oleh

Limbah RSU Munyang Kute Perlu Penanganan Serius

Bener Meriah Baranewsaceh.co – Sejumlah masyarakat dan keluarga pasien sangat mengeluhkan terkait adanya tumpukan limbah dari masing masing ruangan yang menebarkan aroma tidak sedap di RSU Munyang Kute Kabupaten Bener Meriah.

Pasalnya limbah tersebut terus bertambah dan terus ditimbun di tempat pembuangan sampah (TPS) tanpa ada solusi dan upaya dari pihak Rumah Sakit untuk diangkut keluar dan di musnahkan. Anehnya lagi persoalan ini sudah berlarut larut dalam beberapa bulan terakhir.

Umumnya Limbah tersebut merupakan limbah pasien dari masing masing ruangan, di tampung dalam wadah plastik, di satukan dan di timbun sedemikian rupa di Tempat Pembuangan Sampah hingga membubung tinggi.

Sebelumnya keberadaan limbah tersebut di bakar disini, akan tetapi setelah adanya regulasi baru, limbah tersebut harus di angkut menuju Cilegon Jawa Barat, dengan alasan, jika di bakar disini tidak memenuhi standar kelayakan.

Lalu seberapa penting dan berbahayakah keberadaan limbah tersebut, terhadap kebersihan dan kesehatan di lingkungan RSU Munyang Kute. Kemudian seberapa besar bahaya yang di timbulkan terhadap kesehatan lingkungan, sehingga untuk memusnahkan saja harus terlebih dahulu di bawa jauh ke Cilegon.

Ironisnya lagi hal ini berlaku bagi seluruh rumah sakit yang ada di Provinsi Aceh, sebut dr.Kenedi bagian logistik penunjang pada RSU Muyang Kute Kabupaten Bener Meriah. Senin (27/05).

Lebih lanjut dr.Kenedi menjelaskan. Semula limbah tersebut dimusnahkan disini, tetapi ada regulasi yang belum selesai dengan pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) jadi seluruh rumah sakit tidak di bolehkan lagi membakar di tempat, dengan alasan tidak memenuhi standar ruang pembakaran dan teknis pembakaran. Maka limbah tersebut harus di musnahkan dan diangkut menuju Cilegon. Persolannya proses pengangkutannya harus menunggu waktu dan volume angkutan yang memadai, mengingat rute yang di lalui cukup jauh.

Pihak Rumah Sakit sedang berupaya agar pengangkutan dapat dilakukan dalam waktu sebulan sekali, karena menurut dr.Kenedi, persoalan TPS ini bukan lagi masalah daerah dan Provinsi, akan tapi sudah masalah menjadi masalah nasional. imbuhnya.

Satu sisi kita pihak rumah sakit dituntut harus berlaku hidup sehat, disisi lain kita juga sangat menyesalkan harus menimbun limbah tersebut di sini.
Persoalannya kita belum memiliki TPS yang memenuhi standar. TPS yang ada saja masih bantuan dari BRR dulu. Kita sudah mengajukan perihal tersebut pihak Provinsi dan tahun ini akan segera di bangun  jelasnya.

Salah seorang petugas medis yang enggan di sebut namanya mengatakan bahwa limbah tersebut bukanlah limbah sampah biasa, melainkan limbah dari pasien dari berbagai macam penyakit yang di tangani di RSU Munyang Kute Bener Meriah. Jadi bisa anda bayangkan betapa joroknya dan baunya, jika limbah yang berasal dari ruang operasi dan ruang bersalin.

Lalu bagaimana jika limbah tersebut berasal dari pasien yang memiliki penyakit menular. Sedangkan jarak antara Tempat pembuangan sampah (TPS) dengan Ruang Penyakit dalam  hanya berjarak sekitar 20.Meter, sedangkan aroma tidak sedap dari limbah tersebut masih tercium oleh para medis, pasien serta keluarga pasien saat berkunjung ke RSU Munyang Kute. Ungkapnya.

Menyikapi persoalan tersebut, Direktur RSU Munyang Kute dr.Arwin Munawariko saat di konfirmasi Media ini belum bisa memberikan keterangan, karena saat di sambangi di ruang kerjanya yang bersangkutan, harus segera menangani pasien operasi di ruang bedah.(DN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed