Koalisi Masyarakat Sipil Menolak Rencana Penambahan 22 Kodam Baru

Redaksi Bara News

- Author

Kamis, 14 Maret 2024 - 02:14 WIB

50623 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Koalisi Masyarakat Sipil Reformasi Sektor Keamanan yang terdiri dari berbagai organisasi masyarakat, di antaranya Imparsial, Centra Initiative, Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI), KontraS, Public Virtue, YLBHI, serta belasan lembaga lainnya, meminta Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto untuk tidak melanjutkan wacana penambahan 22 Kodam baru.

Langkah Markas Besar TNI yang terus melanjutkan rencana penambahan Kodam dinilai tidak memiliki visi yang sesuai dengan semangat reformasi, Khususnya reformasi angkatan bersenjata.

Dalam pernyataan sikap Koalisi Masyarakat Sipil, Rabu (13/3) menyebut, Mabes TNI harus menghentikan rencana penambahan Kodam untuk semua provinsi Indonesia. Penambahan tersebut bakal membuat Kodam ada di setiap provinsi di Tanah Air.

Menurut koalisi, penambahan 22 Kodam baru tidak relevan untuk memperkuat pertahanan negara. Pasalnya, peningkatan jumlah Kodam berakar dari persepsi adanya ancaman internal, bukan eksternal. Hal tersebut akan mengakibatkan para prajurit TNI lebih fokus mengurusi isu sosial dan politik di dalam negeri bukan fokus ke tugas pokoknya dalam menghadapi ancaman eksternal dari negara lain.

Mereka menyampaikan bahwa, eksistensi komando teritorial, seperti Kodam atau Koramil (Komando Rayon Militer), tidak lagi memiliki relevansi dan signifikansi dengan konteks ancaman yang dihadapi Indonesia sebagai negara kepulauan.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Pemerasan SYL, Kapolda Metro: Tak Bisa Dihentikan Tiba-tiba

“Koalisi mendesak pemerintah dan DPR segera melakukan restrukturisasi komando teritorial dan digantikan dengan model postur dan gelar kekuatan militer yang lebih kontekstual dengan dinamika ancaman dan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan,” kata mereka.

Sebelumnya, rencana pembangunan 22 Kodam baru disampaikan oleh Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto dalam Rapim TNI Polri 2024 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Rabu, 28 Februari 2024.

Penambahan itu akan membuat jumlah total Kodam di Tanah Air yang saat ini 15 menjadi 37. (Red).

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Resmi, Kementerian PAN-RB Izinkan ASN WFH 16-17 April 2024
TNI-Polri Buru Kelompok OPM Penembak Danramil Aradide
Polri Ungkap Penyebab Kecelakaan Maut di Tol Japek KM 58
Korban Kecelakaan Mudik Lebaran 2024, Kakorlantas Polri Beri Trauma Healing
RIB Tegaskan Agar Jokowi segera Ganti Menteri, Wamen & Komisaris BUMN Yang Inkonsistens
Ahli Prabowo-Gibran: MK Tak Berwenang Adili Pencalonan Gibran
Sidang Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2024
DKPP Jelaskan Putusan Pelanggaran Etik Ketua KPU Terkait Pencalonan Prabowo-Gibran

Berita Terkait

Sabtu, 13 April 2024 - 22:45 WIB

Iran Kelihatan Belum Siap Hadapi Israel?

Kamis, 11 April 2024 - 18:21 WIB

Pemuda Bireuen Gelar Silaturrahmi Akbar

Selasa, 2 April 2024 - 04:26 WIB

Pemuda HKTI Bireuen Sampaikan Harapan Kepada Kadis Pertanian Untuk Pengembangan Sektor Pertanian Yang Berkelanjutan.

Sabtu, 30 Maret 2024 - 21:27 WIB

Ini Kata Polisi Soal Video Pemasangan Bendera Bulan Bintang di Polsek Samalanga

Rabu, 27 Maret 2024 - 03:45 WIB

Pilkada Bireuen: Sosok H Mukhlis dan Ayah Fud Pontensi Besar Bersanding

Selasa, 19 Maret 2024 - 21:30 WIB

Stop!!! Perambahan Paya Nie untuk Kelapa Sawit!

Senin, 18 Maret 2024 - 04:32 WIB

Kejari Bireuen Geledah Kantor PNPM Jeunieb

Jumat, 23 Februari 2024 - 20:11 WIB

Umuslim Teken MoU dengan Unsam Langsa

Berita Terbaru

PERISTIWA

Sebanyak 14 Orang Meninggal Akibat Tanah Longsor di Tana Toraja

Minggu, 14 Apr 2024 - 20:03 WIB

NASIONAL

Resmi, Kementerian PAN-RB Izinkan ASN WFH 16-17 April 2024

Minggu, 14 Apr 2024 - 00:52 WIB