oleh

Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Maksimalkan Pembinaan Kemandirian Para Narapidana

Lhoksukon, BARANEWS – Kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan rakyatnya, begitu juga dengan mereka yang menjadi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lhoksukon, Warga binaan masih merdeka untuk mengekspresikan bakatnya.

Dalam rangka pelaksanaan pembinaan berdasarkan sistem pemasyarakatan, di Lapas Kelas IIB Lhoksukon melalui subseksi Kegiatan Kerja (Giatja) Dengan di melakukannya kegiatan pembinaan kemandirian keterampilan membuat makanan dan minuman ringan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Lhoksukon itu, yang melibatkan semua Warga Binaan Pemasyarakatan kususnya napi perempuan dibimbing oleh instruktur dari pihak ketiga.

Para instruktur yang di undang untuk mengajarkan dan membimbing keterampilan para WBP untuk membuat makanan dan minuman di Lapas kelas IIB lhoksukon itu, yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu, sehingga bisa menghasilkan dari keterampilan WBP yang memiliki nilai jual atau ekonomi serta dapat dipasarkan baik di kantin lapas lhoksukon maupun di lingkungan luar lapas tersebut.

 

 

Kegiatan Pembinaan Kemandirian tersebut langsung di monitoring oleh Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon, YUSNAIDI, S.H.,M.Si dan di dampingi oleh Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Giatja) MAKHRIZA S.Hi serta di dampingi oleh Dua instruktur ahli, Endang Sumarsih, S.HI., M.H dan Safnita Novriati, Lc., M.H.” jelasnya kalapas kelas IIB Lhoksukon pada media ini lewat rilis media.

Dalam rilis itu, disebutkan, tujuan utama diselenggarakannya kegiatan itu adalah mempersiapkan warga binaan agar hidup mandiri melalui keterampilan membuat kue dan minuman, dan memiliki fungsi tidak bagi diri mereka pribadi namun juga dapat meningkatkan pendapatan WBP bahkan bagi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lhoksukon dan masyarakat pada umumnya terutama setelah mereka selesai menjalani masa pidana Atau hukumannya nanti.

Dan di harapka, kegiatan itu dapat berjalan dan diikuti dengan sungguh-sungguh oleh para WBP agar ilmu yang dihasilkan nanti dari kegiatan pelatihan itu dapat terus diterapkan dan dilanjutkan pada kegiatan kerja sehingga menjadi lebih produktif dan berkelanjutan.
Kegiatan itu, bukan hannya untuk mendapat keterampilan semata, tetapi juga untuk mengisi waktu luang agar warga binaan tidak merasa jenuh saat menjalani masa pidana.” Tutunya Yusnaidi Kalapas kelas IIB Lhoksukon (RJ)

Jangan Lewatkan