oleh

Klinik Kopi”, Inovasi Terbaru Dari Inspektorat Bener Meriah

Bener Meriah Baranewsaceh. co – Sebagai  wadah berbagi informasi menyan gkut data dan peraturan terbaru, serta sebgai ruang konsultasi dalam mengelola keuangan daerah. Pihak Inspektorat Kabupaten Bener Meriah membuat sebuah inovasi dalam pelayanan konsultasi pengawasan dengan nama “Klinik Konsultasi Pengawasan Intern” (Klinik Kopi).

Hal tersebut mengacu pada misi Bupati Bener Meriah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Tahun 2017 – 2022 yaitu tentang  “Mewujudkan Pelayanan Prima sebagai Wujud Reformasi Birokrasi”.

Penuturan tersebut disampaikan oleh Inspektur  Inspektorat Bener Meriah Mawardi, S.Ag, M.Sos kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Drs. Haili Yoga, M.Si di Ruang Klinik Kopi Kantor Inspektorat, komplek oerkantoran pemda Serule Kayu. Rabu, 22/1/2020.

Lebih lanjut Mawardi menjelaskan, Klinik Konsultasi Pengawasan Intern ini merupakan implemetasi dari APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) dalam melakukan pembinaan dan pendampingan pada pengelola keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan unit kerja Kecamatan serta Kampung dalam lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bener Meriah. Jelasnya.

 

Mawardi juga menyebutkan bahwa Klinik Kopi ini diawali dengan membentuk Tim yang melibatkan seluruh APIP, terutama bagi mereka yang telaah memiliki kompetensi dan keahlian dalam menganalisa serta mampu menyelesaikan masaalah, komunikatif, ujarnya.

“Untuk itu kami akan menyediakan ruangan khusus di Inpektorat untuk “Klinik Kopi”, dan nantinya secara bertahap juga akan dibangun Sistem Informasi Manajemen Konsultasi, dalam bentuk website, dengan harapan akan mempermudah dalam menyelesaian masalah”. Ungkapnya.

Sementara itu menyangkut tujuan Inovasi Klinik Kopi adalah, sebagai rencana pedoman bagi pengguna dan pemberian layanan dalam melaksanakan Klinik Kopi, yang bermuara kepada mengatur tatacara penggunaan layanan dan mengatur tatacara pemberian layanan sedangkan sasaran yang ingin kita capai adalah terciptanya tata kelola Pemerintahan yang bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) tegasnya.

Sedangkan ruang lingkup Klinik Kopi menyangkut pengadaan barang dan Jasa Pemerintah, Pengadaan Barang dan Jasa di Desa, Penatausahaan Keuangan dan Aset milik daerah dan Desa, seeta tindak lanjut dari Hasil Pengawasan serta Pengaduan Masyarakat dalam bentuk konsultasi

Disisi lain Sekda Drs. Haili Yoga meyampaikan afresiasi Dan mengucapkan terimakasih kepada Inspektorat Bener Meriah yang telah membuat Inovasi Dan trobosan baru, dengan harapan kedepannya kita bisa terhindar dari yang namanya KKN. Pungkasnya. (DN)

News Feed