Kutuk Mahasiswa Aceh yang Demo Rohingya, Ketua FPA Nilai Pernyataan Prof Humam Hamid Egois dan Tak Bijaksana

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 4 Januari 2024 - 19:45 WIB

50522 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Menyalahkan dan mengorbankan apalagi mengutuk generasi Aceh dengan menjual isu kemanusiaan demi mencari famour pada moment penolakan Rohingya bukanlah ciri khas seorang sosiolog dan guru besar yang bijaksana. Jika hanya mengambil momentum menggiring ke arah politik kepentingan tertentu dengan menjual kemanusiaan maka sungguh rakyat tak layak menjadikannya sebagai referensi apalagi panutan. Apa bedanya seorang profesor dengan orang yang tak ada gelarnya atau tidak sekolah, jika hanya bisa mengutuk generasi Aceh hanya bermodalkan potongan video pendek yang beredar tanpa menggali lebih jauh kebenaran secara utuh.

Hal itu diungkapkan Ketua Forum Pemuda Aceh (FPA) Syarbaini menanggapi pernyataan-pernyataan Prof Humam Hamid yang berulang kali di media dan podcas mengecam generasi Aceh yang melakukan aksi demonstrasi.

Menurut Syarbaini, kendatipun Prof Humam Hamid mempunyai relasi atau kawan asing di luar, namun juga tidak sepatutnya melakukan kecamatan bar-bar kepada mahasiswa Aceh. “Mungkin dia secara tidak langsung ingin menunjukkan dirinya hebat di mata masyarakat, punya jaringan asing yang banyak, namun mengecam secara bar-bar Gerakan Mahasiswa Aceh yang notabenenya menyuarakan Aceh masyarakat Aceh adalah bentuk kecilnya dan egoisnya pemahaman seorang guru besar terhadap persoalan rakyatnya. Jangan sedikit-sedikit dibangun narasi kemanusiaan, sementara tak memanusiakan orang Aceh sendiri selama ini,” kata Syarbaini mengaku kesal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Syarbaini juga menilai narasi-narasi yang dibangun oleh Prof Humam Hamid selain menyalahkan mahasiswa Aceh sendiri juga telah melukai hati masyarakat Aceh. “Padahal jika kita simak lebih lanjut narasi kemanusiaan yang dibangun ujung-ujungnya diarahkan ke politik yang notabenenya sesuai dengan kepentingan dan keinginannya. Sungguh ini tidak menunjukkan jika yang seyogyanya ada pada seorang yang katanya guru besar,”lanjutnya.

Baca Juga :  Rakyat Protes Rohingya Berani Duduki Kantor Gubernur Aceh, Jangan Sampai Nanti Nagih Pulau Kosong Segala

Dia melanjutkan, menuding membodoh-bodohi mahasiswa yang mencoba untuk bersuara merespon persoalan rakyatnya semakin menunjukkan bahwa Prof Humam Hamid tak layak menyandang titel guru besar. Apalagi, pernyataannya yang menyamakan mahasiswa Aceh dengan junta militer Myanmar merupakan tindakan yang begitu logis. “Jangan kita korbankan orang Aceh, mahasiswa dan generasi muda Aceh dengan tudingan-tudingan tak wajar hanya untuk menjual isu kemanusiaan kepada asing. Ini sungguh sikap yang berlebihan,” katanya.

Syarbaini menyarankan jika memang Prof Humam Hamid adalah orang yang sangat menjunjung tinggi kemanusiaan dan membela imigran gelap Rohingya, ada baiknya yang bersangkutan menampung langsung imigran Rohingya. “Beliau kan orang hebat, kaya silahkan saja bawa imigran Rohingya ke kediamannya. Masyarakat sudah lelah dengan narasi-narasi pengiriman opini yang pada notabenenya tak lebih dari omong kosong doang,” tegasnya.

Syarbaini juga berharap tak ada lagi guru-guru besar dan profesor lainnya di Aceh yang cara pemikirannya egois dan mengabaikan bathin rakyat Aceh seperti yang dilakukan oleh Prof Humam Hamid. “Jujur sebagai generasi muda Aceh kita kecewa, ada seorang guru besar yang seharusnya menjadi pelita bagi rakyatnya namun tega-teganya membunuh karakter generasi muda Aceh dengan dalil-dalil kemanusiaannya yang hingga akhirnya muaranya bisa saja tak lebih dari kepentingan tertentu semata. Kita berharap Pak Prof Humam Hamid segera insaf, umur sudah tua pak bahasa harus dijaga narasi harus lebih bijaksana jangan sampai nanti generasi muda Aceh ke depannya menganggap ada guru besar yang rela mengorbankan generasi Aceh, menggadaikan Aceh demi isu kemanusiaan yang bermuara kepada kepentingan tertentu belaka. Perlu kita ingat sesama suatu hari sejarah akan mencatat siapa yang rela mengorbankan rakyatnya hanya demi isu kemanusiaan bahkan menjual agama demi membela imigran gelap Rohingya,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Hadiri Doa Lintas Agama Polda Aceh

Dia juga menyebutkan bahwa ada mahasiswa Aceh yang aksi demo telah menyerahkan surat pernyataan bermaterai lengkap kepada Pemerintah Aceh baik itu Pj Gubernur maupun Sekda Aceh terkait sikap dan komitmen kedua pejabat Aceh itu untuk memindahkankan imigran gelap Rohingya.

“Kita bisa lihat apakah Pj Gubernur atau Sekda yang tanda tangani surat pernyataan itu. Kita minta dipublikasikan ke publik. Jika Sekda tak mau menandatangani apakah Prof Humam Hamid juga berani mengutuk sikap tersebut, atau jangan-jangan mereka satu misi melempar kesalahan kepada Pj Gubernur semata dengan dalih kemanusiaan untuk kepentingan politik belaka. Kita akan nantikan sebagai masyarakat Aceh sikap Prof Humam Hamid jika Sekda Bustami Hamzah tak tanda tangani surat pernyataan yang disampaikan mahasiswa terekait persoalan imigran Rohingya beberapa hari lalu, jika snag gurru besar tak bersikap apa-apa berarti perlu dipertanyakan juga, ada apa sebenarnya. Karena kami mensinyalir ada upaya di dalam pemerintahan Aceh dipotong oleh kekuatan diluar yang menghambat Pj Gubernur bersikap tegas terkait imigran Rohingya dengan memainkan isu kemanusiaan, kemudian semacam ada skenario untuk mendongkrak Pj Gubernur Aceh dengan persoalan itu. Padahal selain Pj Gubernur, Sekda Aveh Bustami Hamzah juga semestinya harus bersikap tegas terkait imigran gelap Rohingya namun selama ini justru tak terlihat batang hidungnya,” demikian kata Syarbaini.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kepala BPKP Aceh Berikan Penghargaan Kepada Pj Bupati Nagan Raya.
Siswa MA Ulumul Qur’an Banda Aceh Study Tour di Negeri Diatas Awan
Polisi Segera Rampungkan Berkas Perkara Pengelolaan Zakat pada BPKK Aceh Tengah
Mahasiswa Desak KPK Lanjutkan Penyelidikan Indikasi Mega Korupsi Proyek Multiyears dan Kapal Aceh Hebat
Kapolda Aceh Apresiasi Upaya Ditlantas dan Jajaran dalam Meminimalisir Angka Laka Lantas
Prabowo Presidan, Dek Fat Berpeluang Dampingi Mualem di Aceh
Brigjen Pol. Drs. Armia Fahmi, M. H, Wakapolda Aceh Jemput Peserta Sespimti PKDN Dan WI Ke Aceh
Sosok Eka, Srikandi PLN Penjaga Keandalan Listrik di Ujung Barat Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 24 April 2024 - 19:41 WIB

Pengadaan Baju LINMAS Pemilu 2024 di Agara Dugaan Sarat masalah dan Berbau Korupsi

Senin, 22 April 2024 - 03:31 WIB

Letkol Czi Arya Murdyatoro S.T. Jabat Dandim 0108 Agara Baru

Jumat, 19 April 2024 - 17:07 WIB

Motif Pembakaran Rumah Orang Tua Tokoh Muda Agara Rudi Tarigan Polisi Diminta Tegas mengusut Tuntas

Minggu, 31 Maret 2024 - 14:53 WIB

Rudi Tarigan : Ingatkan Kepala Desa Jangan Gelap Mata Gunakan Dana Desa Jelang Lebaran

Minggu, 31 Maret 2024 - 14:36 WIB

Proyek Pengaspalan Jalan Nasional di Wilayah PPK 3.5 Aceh Tenggara Diduga Tidak Gunakan K3 saat Pengaspalan

Kamis, 28 Maret 2024 - 20:37 WIB

Pj. Gubernur Kirim Bantuan Masa Panik Untuk Korban Puting Beliung Aceh Tenggara

Rabu, 27 Maret 2024 - 22:47 WIB

Relawan Meminta Ali Basrah Maju di Pilkada 2024

Sabtu, 23 Maret 2024 - 15:29 WIB

PENJARA Endus Dugaan Keterlibatan Oknum Anggota DPRK Agara Penimbunan Pupuk Subsidi.

Berita Terbaru