oleh

KPK Diminta Melakukan Supervisi Penanganan Kasus Dugaan Korupsi yang Berjalan Dipenegak Hukum Daerah Gayo Lues Aceh

Gayo Lues, Baranewsaceh.co | Terkait dengan pemberitaan Sebelumnya ,dimana KPK diminta supervisi penanganan kasus korupsi yang berjalan dipenegak hukum Daerah Gayo Lues.

Redaksi Baranewsaceh.co kembali meminta tanggapan Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Ali Fikri melalui sambungan seluler  +62852-1607-xxxx (Jumat ,03/07/20) namun belum mendapat jawaban walaupun sudah di sms namun belum dan dihubungi belum tersambung dan menjawab SMS yang dikirimkan oleh Redaksi.

Dimana Sebelum Praktisi Hukum M Purba,SH meminta Komisi Tindak pidana korupsi menyoroti penanganan kasus tindak pidana korupsi yang lagi berjalan di penegak hukum di daerah Gayo Lues agar KPK terlibat dalam penanganan kasus korupsi yang diduga telah ditindaklanjuti oleh penegak hukum tersebut.

Jika kasus korupsi tidak dapat diselesaikan oleh penegak hukum di daerah maka tidak tertutup kemungkinan Kami akan laporkan secara resmi  ke KPK.  Kita minta KPK melakukan supervisi kasus-kasus korupsi yang ditangani oleh Polres Gayo Lues dan kejaksaan Setempat,”ucapnya kepada media ini Jumat,(03/07/20).

Ditambahkan kembali  oleh pengiat antikorupsi dari LSM Topan RI Norman Sembiring.M, kepada media ini bahwa pada saat ini saja Polres Gayo Lues sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang yang diduga terlibat dalam dalam kegiatan yang bersumber dari dana APBK maupun APBN-P.

Akan tetapi, Norman Sembiring enggan membeberkan kasus apa saja yang ditangani oleh pihak penegak hukum tersebut. ”

Sebelumnya dibeberapa media online-Kepolisian Resort Gayo Lues Kembali  memeriksa dua orang ASN dari salah satu instansi Pemkab Gayo Lues terkait kasus dugaan korupsi,ASN tersebut masih diperiksa sebagai saksi.

“Ya, hari ini ada dua orang yang diminta i keterangan oleh penyidik 1 ASN  dan satu dari unsur masyarakat yang kami panggil untuk dimintai keterangan terkait dugaan kasus korupsi Makan minum Karantina Hafidz Tahun anggaran 2019 Sebesar hampir 8 milyar rupiah,” ujar Kapolres Gayo Lues Rudi Setiawan SIk,Kamis,25 Juni 2020.

Namun Kapolres Rudi Setiawan,SIK enggan untuk mengungkapkan identitas kedua Oknum ASN tersebut.

Rudi Setiawan Sik juga mengungkapkan, pemeriksaan ASN  dan masyarakat pengelola ponpes sebagai tindak lanjut penanganan dugaan kasus korupsi yang ditangani Unit Tipikor.

Ia mengakui, penanganan kasus ini tidak bisa dilakukan dengan cepat. Apalagi dalam menentukan tersangka.

“Kita harus hati-hati dalam penanganannya. Apalagi ini dugaan korupsi yang saksinya melibatkan banyak orang” katanya.*.(Red)

 

News Feed