oleh

Kominfo Gelar Literasi Digital di Kabupaten Bireuen, Bahas Melawan Ujar Kebencian di Dunia Maya

Selasa, 24 Agustus 2021, Jam 13.30 WIB

BIREUEN, BARANEWS ACEH.CO Bapak Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital. Ditindak lanjuti oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika memiliki target hingga tahun 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital dengan secara spesifik untuk tahun 2021. Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi dibidang digital. Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Sebagai Keynote Speaker adalah Gubernur Provinsi Aceh yaitu, Ir. H. Nova Iriansyah, M.T., dan Bp. Presiden RI Bapak Jokowi memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

SAMUEL BERRIT OLAM (Direktur Utama Malline PT. Malline Teknologi Internasional), pada pilar KECAKAPAN DIGITAL. Samuel memaparkan tema “MELAWAN UJARAN KEBENCIAN DI DUNIA MAYA”. Dalam pemaparannya, Samuel menjelaskan pengguna internet di Indonesia semakin lama semakin berkembang hal ini juga yang mendasari penggunanya harus memiliki kecakapan atau kemampuan literasi digital yang baik dalam pemanfaatannya agar tidak terkena tindak pidana karena ketidaktahuan terhadap aturan-aturan yang berlaku dalam menggunakan media digital. Media sosial dalam kehidupan sehari-hari menggunakan perangkat digital yang dimiliki pastinya penggunanya pun harus paham terhadap hal-hal tersebut, antara lain tidak sembarangan menyebarkan informasi serta tidak sembarangan mengunggah informasi yang dapat menggiring opini publik ke arah negatif, karena sudah ada hukuman yang menanti ketika menebarkan ujaran kebencian di media digital.

Dilanjutkan dengan pilar KEAMANAN DIGITAL, oleh DR. SITI NABILAH, S.SOS., M.SI (Praktisi Pendidikan (Dosen). Siti mengangkat tema “PERAN ORANG TUA DALAM MEMBERIKAN PENGAJARAN TENTANG KEAMANAN INTERNET UNTUK ANAK-ANAK”. Siti membahas manfaat internet meliputi, sarana mencari informasi, sarana mempermudah mencari referensi, sebagai sarana pembelajaran, menyediakan fasilitas multimedia, mendorong kreativitas dan kemandirian, sarana pendidikan jarak jauh, serta sarana penyimpanan informasi. Bahaya internet meliputi, cyber bullying, cyber stalking, phishing, cyber gambling, dan cyber fraud. Peran orang tua tentang keamanan internet untuk anak dengan membangun komunikasi yang baik, memberikan kepercayaan, mengedukasi anak tentang manfaat dan bahaya internet, serta kontrol aktivitas anak saat mengakses internet.

Ada beberapa sikap anak yang perlu orang tua perhatikan saat anak berinternet antara lain, menerima pesan yang tidak biasa, menutup layar monitor dengan cepat, mengakses internet saat larut malam, mengubah password dan tidak mau memberitahukannya pada orang tua, memisahkan diri dari keluarga dan teman, serta orang tua menemukan gambar atau file tidak senonoh di komputer. Jika mendapati anak mengakses konten negatif, yang harus orang tua lakukan ialah, menangkap perasaan anak, cek pemahaman, lakukan debrief, serta persepsi yang tepat. Bagi orang tua yang mengizinkan anak untuk mengakses internet, mulai untuk mendiskusikan pada anak mengenai kebutuhannya, resikonya, dan tanggung jawabnya.

