oleh

Lamanya Penantian Pencairan Dana Yatim Siswadi Bank Aceh Syariah Lawe Sigalagala

*Orangtua siswa banyak waktunya terbuang
*Dihimbau kepada gubernur Aceh, bupati Agara, dan Dirut BAS memperdulikannya

Kutacane-Baranews.aceh |  Penantian dan pengurusan, serta pencairan dana yatim/piatu siswa/siswi di Kabupaten Aceh Tenggara, khususnya yang ditangani Bank Aceh Syariah cabang Lawe Sigala-gala, terkesan lama, lambat dan kurang proaktif.

Hal tersebut dikatakan warga yang namanya tidak bersedia dipublikasikan, khusus kepada Wartawan media ini, dan yang dialami sendiri oleh Jurnalis media online Baranews.aceh, yang anaknya juga mendapat petunjuk dari sekolah, untuk mengurus dana yatim/piatu dari Bank Aceh Syariah cabang Lawe Sigala-gala.

Hari Kamis (9/9-2021) sekira pukul 15.25 Wib, Awak media ini mau mengurus dan menyerahkan berkas anak yatim/piatu, tapi satpam bilang besok saja pak, ujarnya.”

Pada hari Jumat (10/9-3021) pukul 09.30 Wib, Juruwarta ini berusaha mengurus dan mau memberikan berkas lagi, sambil membawa anak, yang lebih dahulu dipermisikan dari sekolah; Namun sayang, seorang staf mengatakan hari Senin saja pak, karena sudah banyak berkas yang masuk, ucapnya.”

Kuli tinta ini yang kebetulan orangtua siswa, penerima dana anak yatim/piatu, mempertanyakan kenapa pelayanan Bank Aceh Syariah terasa lama dan lambat, dia menjawab bahwa banyak berkas yang sudah masuk, termasuk pegawai kami yang terbatas, dan disini sekarang sudah banyak berkas pengulu kute(kades-red) yang masuk, sambil menunjukkannya kepada penulis.Saat Pemburu berita ini konfirmasi kepada staf Bank Aceh Syariah, apakah berkas itu tentang tulah pengulu; Beliau menjawab, tidak perlu bapak tahu, cetusnya.”

Dimohon kepada Bank Aceh Syariah menambah pegawai, dan kelengkapan IT di Bank Aceh Syariah capem Lawe Sigala-gala. Juga, Dihimbau kepada Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, ST dan Bupati Aceh Tenggara, Drs.Raidin Pinim, M.AP, serta Dirut Bank Aceh Syariah untuk memperhatikan persoalan ini.Tidak sedikit orangtua siswa, yang tersita waktunya, tenaganya, dan pikirannya, hanya gara-gara persoalan kecil, sepele, tentang pengurusan dan pencairan dana yatim/piatu, dana PIP. Pernah juga, Saya mengurus dana PIP, ke luar daerah, Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara; Walaupun di Bank yang berbeda.(P.Lubis)

News Feed