Kabupaten Bener Meriah yang berlangsung sejak hari Senin 6-8/7/20 mempertandingkan 9 cabang lomba. Salah satu cabang perlombaan tentang Menulis Makalah Al Qur’an (MMQ) yang merupakan ajang paling bergengsi dalam MTQ VIII Bener Meriah ini, karena tidak semua orang atau kecamatan dapat mengirim peserta untuk cabang tersebut, demikian disampaikan Turham AG, S. Ag, M. Pd Dewan Hakim MMQ MTQ VIII Kabupaten Bener Meriah 8/7/20

Sejak MTQ pertama sampai MTQ VIII tahun 2020 ini peserta MMQ selalu paling minim peminat, ini menunjukan dunia literasi masih belum maksimal, belum aktif dan produktifnya literasi, bisa juga akibat sentuhan pihak yang berkompeten belum memadai dan menyeluruh sampai kepada lapis paling bawah, bahkan mungkin MMQ belum belum membumi di Kabupaten Bener Meriah dalam setiap MTQ, padahal MMQ selain diperlombakan dapat menjadi lahan produktif bagi literasi aktif yang dapat kekayaan ilmu pengetahuan bagi masyarakat tambah Turham AG

Turham AG yang juga Dosen IAIN Takengon itu menjelaskan, saya yakin, disetiap kecamatan pasti ada orang yang kaya literasi dan mampu menjadi peserta MMQ, tetapi akibat tidak terdata sehingga saat penjaringan calon peserta tersebut tidak terakomudasi. Atau bisa jadi penjaringangan peserta MMQ tidak dilakukan secara maksimal dan tidak mempersiapkan serta memperhitungkan kader-kader yang akan mengikuti cabang MMQ.

Ditambahkan, padahal kita tau bahwa MTQ setiap tahun diadakan dan sudah pasti cabang MMQ selalu dilombakan, namun peserta MMQ tidak pernah full setiap kecamatan mengirim peserta, bahakan ada kecamatan yang tidak pernah mengirim peserta untuk cabang MMQ pungkas Turham

Dr. Hunsa Amin, M. Hum Dewan Hakim MMQ dari Provinsi Aceh memberikan bahan pemikiran untuk kedepanya, peserta MMQ perlu memperkaya literasi, sebab MTQ itu, Membaca dan menghafal Al Qur’an. Dari hafalan tersebut dimasukan unsur sains sehingga menjadi khazanah intelektual yang mampu mengekflorasi ayat-ayat Al Qur’an yang telah dihafal.

Husna menambahkan, mengimplementasikan ayat yang dihafal disitulah hadir dan pentingnya MMQ dilombakan dalam MTQ. Namun masalahnya bagaimana upaya pihak terkait dan komitmen Pemerintah Daerah dalam merespon bibit-bibit peserta MMQ yang ada di desa-desa, jelasnya

Koordinator Dewan Hakim H. Saidi B, MA, sangat berharap agar MMQ dapat tersosialisasi dengan baik kepada seluruh lapisan masyarat, sebab selama ini masyarakat belum mermahami benar cabang musabaqah MMQ dan hanya kalangan intelektual dan kalangan tertentu yang sudah memahaminya

H. Saidi B yang juga Kan Kemenag Bener Meriah itu menambahkan, Kedepan perlu di sosialisasikan dengan baik tentang MMQ agar menjadi pengetahuan dan pemahaman bagi masyarakat, bahwa MMQ merupakan satu cabang dalam MTQ yang sangat bergengsi

Kepala Dinas Syariat Islam Taslim, S. Ag, M. Sos mengatakan MTQ VIII Kabupaten Bener Meriah tahun 2020 ini, Untuk dewan hakim sengaja didatangkan dari Provinsi Aceh mendampingi Dewan Hakim Kabupaten guna melihat secara langsung proses MTQ sekaligus mempersiapkan calon-calon peserta yang harus dibina dan dilatih untuk MTQ Tingkat Provinsi Aceh yang bertempat di Bener Meriah tahun 2021 mendatang.

Adapun Dewan Hakim Cabang MMQ MTQ VIII Kabupaten Bener Meriah adalah, Dr. Husna Amin, M. Hum dari Provinsi Aceh, Turham AG, S. Ag dan Zaini Maktum, MA dari Kabupaten Bener Meriah tambah Taslim. (Dani)

News Feed