oleh

KPK Dorong Jasindo Terapkan Whistle Blower System

 

JAKARTA, BARANEWSACEH.CO | Pengawasan dan pelaporan menjadi faktor penting untuk memberantas korupsi, khususnya bagi seseorang yang menemukan tindak pidana korupsi di lingkungannya. Untuk itu, adanya Whistleblower System menjadi sebuah kebutuhan organisasi agar dapat berkembang lebih baik dan menciptakan ekosistem yang sehat.

Pesan ini ditekankan oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar dan Nawawi Pomolango saat menerima jajaran Direksi dan Komisaris baru Jasindo hari Kamis (21/01/2021) lalu di Gedung Merah Putih KPK. Dalam pertemuan ini, Direktur Utama Jasindo Didit Mehta Pariadi, Komisaris Utama Ngalim Sawega, Komisaris Agustuna Arumsari dan Komisaris Independen Ahmad Fuad Rahmany hadir untuk membahas program pencegahan korupsi pada sistem kerja baru yang diterapkan Jasindo.

Dalam dialog yang berlangsung, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan pentingnya mengembangkan Whistleblower System (WBS) agar mekanisme check and balances berjalan di perusahaan. “Kalau pegawai berani melaporkan, harapannya Pimpinan menindaklanjuti, pegawai dilindungi dan saling mengingatkan,” ungkap Alex.

Senada dengan Alex, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli menyambut baik komitmen Jasindo untuk melakukan pencegahan korupsi. Namun Lili menekankan, tetap butuh pengawasan dalam pelaksanaannya.

“Berdasarkan catatan sangat ideal, tapi tetap perlu dilakukan evaluasi, apakah ada reward dan punishment,” tegas Lili.

Menanggapi hal itu, Didit Mehta Pariadi serta direksi Jasindo lainnya mengakui bahwa sistem WBS sendiri belum berjalan baik di Jasindo. Menurut Didit, saat ini untuk pengaduan diserahkan kepada pihak independen utk menampung aduan, dan selanjutnya diserahkan kepada pemegang saham/komisaris/direksi setelah ditelaah oleh lembaga independen tersebut.

“Diharapkan jika terjadi pelanggaran bisa segera ditindaklanjuti, dan antara bawahan serta atasan bisa saling mengingatkan,” sebut Didit. Dia menambahkan, sejak 2019 Jasindo telah memiliki 23 penyuluh sebagai pihak yang bisa mendorong perubahan di Jasindo.

Lebih lanjut Didit menjelaskan, Jasindo akan berkomitmen mencipatakan suasana kerja yang sehat dan bersih. Selain itu Jasindo sangat menghormati penegakan hukum, seperti kooperatif untuk menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan, termasuk penggeledahan. Jasindo juga berharap, nantinya KPK bersama OJK dan Kementerian BUMN dapat bersinergi untuk membuat peraturan yang mampu mengubah ekosistem dalam industri asuransi, sehingga persaingannya menjadi lebih bersih dan bebas dari praktik korupsi.

“Tujuan kami jelas memberikan penegasan bahwa praktik bisnis seperti itu bukan sesuatu yang bisa dibudayakan,” ujar Didit.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango berharap agar Jasindo belajar dari pengalaman terdahulu. Nawawi mengingatkan perlunya perbaikan dan menghindari kelengahan, sehingga Jasindo dapat menjadi lebih baik dari sebelumnya. (MP/Humas KPK)

News Feed