oleh

Ketua BEM Unimal Terpilih Diduga Palsukan IPK Demi Syarat Administrasi, Ini Tanggapan Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan

 

Lhokseumawe, Baranews Aceh | Pemilihan Raya Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Malikussaleh (Pemira BEM Unimal) disinyalir adanya indikasi kecurangan soal data adminstrasi.

Pasalnya, dugaan kecurangan data administrasi dilakukan oleh salah satu pasangan calon beranisial (AR), kuat dugaan KPRM dan DPM juga mengetahui dan ikut terlibat dalam pemanipulasian data indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Mahasiswa tersebut.

Menurut informasi yang di kutip pada media radaraceh.id, atas dugaan itu, pasangan calon C, sempat mengajukan gugatan pada KPRM dan DPM terkait dugaan tersebut, namun ditolak dengan alasan yang dinilai cacat secara Formil.

Hal ini pun membuat khalayak ramai menyorot ketua BEM Unimal terpilih yang tak kunjung dilantik, apakah karena sangkut pautnya dengan adanya dugaan Pemalsuan IPK sehingga Ketua BEM Unimal Terpilih Tak Kunjung Dilantik ?

Mengonfirmasi beredarnya informasi itu, tim Cek Fakta media ini, mencoba menghubungi Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Malikussaleh, Dr. Baidhawi S.P,M.P pada (1/9).

Dr. Baidhawi mengaku bahwa kepengurusan BEM Unimal belum dilantik dan belum ada kepengurusan yang baru.

“Benar, kepengurusan BEM Unimal yang baru memang belum ada, karena belum ada SK yang baru ” ungkap Baidhawi.

Orang Nomor satu di bidang Kemahasiswaan Unimal juga mendengar bahwa adanya polemik protes terkait legalitas proses pencalonan, Tentang niai IPK yang di manipulasi salah satu calon Ketua BEM Unimal.

“Memang ada paslon yang menggugat keabsahan IPK Paslon beranisial (AR)” lanjut Baidhawi.

Dirinya juga menjelaskan bahwa kasus pemanipulasian data indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Mahasiswa tersebut sedang dalam tahap verifikasi oleh pihak Akademik Unimal.

“kita tunggu saja hasil verifikasinya” tutup Dr. Baidhawi. (Munawir)

News Feed