oleh

Ketua Lemkaspa ATIM: Bila Warga Terus Membandel, Dampak Corona Bisa Lebih Parah Dari Tsunami

UPDATE COVID-19 NASIONAL

Global

3512
Confirmed
306
Deaths
282
Recovered

Aceh Timur, Baranewsaceh.co  – Penyebaran Virus Corona belum bisa di bendung, angka kematian terus mengalami peningkatan di berbagai dunia, tak terkecuali Indonesia, angka kematian terus bertambah setiap hari nya, pemerintah beserta seluruh unsur pimpinan daerah telah berupaya membuat berbagai seruan dan langkah langkah pencegahan, namun langkah tersebut dianggap belum maksimal mengingat masih banyak warga yang tidak patuh dengan himbauan tersebut. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPC Lemkaspa Aceh Timur Sanusi Senin, 23 Maret 2020.

“Masih banyak warga yang belum patuh terhadap seruan pemerintah, seruan para ulama untuk bersama sama melakukan pencegahan penyebaran covid-19, hal ini terlihat masih banyak warga yang nongkrong di warkop, serta tempat tempat keramaian lainnya,” ujar Ketua Lembaga Kajian Strategis dan Kebijakan Publik (Lemkaspa) Cabang Aceh Timur, Sanusi Madlli.

Sebagaimana diketahui, jumlah Orang Dalam Pengasawan (ODP) Covid-19 di Aceh kian bertambah, menurut data yang dirilis oleh Pemerintah Aceh, melalui Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani (SAG) diberbagai media, data ODP pada jum’at sebanyak 65 orang, sabtu menjadi 84 orang, dari data tersebut menunjukkan ada peningkatan ODP di Aceh, meskipun belum ada yang dinyatakan positif.

“peningkatan jumlah ODP ini patut menjadi renungan bagi kita, agar patuh pada seruan seruan pemerintah, sebagai ikhtiar kita untuk memutuskan rantai penyebaran covid-19, sebelum ada yang dinyatakan positif, bila sudah ada yang positif, maka sangat berpeluang, satu arena pasien berubah menjadi zona merah,” lanjut sanusi

Sanusi menambahkan, bila masyarakat tetap membandel, tidak disiplin, bencana wabah covid-19 ini bisa lebih parah dampak nya dari tsunami, betapa tidak, disaat tsunami masih ada Negara donor yang membantu, masih ada relawan dari berbagai daerah datang membantu, sementara saat sekarang, Negara didunia ini sedang focus menangani masalah di Negara nya sendiri.

“dulu saat tsunami, banyak bantuan datang dari berbagai Negara, banyak relawan yang bersedia mengangkat mayat yang bertebaran, karena tidak ada resiko, berbeda dengan pasien corona, orang orang tidak akan berani menyentuh, khawatir terinfeksi, keluarga juga tidak berani mendekat, apalagi mengurusi jenazah, karena pengurusan jenazah pasien corona ada standar tersendiri,” ungkap sanusi

Oleh karena itu, sanusi mengajak masyarakat supaya benar benar menyadari akan wabah ini dan patuh pada seruan pemerintah, sebelum terinfeksi, bila sudah terinfeksi, maka harus di isolasi, dan tidak boleh dijaga oleh keluarga, satu terinfeksi sangat berpeluang untuk tersebar satu keluarga, satu kampung, ini virus bukan penyakit biasa.

“mari kita saling menjaga diri, keluarga serta masyarakat luas dengan menjalankan segala seruan pemerintah, jangan sampai menyesal di kemudian hari, tidak ada yang kebal diantara kita, semua berpeluang terinfeksi, mari kita kuatkan ibadah serta do’a kepada Allah agar kita semua terhindari dari wabah ini, ikhtiar harus terus kita lakukan, selanjutnya bertawakkal kepada Allah,” tutup sanusi, (Red)

[COVID-19]

News Feed