oleh

Khumaira Tsamara si Ulu Bere Yang Tangguh

Takengon Baranewsaceh. co –  Khumaira Tsamara adalah sosok anak sulung yang tangguh. Ditengah perjuangannya menjadi salah seorang peserta kontes Liga Dangdut Indonesia, ternyata, Khumaira menyimpan kisah pilu. Namun, Khumaira bisa menyimpan erat dibalik suara merdunya. Tapi Nita Thalia, yang menjadi juri penilai suara Khumaira, membaca ada beban psikologis. Saat Khumaira menyanyikan lagu Payung Hitam. Khumaira yang ditanya Nita Thalia, awalnya menjawab selogis mungkin. Namun Nita Thalia merasa jawaban itu ,tidak jujur. Khumaira Tsamara akhirnya jujur berkisah.

Saat berkompetisi di LIDA, dengan puluhan peserta dari Indonesia sang Ama ( Ayah-red) sedang sakit. Parahnya, Ama Khumaira belum sempat berobat akibat tidak memiliki dana. Sang Ama yang petani, harus membiayai Khumaira yang kuliah dan dua adiknya. Sehingga tidak cukup uang untuk berobat. “Semua biaya hidup sangat tergantung pendapatan ama yang petani”, ungkap Khumaira.

Khumairapun tak mampu menahan air matanya. Nita Thalia bangkit dan memeluk Khumaira. Benigno dan Nasar ikut larut dan berusaha menahan air mata pilu.

Kisah sedih Khumaira Tsamara, tidak berhenti sampai disana. Menurut Yusradi Usman, tutur Paman Khumaira, mengungkapkan. Setelah bencana gempa bumi Aceh Tengah, tahun 2013. Khumaira tinggal di rumah sederhana, berdinding seng.
“Rumah Khumaira rusak dan belum diperbaiki hingga kini”, rinci Yusradi. Demi menahan rasa dingin,hujan dan panas, Ama Khumaira menutup dinding rumahnya dengan seng bekas.

Khumaira Tsamara dihadapan juri, Benigno dan Nasar bertekad akan berlatih dan berusaha membahagiakan keluarganya di Gele Lah Blang Gele, Takengon. Khumaira Tsamara sudah berusaha. Ikhtiar. Soal hasil, biarlah waktu dan Doa yang menjawabnya. Karena kita tak tahu apa yang terjadi besok.

Dua wakil Aceh lainnya ke Lida 2020 adalah Marisa Padila dari Bener Meriah dan Cut Mutiara Tairas Imris dari Banda Aceh. Paya Serngi, 22 Januari 2020 (Win Ruhdi Bathin)

News Feed