oleh

LAKI: Seperti Proyek Multi Year (Tidak Ada Batas Waktu)

Subulussalam Baranewsaceh.co 8/02/2022. |  Pembangunan peningkatan jalan Raja Asal kota Subulussalam yang dikerjakan oleh CV .Teluk Sabang, dengan nilai kontrak Rp 5.002.36000( Lima MilyarDua Juta Tiga puluh enam Ribu Rupiah )berasal dari Dana Otsus kota sulussalam tahun anggaran 2021, dibawah pengawasan Konsultan CV.Target Konsultant,terkesan tidak mengindahkan PERPRES No. 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah,
Padahal masa kontrak sudah berakhir pada taggal 09/12/2021 ,namun Sehingga sampai saat ini masih di kerjakan .

Ketua Ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) DPC Kota Subulussalam Ahmad Rambe saat turun kelapangan ingin mengkonfirmasi dengan pihak konsultan pengawas namun tidak ada bertemu bahkan di coba menghubungi .melalui no Hp ,0852 7570 xxxx. yang di berikan oleh pihak PPTK namun tidak menjawab hingga berita ini di naikkan ke redaksi.

sehingga pihak ormas LAKI menganggap pekerjaan tersebut di dikerjakan kan saat ini tanpa pengawasan oleh pihak konsultan di lapangan ,karena sudah beberapa kali kita turun namun tidak pernah bertemu dengan pihak pengawas.

Saat ketua ormas LAKI mencoba menghubungi pihak rekanan An,CV.Teluk Sabang ,dia nya mengaku masih berada di Banda Aceh ,dan menyampaikan kepada pihak LAKI bahwa pekerjaan itu memang sudah habis masa kontrak namun kami di beri masa perpanjangan waktu pekerjaan (Adendum)selama 50.hari .terhitung sejak habis masa kontrak.

Adapun keterlambatan pekerjaan tersebut sebenar nya bukan kesalahan kami, namun ini semua terjadi akibat permasalan pembebasan LAHAN yang tidak kunjung selesai dengan masyarakat sekitarnya.

Dan perlu kami jelas kan sesuai impormasi yang kami dapat bahwa pihak pemerintahan kota Subulussalam melalui KJPP ,baru menurunkan harga LAHAN yang bermasalah kepada pemilik lahan pada tanggal 22Desember 2021 ,bahkan sampai saat ini masyarakat masih ada yang komplin dan tidak mau membebas kan lahan nya.terang Agam sebagai perwakilan CV.Teluk Sabang,kepada ormas LAKI.

Dalam kesempatan yang sama LAKI kota Subulussalam menghubungi pihak PPTK ,dan mengakui bahwa permasalahan keterlabatan pekerjaan peningkatan jalan tersebut ada kaitan nya dengan pembebasan lahan yang belum terselesaikan dengan pihak masyarakat ,

dan juga Kepala Dinas PUPR kota Subulussalam Alhadin ST , telah mengundang pihak rekanan pada saat habis masa anggaran 2021 dan membuat komitmen kepada pihak rekanan , bahwa pihak rekan akan tetap melanjutkan pekerjaan sampai selesai walaupun di kenakan denda sesuai dengan aturan yang berlaku ,ungkap Alhadin .

Dalam kesempatan yang sama..seorang ibuk memanggil ketua LAkI dan media saat turun ke lokasi Perkerjaan,Siti Berutu ,alamat jalan Raja Asal Kota Subulussalam ,salah seorang warga yang menyampaikan kisah keluh nya terkait dengan pembayaran ganti rugi Tanah dan Bangunan yang terkena dalam pembangunan peningkatan jalan Raja Asal mengaku rumah dan tanahnya seluas 5 x 12,5m.akan di bayar Pemko Subulussalam dengan nilai Rp 75.000.000.(Tujuh Puluh Lima Juta Rupiah ) dan dia nya mengaku bahwa Angka yang akan di bayar itu sangat jauh dari pada pengharapan nya ,

Siti Berutu dengan penuh pengharapan nya , agar pihak Pemko Subulussalam bersedia membayar dengan sepantas nya dan menurut saya seharus nya tidak kurang dari Rp 150.000.000.,karena mengenai rumah saya saat ini sedang bermasalah di pihak salah satu Bank ,dan itu wajib saya bayar lunas,dan kalau sudah dibayar dengan permintaan saya itu saya akan bersedia membebas kan tanah dan rumah saya ini , pungkas Siti Berutu dengan Isak tangis nya.didepan media .

Mengenai pembebasan lahan bersengketa ,pihak media menghubungi melalui telpn selular nya Kabak pembangunan kota Subulussalam Renol ,namun dia nya tidak bersedia untuk dikonfirmasi dan Renol mengarahkan untuk di konfirmasi kepada pihak Dinas PUPR ,dengan alasan bahwa pengguna anggaran adalah PUPR,lalu menutup telpn nya

Ormas LAKI Kota Subulussalam juga mengharapkan kepada pihak Pemko Subulussalam agar dapat segera menyelesaikan permasalahan lahan tersebut agar pembangunan tidak terganggu dan seluruh pihak tidak ada yang dirugikan baik dari masyarakat maupun rekanan.

Liputan:Raja Salman

Jangan Lewatkan