oleh

Lima Rumah dan Satu Ruko Diamuk Sijago Merah di Juli Bireuen

 

BIREUEN, BARANEWS  | Sebanyak lima unit rumah dan satu kios kelontong rata dengan tanah setelah diamuk sijago merah, Sabtu (20/11) malam.

Kebakaran yang mengejutkan masyarakat saat shalat magrib dikawasann tersebut terjadi di pinggir ruas jalan Bireuen-Takengon tepatnya dusun Mane Desa Beunyot, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen.

Sampai berita ini diturunkan belum diketahui persis penyebab kebakaran yang sempat menyebabkan masyarakat panik ,karena membumbungnya bara api yang sangat besar

Saat kejadian puluhan personil tim pemadam kebakaran BBPD Bireuen mengerahkan enam unit armada, yaitu empat unit armada Damkar Pos Induk Bireuen, dua unit lainnya dari Pos Kutablang guna memback up upaya pemadaman.

Personil pemadam kebakaran harus berjibaku untuk memadamkan kobaran api, karena besarnya api membumbung tinggi ke atas dan terus menjalar membakar bangunan di sisi ruas jalan Bireuen Takengon ini.

Petugas Damkar harus bejerja ektra jeras dan butuh waktu untuk menjinakkan api yang membara cukup besar, bahkan masayarakat di sekitar lokasi sempat panik melihat bara api yang besar.

Bahkan personil pemadam telah berusaha keras, namun si jago merah cukup ganas dan melahap bangunan, besarnya kobaran api yang merambat sangat cepat, menyebabkan rumah dan ruko beserta isinya ludes terbakar.

Menurut seorang saksi mata yang tempat tinggalnya seberang jalan lokasi kebakaran menyampaikan, awalnya ada mendengar seperti suara ledakan dari salah satu rumah yang terbakar.

Tiba-tiba muncul kobaran api, menyambar rumah yang berdempetan, kemudian dianya memberitahu pemilik rumah dan melapor ke Mapolsek Juli, ujar Rendy dilokasi kejadian.

Adapun lima bangunan rumah yang mengalami musibah terbakar dan satu unit ruko, adalah milik A Gani Ilyas (80), ditempati bersama puteranya Mahyeddin (50) dan istri Fitriana (34), rumah Anzirah (70), Cut Fatmawati (58), Maskur (41) yang dihuni oleh Ririn Purwanti (28) bersama Sofia (24), serta Faisal (41) dan satu kios kelontong milik Ririn Purwanti.

Sekarang dilokasi sudah dipasang garis police line, pihak terkait sedang menyelidiki penyebab kebakaran dan beberapa warga dan komunitas sudah ada yang mengirimkan bantuan masa panik (ZK)

News Feed