oleh

KPK Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Proyek Jalan Bengkalis

 

JAKARTA, BARANEWS  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan tiga orang tersangka dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) pada Proyek Multi Years Contract (MYC) Peningkatan jalan Lingkar Pulau Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau Tahun Anggaran (TA) 2013 sampai dengan 2015.

Tiga orang tersangka yang ditahan tersebut yaitu, Project Manager PT Wijaya Karya (Persero) Didiet Hartanto, staf pemasaran PT WIKA Firjan Taufa dan PPK Tirtha Adhi Kazmi. Penahanan terhadap tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa sebanyak 101 orang saksi yang terdiri dari Pejabat terkait penganggaran, pejabat terkait pengadaan, pejabat terkait lelang proyek, pejabat terkait pelaksanaan proyek, maupun pihak swasta.

Plt Juru bicara KPK, Ali Fikri kepada AJNN Jum’at (3/9/2021) mengungkapkan bahwa sebelumnya KPK telah menetapkan 10 orang tersangka yaitu M.Nasir (PPK), Tirtha Adhi Kazmi (PPK), I Ketut Surbawa (Kontraktor), Petrus Edy Susanto (Kontraktor), Didiet Hartanto (Project Manager PT Wijaya Karya), Firjan Taufa (staf pemasaran PT WIKA), M. Nasir (PPK), Victor Sitorus (Kontraktor), M. Nasir (PPK) dan Suryadi Halim alias Tando (Kontraktor). Menurut Ali Fikri, atas perbuatannya, para tersangka, disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UndangUndang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Untuk kepentingan penyidikan, ketiga tersangka dilakukan upaya paksa penahanan untuk 20 hari pertama terhitung mulai 3 September 2021 sampai dengan 22 September 2021. “Didiet Hartanto ditahan dirutan KPK pada Gedung Merah Putih, Firjan Taufa ditahan dirutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur dan Tirtha Adhi Kazmi ditahan di rutan KPK pada Kavling C1,” ujar Ali Fikri.

Konstruksi Perkara Didiet Hartanto dan Tirtha Adhi Kazmi dalam proses pelaksanaan pekerjaan Peningkatan Jalan Lingkar Bukit Pulau Bengkalis Kabupaten Bengkalis berperan aktif dalam memanipulasi penyusunan berbagai dokumen proyek seolah telah selesai dikerjakan 100 persen, sehingga bisa dilakukan pencairan pembayaran termin terakhir diakhir Desember 2015 dimana saat itu belum dilaksanakan serah terima pertama pekerjaan (Provisional Hand Over/PHO).

Firjan Taufa yang merupakan salah satu staf PT WIKA turut memfasilitasi pertemuan antara M. Nasir, selaku PPK dengan pihak-pihak internal PT WIKA, diantaranya terkait dugaan pemberian sejumlah uang terhadap M. Nasir.

Dalam pelaksanaan pekerjaan, Firjan Taufa juga selalu berkoordinasi dengan Didiet Hartanto mengenai dugaan pengkondisian pelaksanaan Proyek Peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu-Siak Kecil. Menurut Ali Fikri, akibat perbuatan para tersangka, diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara sejumlah sekitar Rp129 Miliar dari nilai proyek sebesar Rp359 Miliar. (MP)

News Feed