oleh

Koprasi Gayo Pratama Datang dan Santuni Misnawati Penderita Lumpuh

 Ketua Koprasi Gayo Pratama Ajwin Menyerahkan santunan dan bantuan sembako kepada suami misnawati di kampung Bale Atu Jumat (9/8)

Bener Meriah Baranewsaceh. co- Setelah Forum Silaturahmi Gayo Bersatu (Forgab) melakukan aksi bedah rumah. Kali ini giliran Koperasi Gayo Pratama mendatangi rumah Misnawati yang menderita sakit lumpuh di kampung Bale Atu kecamatan Bukit kabupaten Bener Meriah Jumat (9/8).

Kedatangan Seluruh pengurus Koprasi Gayo Pratama dalam rangka menyalurkan bantuan berupa sembako untuk meringankan beban keluarga Misnawati yang masih serba kekurangan.

Ketua Koprasi Gayo Pratama Ajwin kepada Keluarga Korban menyampaikan, bantuan tersebut berasal dari sumbangan supir dam truk yang tergabung kedalam koprasi. “ Kami berharap bantuan ini dapat diterima dan bermanfaat untuk keluarga,” ujarnya.

Di tempat terpisah Ajwin mengaku prihatin dan tergerak untuk membantu meringankan keluarga Misnawati. “ Ia juga  berharap, pemerintah daerah dapat membantu pengobatan Misnawati  sehingga suami Misnawati dapat berusaha  dan menafkahi keluarganya,”

Mewakili seluruh pengurus koprasi Gayo Pratama Ajwin juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1440 H.

Sementara itu Kaman (40) Suami Misnawati mengucapkan terimakasih kepada pengusrus koprasi Gayo pratama  yang sudah bersedia menjenguk dan memberikan bantuan kepada keluarganya. “ Kami sekelurga mengucapkan terimakasih dan semoga allah membalas kebaikan bapak-bapak semua.

Pak Kaman juga menceritakan, bahwa istrinya sudah sakit selama 1 tahun dan kedua kakinya tidak bisa digerakan lagi. “ awalnya istri saya mengeluh kakinya kebas dan hingga ahirnya sudah tidak bisa berjalan.

Ia juga telah membawa berobat ke doktor dan RSU namun setelah diperiksa dan dirongson tidak ada hasil apa-apa.” Doktor mengatakan semua bekerja dengan baik sehingga doctor menyarankan untuk di rujuk ke Banda Aceh namun akibat tidak ada biaya saya membawa dia kembali pulang kerumah.

Pak Kaman juga menambahkan bahwa unntuk pengobatan istrinya memang sudah ditanggung oleh BPJS namun ia juga mengaku tidak memiliki biaya untuk kebutuhan selama di Banda Aceh sehingga ia memutuskan untuk membawa pulang dan merawatnya dirumah.

Pak Kaman mengaku memiliki tiga orang anak yang masih kecil dan sekolah sehingga ia sering ditinggal bertiga saat ia mengantar istrinya berobat. “ tidak hanya pengobatan medis kami juga membawa berobat ke orang orang pintar,” pungkasnya. (DN).

News Feed