oleh

Lima Delegasi Indonesia yang Diwakili oleh Polri dan KPK Hadiri The 22nd FBINAA Asia Pacific di Taipei Taiwan

-DUNIA, HEADLINE-122 views

Taipei Taiwan, Baranewsaceh.co –  Empat personel Polri yang terdiri dari Brigjen Pol. Mardiaz Kusin Dwihananto, S.I.K., M.Hum., (Wakapolda Sumatera Utara), Brigjen Pol. Rudi Setiawan, S.H., S.I.K., (Wakapolda Lampung), Brigjen Pol. Dr. Winston Tommy Watuliu (Deputi Pencegahan dan Pemulihan Badan Siber dan Sandi Negara – BSSN), Kombes Pol. Ratno Kuncoro, S.I.K., (Kasubdit Baintelkam Polri), dan Achmad Taufik (Direktorat PJKAKI Komisi Pemberantasan Korupsi – KPK), menjadi perwakilan delegasi Indonesia dalam acara The 22nd FBINAA Asia Pacific Chapter Retraining Conference di Taipei Taiwan, yang mengambil tema “A Free and Open Indo-Pacific” (9 –14 JUNI 2019).

Kegiatan The 22nd FBINAA Asia Pacific Chapter Retraining Conference di Hotel Grand Hyatt Taipei Taiwan, dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Of China (Taiwan), Tsai Ing-wen, dan dihadiri oleh Menteri Kehakiman Taiwan, Kepala Kepolisian Taiwan, Deputi Direktor FBI Paul Abbate, dan FBINAA President Kevin Wingerson.

Kelima orang delegasi Indonesia tersebut merupakan alumni pelatihan di kampus FBI National Academy Quantico Virginia Amerika Serikat, di mana sampai saat ini tercatat sudah ada 37 (tiga puluh) orang alumni asal Indonesia yang pernah mengikuti pelatihan selama 10 (sepuluh) minggu di kampus FBI Academy Quantico Virginia, tempat di mana juga dididik agen – agen FBI tersebut.

Salah satu alumni FBI angkatan ke-197 tahun 1999 tersebut adalah Kapolda Bali saat ini, Irjen Pol. Dr. Drs. Petrus R Golose, M.M., kemudian Kapolda Jateng, Irjen Pol. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si., merupakan alumni FBI angkatan ke-190 tahun 1997. Polri telah mengirimkan personel terpilihnya untuk mengikuti pelatihan di FBI Academy sejak tahun 1973, melalui proses seleksi yang melibatkan perwakilan FBI yang ada di Jakarta dan dari pejabat FBI di Kantor Pusat FBI Washington DC Amerika Serikat.

Materi yang dibahas dalam Kegiatan Retraining Conference selama 4 (empat) hari tersebut, antara lain : The Rising Counterintelligence Threat, International Corruption, Global Business Corruption, Trusting Telecom Infrastructures, Transnational Telecom Fraud, Avalanche Case Study, Sony Hack, Social Media Presentation, Counterterrorism in the Asia Region, Saddam Husein Interrogation, dan lain – lain.

Alumni dan undangan yang hadir sejumlah 157 orang, dari negara Amerika Serikat; Australia, Bangladesh, Filipina, Fiji, Guam, Hongkong, India, Indonesia, Jepang, Kamboja, Korea Selatan, Malaysia, Mongolia, Nepal, Singapura, Taiwan, Thailand, Vietnam, Maldives, dan Kep. Palau. (fa/sw/hy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed