oleh

Kurangnya Disiplin Pegawai Terhadap Waktu Dinas

Oleh:  Ria Mila Rosadi, Mahasiswi Prodi Ilmu Politik, FISIP, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.

Hal ini menjadi masalah yang sangat serius apabila diabaikan bahkan sudah menjadi kebiasaan buruk yang dapat dirasakan sekitar kita, bisa kita lihat dari sebagian pegawai yang tidak serius dalam waktu bekerja, hal tersebut dikarenakan kurangnya disiplin waktu terhadap jam kerja dinasnya sebagai aparatur pemerintahan.

Umumnya jam bekerja dimulai dari pukul delapan pagi hingga makan siang dan dilanjukan pukul dua siang sampai pukul lima sore. Namun imlementasi di lapangan sangat mengecewakan karena ketidakberadaan pegewai pada tepat waktu dan selalu membiarkan masyarakat yang mempunyai keperluan bahkan bersifat mendesak harus menunggu kehadiran pegawai ditempat, masyarakat harus dilayani dengan ramah dan santun bukannya menunggu karena kemoloran  para pegawai dalam bekerja.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa sebagian pegawai selalu dihadapkan dengan keterlambatan untuk bekerja, bahkan tidak heran sekitaran pukul sepuluh pagi setiap warung kopi, di rumah makan,  di pasar, di jalan pegawai masih berkeliaran dengan santainya, mengabaikan jam kerja yang seharusnya sudah berada di tempat dinasnya.

Atau memang sudah menjadi budaya orang Aceh bahwa peraturan atau janji pada waktu yang ditentukan namun tidak pernah sesuai seperti yang diharapkan pasti selalu molor karena demikian kita akan selalu seperti ini, kesadaran diri sendirilah yang bisa menyelamatkan kita dari kebiasaan buruk tersebut. sebagai pegawai yang memiliki ilmu pemahaman yang lebih harusnya mengerti atau paham akan hal ini dan menjadi contoh dimasyarakat.

Pemimipin instansi manapun merupakan kepala pegawai mesti mengawasi serta memiliki hak untuk memberi peringatan bagi pegawai yang semena-mena dalam bekerja, segala sesuatu yang tidak beres harus dibereskan, seperti pada saat jam dinas para pegawai masih duduk-duduk ngopi di warkop, karena hal tersebutkan  masyarakat menganggap pegawai hanya memakan gaji buta karena cuma absen setelah itu nongkrong ngopi-ngopi gaji bulanan tetap masuk. Oleh karena itu diharapkan dari pemimpin dapat memberikan contoh yang baik bagi bawahannya dan memberi sanksi keras seperti pemecatan dan agar pegawai mendapat efek jera dan paham bahwa bekerja harus sungguh-sungguh diluar sana banyak yang tidak dapat pekerjaan.

Oleh karena itu hal ini menjadi masalah dan tidak boleh didiamkan, kita sadar bahwa pegawai memiliki disiplin ilmu dalam berbagai bidang salah satunya dalam bidang disiplin waktu karena disiplin waktu adalah hal penting karena orang yang displin tepat waktu merupakan salah satu kompetensi yang mahal, karena tidak semua orang dapat menghargai waktu, waktu yang sering kita gunakan untuk bersantai sementara dilain waktu banyak orang lain yang membagi waktunya sehingga dapat bermanfaat bagi orang lain.

Kebijakan demi kebijakan pemerintahan Aceh dalam mensejahterakan masyarakatnya dengan memberikan kinerja sebaik mungkin, mengapa provinsi lain bisa maka provinsi Aceh juga bisa, salah satunya membuang kebiasaan buruk yang ada di kinerja kepegawaian pemerintahan, mengurangi kegiatan-kegiatan diluar kantor selama jam dinas sehingga pegawai Aceh disiplin terhadap waktu dan menghilangkan budaya jam Aceh yang imagenya buruk karena kemolorannya. Sekian semoga hal singkat ini yang saya sampaikan dapat diterima dan direnungi demi kebaikan bersama, sebagai masyarakat saya berharap besar adanya perubahan kedepannya.

 

News Feed