oleh

Konsep Bilangan Pecahan Dalam Al-Quran

Penulis : Aprilia Rika Damayanti, Mahasiswi IAIN Langsa 2022

 

Bilangan pecahan merupakan salah satu bilangan yang sering kita jumpai dalam pelajaran matematika. Matematika merupakan ilmu yang dibahas dalam Al-Quran maupun hadits, salah satunya tentang bilangan pecahan. Didalam Al-Quran terdapat surah dan ayat yang memuat bilangan pecahan. Dan bilangan pecahan merupakan bilangan rasional yang dapat dinyatakan dengan a/b, dengan ketentuan b tidak nol dan b bukan pembagi dari a.

Pembagian harta waris (faraidh) yang akan dibagikan kepada ahli warisnya menggunakan konsep matematika yaitu konsep bilangan pecahan, Persekutuan Terbesar (FPB) Dan Persekutuan Terkecil (KPK). Masalah faraidh merupakan masalah yang berkenaan dengan peraturan dan pembagian harta warisan abgi ahli waris menurut bagian yang ditentukan dalam al-Qur’an. Dalam perhitungan pembagian harta warisan maka harus diketahui terlebih dahulu berapa jumlah semua harta warisan yang ditinggalkan, berapa jumlah ahli waris yang berhak menerima, dan berapa bagian yang berhak diterima ahli waris “Furudhul Muqassarah” pembagian warisan dengan menggunakan konsep bilangan pecahan, FPB dan KPK Allah berfirman pada surah An-Nisa ayat 11 dan 12 :

Allah mensyari’atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan, dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, Maka ia memperolah separo harta. dan untuk dua orang ibu-bapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal itu tidak mempunyai anak dan ia diwariskan oleh ibu-bapanya (saja), Makai bunya mendapatkan sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, Makai bunya mendapatkan seperenam. (pembagian-pebagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa diantara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Firman Allah Swt pada QS (Annisa [4:12])

Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak, jika isteri-isterimu mempunyai anak. Maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak, jika kamu mempunyai anak. Maka para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja). Maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta, tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang. Maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syariat yang bener-bener dari Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Penyantun.

Persoalan waris pernah dikisahkan bahwa suatu waktu ada tiga orang menemui Ali bin Abi Thalib, mereka membawa persoalan waris yang rumit. Ketiga orang ini, mempunyai 17 ekor unta sebagai harta warisan. Mereka hendak membaginya dengan pembagian yang berbeda yakni ½, 1/3, dan 1/9. Jika menggunakan perhitunggan langsung masing-masing mendapat 8 1⁄2 , 5 ⅔, dan 1 8⁄9 , tentunya tidak mungkin dalam perhitungan unta yang dalam keadaan hidup. Ketika itu, Ali bin Abi Thalib menyarankan agar mereka menambahkan 1 ekor unta dengan cara meminjam kepadanya, sehingga jumlah unta sekarang menjadi 18 ekor. Alhasil mereka mendapatkan angka bulat yakni 18 ekor sehingga mudah dalam pembagian. Sehingga masing-masing mereka mendapatkan 9 ekor (1/2 bagian), 6 ekor (1/3 bagian), dan 2 ekor (1/9 bagian). Sehingga total yang dibagikan tetap 17 sehinggaa satu ekor unta milik Ali bin Abi Thalib pun diambilnya Kembali. Dalam kisah tersebut ternyata saidina Ali sangat pandai dalam perhitungan matematika, sehingga dapat memecahkan persoalan yang sangat sulit dalam pembagian harta warisan.

Salah satu contoh surat dan ayat Al-Qur’an yang membuat bilangan pecahan bermanfaat bagi kehidupan yaitu, Allah Swt berfirman dalam surah Al-Muzzammil ayat 20 :

Sungguh Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dan Al- Qur’an. Dia mengetahui bahwa aka nada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari Sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur’an dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperolah (balasan)nya disisi Allah sebagai basalan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.

Dari penjelasan arti diatas banyak sekali manfaat bilangan pecagahan bagi kehidupan, dari surat Al-muzzammil ayat 20 ada juga tafsir yang membahas arti dari surat tersebut yaitu, tafsir Al-Muyassar / Kementrian Agama Saudi Arabia yang berbunyi:

  1. Sesungguhnya Tuhanmu (wahai Nabi) mengetahui bahwa kamu shalat tahajjud di malam hari, terkadang kurang dari dua pertiga malam, terkadang setengah malam, terkadang sepertiga Sebagian sahabatmu juga shalat malam bersamamu. Hanya Allah semata yang menetapkan ukuran malam dan siang, dan Dia mengetahui kadar keduanya, apa yang telah berlalu dari keduanya dan apa yang tersisa. Allah tahu bahwa kalian tidak mungkin shalat sepanjang malam, maka Allah meringankan atas kalian, maka bacalah dalam shalat malam ayat al-Qur’an yang mudah bagi kalian untuk membacanya. Allah tahu ada orang-orang yang terhalang oleh sakitnya sehingga tidak bisa sholat malam. Ada juga orang-orang yang bergerak di muka bumi untuk berniaga dan bekerja mencari rizki Allah yang halal. Ada juga orang- orang yang berjihad di jalan Allah untuk meninggikan kalimat Allahdan menyebarkan agamaNya. Bacalah ayat al-Qur’an yang mudah bagi kalian untuk membacanya, jagalah kewajiban shalat, tunaikanlah zakat yang wajib atas kalian, dan bersedekahlah pada jalan-jalan kebaikan dari harta kalian dalam rangka mencari wajahNya. Apa yang kalian lakukan berupa kebaikan-kebaikan dan ketaatan-ketaatan, kaian pasti akan mendapatkan balasannya di sisi Allah pada Hari Kiamat lebih baik dari apa yang kalian lakukan, dan lebih besar balasannya. Carilah ampunan Allah dalam segala keadaan kalian, sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maga Penyayang terhadap kalian.

Manfaat bilangan pecahan bagi kehidupan menurut pandangan Al- Qur’an sangat banyak seperti yang sudah dijelaskan diatas pada surat Al-muzzamill ayat 20 beserta tafsirannya. Ada juga manfaat bilangan pecahan untuk kehidupan yaitu:

Belajar pecahan itu sangat mudah dan lugas, yang harus anad lakukan hanyalah berpegang pada fundamental. Selain itu, persiapan penting untuk menghindari kesalahan, ia memiliki banyak penerapan di dunia

nyata. Representasi kehidupan nyata membuat pecahan mudah dipahami karena konsepnya dapat dilihat secara langsung dan anda dapat melihat tujuan dibalik teori matematikanya. Pecahan banyak digunakan di beberapa bidang dalam kehidupan seperti:

  1. Pekerjaan konstruksi

Untuk menimbang apa pun, biasanya orang menggunakan satuan seperti inci dan kaki.

  1. Dapur dan resep

Ini mungkin terdengar sedikit mengeutkan, tetapi memang faktanya seperti itu. Ambil seperempat sendok the bahan ini dan tiga perempat tepung ini. Tanpa gagasan pecahan, maka akan sulit untuk mengungkapkannya jumla tersebut saat memasak.

  1. Sains dan teknologi

Penggunaan pecahan sangat luas dalam bidang sains dan teknologi. Saat mengukur jumlah yang sangat kecil atau besar, kebanyakan ilmuwan menggunakan gagasan pecahan. Kita asumsikan jika dua perempat materi X ada di pelat dan seperempat materi Y juga ada di pelat itu. Pecahan menyederhanakan tantangan dengan memungkinkan seseorang membedakan jenis sel.

Jangan Lewatkan