Pilar BUDAYA DIGITAL, oleh HAMDANI, SE., MSM (Jurnalis dan Akademisi). Hamdani memberikan materi dengan tema “MEMAHAMI KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA (KAB) DALAM RUANG DIGITAL”. Hamdani membahas komunikasi dalam semua konteks merupakan persamaan dalam hal unsur-unsur dasar dan proses komunikasi manusia, tetapi ada pengaruh kebudayaan yang tercakup dalam latar belakang pengalaman individu membentuk pola persepsi, pemikiran penggunaan pesan verbal dan nonverbal serta hubungan2 antaranya. Maka variasi kontekstual, merupakan dimensi tambahan yang mempengaruhi proses KAB. Konteks sosial khusus tempat terjadinya KAB memberikan pada para partisipan hubungan antar peran, ekspektasi, norma dan aturan tingkah laku yang khusus. Istilah yang berkaitan dengan kab, meliputi komunikasi dengan latar belakang ras yang berbeda, komunikasi yang melibatkan orang-orang dari budaya pokok yang berkomunikasi dengan orang dari subbudaya, komunikasi kelas sosial, serta unit-unit subbudaya yang cukup menonjol.

Dalam komunikasi di dunia maya, masyarakat harus memahami budaya yang berbeda. Keberagaman adalah anugerah. Perbedaan adalah anugerah, karena ibarat kebun bunga, jika seragam, maka keindahan tidak kan terlihat. Sudah banyak sekali contoh-contoh kejahatan di dunia maya, seperti fitnah, hoax dan memakan korban yang tak perlu. Untuk itu, kejahatan di dunia maya harus masyarakat hentikan bersama dan lawan mulai dari sekarang.

Narasumber terakhir pada pilar ETIKA DIGITAL, oleh DR. MARWAN HAMID, M.PD (Rektor Universitas Almuslim”. Marwan mengangkat tema “JANGAN ASAL KLIK DI INTERNET”.  Marwan menjelaskan salah satu faktor utama bahaya di internet, yaitu penggguna atau identitas digital yang kurang cakap dalam berselancar di internet atau informasi digital. Pengguna yang seperti ini mudah terperangkap pada jebakan yang telah dipasang oleh oknum di internet. Salah satunya, jebakan yang bernama phising. Phising merupakan upaya untuk mendapatkan informasi data seseorang dengan teknologi pengelabuan. Jenis phising, meliputi email phising, whaling, spear phising, dan web phising.

Cara mengatasi phising, antara lain selalu perbarui informasi terkait phising, selalu cek siapa pengirim email, jangan asal klik link yang diterima, pastikan keamanan website yang diakses, gunakan browser versi terbaru, waspada ketika dimintai data pribadi, cek akun online anda secara rutin, gunakan autentikasi dua fakor, serta lakukan scan malware secara berkala.

Webinar diakhiri, oleh IRFADILLAH (Theatre Actor, Penyanyi, dan Influencer dengan Followers 15,9 Ribu). Irfadillah menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber, berupa media sosial dalam kehidupan sehari-hari menggunakan perangkat digital yang dimiliki pastinya penggunanya pun harus paham terhadap hal-hal tersebut, antara lain tidak sembarangan menyebarkan informasi serta tidak sembarangan mengunggah informasi yang dapat menggiring opini publik ke arah negatif. Sikap anak yang perlu orang tua perhatikan saat anak berinternet antara lain, menerima pesan yang tidak biasa, menutup layar monitor dengan cepat, mengakses internet saat larut malam, mengubah password dan tidak mau memberitahukannya pada orang tua, memisahkan diri dari keluarga dan teman, serta orang tua menemukan gambar atau file tidak senonoh di komputer.

Dalam komunikasi di dunia maya, masyarakat harus memahami budaya yang berbeda. Keberagaman adalah anugerah. Perbedaan adalah anugerah, karena ibarat kebun bunga, jika seragam, maka keindahan tidak kan terlihat. Sudah banyak sekali contoh-contoh kejahatan di dunia maya, seperti fitnah, hoax dan memakan korban yang tak perlu. Untuk itu, kejahatan di dunia maya harus masyarakat hentikan bersama dan lawan mulai dari sekarang. Cara mengatasi phising, antara lain selalu perbarui informasi terkait phising, selalu cek siapa pengirim email, jangan asal klik link yang diterima, pastikan keamanan website yang diakses, gunakan browser versi terbaru, waspada ketika dimintai data pribadi, cek akun online anda secara rutin, gunakan autentikasi dua fakor, serta lakukan scan malware secara berkala.

News Feed