oleh

Kongres Pertama Di Aceh Komite Mualilmin Atjeh Sumatera MeurDeka ( KMASM)

 

Aceh Utara, Baranewsaceh.co — Para Ulama Atjeh Serta Panglima GAM Ban Sigom Atjeh Saat ini rapat tentang mengenai acara Do’a bersama untuk menyambut bulan suci ramadhan 1442 H serta samadiah akbar untuk para syuhada Atjeh Ban sigom donya dan Tujuan untuk tulak bala bentuk yang mengganggu islam di Atjeh di gelar di Jalan medan – Banda Aceh Gampong Mancang kecamatan Samudera Pase,( Geudong Mirah) Senin 5/3/21 Siang.

Dalam Geudong Mirah ini sejumlah Kombatan GAM baik dari daerah maupun di luar daerah Wilayah masing-masing yang ada di Samudera pase dengan hadirnya Tgk Ni, Cage, ketua komite I DPD RI Fachrul dan Sejumlah Panglima Lainnya di Geudong Mirah.

Tgk ni,, Selaku Ketua komite Muallimin Aceh Sumatera Merdeka Bansigom mengatakan, meminta UUPA sama pemerintah bisa di atur sendiri oleh pemerintah Aceh, Karena selama 16 Tahun berjalan perdamaian di aceh pemerintah pusat dinilai belum sepenuh nya di berikan kewenangan untuk aceh selama ini dinilai telah menghianati masyarakat aceh.

Kongres pertama ini dilakukan oleh komite mualimin aceh merupakan yang pertama sekali dilakukan dalam acara tersebut seluruh jajaran Gam Aceh dan juga eks Gam libya, dan kami Mualimin Aceh mengambil jalan tengah sehingga mengadakan Kongres ini untuk mencari solusi yang damai untuk terwujud nya perjanjian ini, dan menyampaikan semua inspirasi daripada hasil Kongres ini kepada pemimpin kami terutama dan ke pihak lainnya, Tgk ni melihat tapi belum juga selesai, kalau selesai pun setengah-setengah kadang ada UUPA( Ikoh inoe, ikoh ideh,) Arti kata, Potong Sini, Potong Sana, jadi harus penuh dan sesuaikan.

Ketua komite I DPD RI Fachrul ia hari ini mengatakan bahwa dirinya salah satu Saksi acara ini, Komitmen dari para pimpinan KPA di seluruh Aceh layak untuk menjaga perdamaian, Dan Perdamaian ini harus menjaga karena itu adalah sebuah kunci perdamaian komitmen pemerintah pusat harus benar-benar segera menyelesaikan MoU Helsinki yang hari ini belum selesai, Ujarnya

Katanya, saya berpegang teguh terhadap perdamaian MoU Helsinki agar tidak terjadi hal- hal yang tidak kita inginkan, oleh karena itu gejola di lapangan dengan adanya tidak Puasan masyarakat, Hari ini pimpinan GAM mualimin Aceh berkumpul untuk menyatukan sikap agar tidak terprovokasi dengan pihak perdamaian Aceh dan ingin membawa Aceh ke jurang konflik, Saya adalah jadi Saksinya.

Perdamaian ini akan kuat jika pemerintah pusat kalau benar-benar merealisasikan butir MoU , dan hari ini pemerintah pusat menunjukkan di tahun 16 kelemahan nya didalam melakukan Inplotasi MoU dan komitmen nya pun sangat rendah dari kesabaran dari pimpinan GAM maupun kesabaran muallimin Aceh yang melihat realita politisi selama 16 tahun ketidak konsistenan pusat namun juga pimpinan GAM dan mualimin saat ini masih sabar.

Selanjutnya,, Undang-undang Pemerintah Aceh dengan Helsinki ketika undang undang Aceh di sah kan itu bertentangan MoU dengan Helsinki dari permasalahan pokok awal adalah, Ketika undang-undang Aceh di sah kan itu bertentangan MoU Helsinki dan terjadi reduksi kelemahan pasal-pasal MoU Helsinki yang di ambil dalam undang-undang Pemerintah Aceh, Dan di lemahkan lagi dalam peraturan pemerintah, artinya kekhususan Aceh tidak ada kewenangan dan kita menjaga Aceh damai,

Katanya, NKRI harus benar-benar menghargai rakyat Aceh dan rakyat Aceh begitu sabar dalam menghadapi saat ini perjanjian selma 16 Tahun saat ini belum terealisasi, dan siapapun yang jadi menteri dan jadi pimpinan di Republik ini kalau tidak konsisten dengan perdamaian ini jadi permasalahan besar, Jadi dunia internasional juga harus tahu bahwa permasalahan Aceh hari ini ketidak konsistenan pusat dan ketidak konsistenan pemerintah pusat yang tidak merealisasikan perjanjian MoU Helsinki. (Munawir)

News Feed