oleh

Ketua SRI Aceh meminta Gubernur Aceh Segera Lantik SKPA Baru

ketua Sentral rakyat independe (SRI) aceh,abu khaidir

Banda Aceh/ Baranews .Ketua sentral rakyat independen Aceh Abu khaidir mendesak gubernur aceh ir nova iryansyah segera melaksana pergantian kepala skpa,kerna kita lihat semalama ini kinerja nya. Sunggu tdk baik,apa lagi kita bisa melihat ada beberapa skpa yg sudah dicopot jabatan nyan yaitu

1. Kadis Koperasi dan UKM, Dr Wildan MPd. Untuk mengisi kekosongan posisi kadis sementara ditunjuk pelaksana tugas yakni Kadis Perindag Aceh, Ir Tanwir.

2. Kepala Arpus Dr Roeslan Abdul Gani. Untuk mengisi posisi kepala Arpus sementara ditunjuk pelaksana tugasnya Sekretaris Arpus, T Miftah.

3. Direktur RSUZA, Dr Azharuddin, sebagai pelaksana tugasnya ditunjuk Wadir Pelayanan, Dr Endang.

4. Wadir Umum RSUZA, Muhazar, sebagai pelaksana tugasnya ditunjuk Kabag Program RSUZA, dr Iramaya.

5. Wadir Penunjang Fachrul Rizal, ditunjuk pelaksana tugasnya Kabag Logistik, Yusrizal.

6. Direktur RSIA, Nyak Rinda, ditunjuk pelaksana tugasnya Kadiskes Aceh, dr Hanif.

7. Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Ir Syahrial, ditunjuk sebagai pelaksana tugasnya Kadistanbun Aceh, Abdul Hanan, SP, MP.

Ini ada beberapa skpa lagi yg kosong seperti kadis pendidikan aceh, kepala biro pengadaan barang dan jasa,staf ahli gubernur,dan ada biro pembangunan.

bisa kita lihat lemahnya kinerja skpa seperti kepala BPSDM,dinas DKP Aceh dan dinas perternakan aceh,mukin ini masih banyak skpa lain yg kinerja lemah.ini kalau gubernur aceh membirkan kekosongan ini lama makan sangat berpegaruh hasil capai atau program pembangunan kedepan,

Ketua sri aceh abu khaidir,memintak nova iryansyah untuk segara berkordinasi dgn KASN.memintak Rekomendasi perpanjang hasil fit yang diterbitkan oleh KASN dalam Pengisian JPT,sebagaimana yg di atur dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil.

sekarang ini banyak yg kosong,ini sunggu tidak baik bagi pemerintah aceh dalam hal ini gubernur aceh nova iriansyah,membiarkan pejabat nyan di isi oleh plt,ini membuktikan bagaimana kinerja skpa sekaran,dan kita bisa melihat bagaimana lemah nya dalam.penyusunan anggaran APBA thn 2021,begitu banyak permasalahanyan yg kita lihat,dan ini terbukti dana DAK yg di potong atau hilang dalam hasil koreksi mendagri.

Dirjen Keuangan Daerah juga mengingatkan bahwa dalam RAPBA yang diusulkan terdapat Dana Alokasi Khusus (DAK), yang seharunya terpenuhi secara utuh dan tidak boleh diganti tetapi itu juga dibatalkan oleh Kemendagri. “Dalam evaluasi DAK yang seharunya utuh tidak boleh diganti atau diotak-atik itu juga dibatalkan, nah itu juga melebelkan seakan-akan DAK itu diambil atau juga uangnya disedot oleh DPRA untuk memperjuangkan pokirnya,” meskipun awalnya RAPBA 2021 senilai Rp 14,1 triliun, Dana Alokasi Khusus (DAK) sudah masuk dalam RAPBA 2021 tersebut, apalagi ketika RAPBA 2021 menjadi Rp 16,9 triliun, tentu DAK juga sudah masuk, hanya tinggal dilebelkan di setiap dinas. “Berarti ada kesesuaian yang tidak tepat, menurut saya tim TAPA sudah tidak jeli juga dan tidak mengontrol para SKPA untuk menentukan nilai pemenuhan dari DAK itu, dan itu sudah keterlaluan karena anggaran senilai Rp 1,4 triliun itu cukup besar, dan itu harus dikembalikan secara otomatis tidak boleh ngak dikembalikan,”

Ini terbukti bahwa kinerja skpa lemah dalam.mengotrol program atau anggaran yg terlah di sediakan,kami menggharap gubernur aceh dalam hal ini Ir nova iryansyah harus berani menggambil sikap tegas.ucap ketua Sentral rakyat independe (SRI) aceh,abu khaidir

News Feed