oleh

Kondisi Jembatan lintas Indra Makmu Julok, Seperti Tidak Bertuan, Maut Menanti Korban

Aceh Timur, Baranewsaceh. co – Kondisi jembatan penghubung 2 kecamatan Indra makmu Julok rusak parah dan seolah tidak ada perhatian serius dari Pemerintah.
Empat Jembatan Kayu lintas kecamatan tersebut sudah rusak parah semenjak 3 bulan yg lalu dan tidak ada tanggapan serius dari pihak pemerintah daerah.

Padahal jln tersebut hampir setiap hari di lalui oleh perusahaan PTPN, PT Tualang Raya dan beberapa usaha galian c milik Perusahaan swasta setempat.

Di temui di salah satu cafe di Kuta binje Darwin aktivis sosial yg juga putra Indra makmu mengecam keras tindakan pemerintah yg dinilai buta akan keadaan Indra Makmu dan Julok “Pemerintah kita kalo kita bilang masalah Indra makmu Julok itu seolah2 dan tutup telinga.

Mereka tidak pernah perduli dgn keadaan kami di sini yg mereka lihat Hanya hasil bumi kami kalo kenyamanan kami masyarakat mana mereka peduli Krn gk ada saham dan fee di masyarakat” tandas Darwin Eng.

Ditambahkan “Jgn cuma karna kalah kontestasi politik kami di sini jadi anak tiri yg mereka pedulikan cuma hasil daerah kami saja,

Saya sangat menyayangkan pemerintah selama ini yg hanya bisa pencitraan saja,
Mereka menghabiskan hasil bumi kami Hanya untuk acara-acara tidak penting padahal mereka tau yg kami butuhkan bukan itu, “Tolong berikan hak2 kami masyarakat jgn kami hanya di jadikan sapi perah Aceh timur tapi masyarakat kami menjerit mencari keadilan tapi tak pernah di dengar” kata aktifis Indra Makmu.

Saya juga menyayangkan sikap PTPN dan swasta di Indra makmu yg tidak peduli dgn keadaan ini,

Saya mengharapkan ketegasan pemerintah terkait hal tersebut kalau memang mereka tidak bisa berkontribusi untuk masyarakat Indra makmu Julok lebih baik idzin mereka di cabut atau ganti saja siapa yg berulah di lingkungan PTPN,
Kami masyarakat sudah sangat jenuh dgn keadaan tersebut. Kalau memang kami tidak di perhitungkan lagi jgn jadikan kami sapi perah.

Terpisah salah seorang Manajer Kebun di lingkungan PTPN I yang ditemui awak media di kantor Manajer JRU Gufran, menyebutkan bahwa sebenarnya tanggung jawab jalan adalah kewenangan Pemerintah, karena perusahaan kan sudah bayar pajak, “Perusahaan kan sudah bayar pajak, terkait pemeliharaan dan pembangunan itu menjadi tanggung jawab Pemerintah” tandas Gufran saat ditemui awak media Jum’at ( 6/12) di disela sela kunjungan komisaris ke Kebun JRU saat itu. (Nurdin)

News Feed