oleh

Kepala Sekolah SDN 2 Lokop Kecamatan Serbajadi Diduga Melakukan Rapat Gelap di Ruangan Sekolah

banner 1155x168

Aceh Timur, Baranewsaceh.co –  Oknum Kepala Sekolah SDN 2 Lokop Kecamatan Serbajadi Kabupaten Aceh Timur diduga melakukan rapat gelap dengan wali murid SDN 2 Lokop pasalnya oknum kepala sekolah tidak membuat surat undangan secara resmi kepada wali murid.

Menurut laporan wali murid Syukur kepada media ini 20 Septemver 2019 di halaman SDN 2 lokop bahwa kepala sekolah memanggil wali murid terkait dugaan penggelapan dana bantuan siswa miskin anggaran tahun 2018 yang lalu.

Kepala sekolah SDN 2 Lokop meminta maaf kepada wali murid SDN 2 Lokop di depan kepala desa Senkualan Jasad bahwa kepala sekolah (S) telah hilaf mengambil dan menghabiskan dana bantuan siswa miskin tersebut, namun kepala sekolah berjanji akan membayar dana bantuan siswa miskin tersebut dalam jangka waktu satu minggu kedepan dan untuk dana bantuan tahun 2019 kita akan menyerahkan buku tabunganya kepada wali murid supaya wali murid yang mengambil dana BSM tersebut secara langsung kata kepsek.

Baca : Kepala Sekolah SDN 2 Lokop Kec. Serbajadi Diduga Gelapkan Dana Bantuan Siswa Miskin (BSM)

Menurut hasil konfirmasi media kepada komite sekolah SDN 2 Lokop Abdurrazak saat ditemui di halaman sekolah SDN 2 lokop 20/09/2019, membenarkan adanya kepala sekolah SDN 2 lokop memanggil wali muritd yang bertujuan untuk meminta maaf sekaligus berjanji akan membayar dana siswa miskin yang telah ditilap oleh kepala sekolah tersebut katanya.

Abdurrazak menambahkan bahwa kepala sekolah SDN 2 Lokop (S) tidak memberikan undangan secara resmi atau Dinas namun kepala sekolah hanya memberitahukan kepada siswanya saja kata Abdurrazak.

21 wali murid mau menerima uang bantuan yang di janjikan kepala sekolah tersebut namun wali murid tidak menerima perbuatan kepala sekolah yang telah melanggar hukum.

Senada dengan itu Hasbalah salah satu perwakilan dari 21 siswa SDN 2 Lokop Kecamatan Serbajadi Kabupaten Aceh Timur meminta kepada kepala sekoah untuk bertanggung jawab atas perbuatanya kepada pihak hukum dan Kami sebanyak 21 wali murid meminta kepada pihak penegak hukum atau pihak kepolisian dan Pemerintah untuk melakukan pengusutan terhadap kepala Sekolah SDN 2 Lokop (s) terkait penggelapan dana BSM anak kami mulai dari Tahun 2018 sampai dengan hari ini 20 September 2019.

Kami sama sekali belum menerima dana bantuan tersebut dan kami atas nama wali murid beserta siswa meminta kepada pihak penegak hukum dan pemerintah Aceh timur untuk menindak tegas prilaku oknum kepala skolah tersebut agar memberikan efek jera kepada para pelaku korupsi di daerah ini agar kedepanya para pelaku korupsi tidak lagi melakukan di sekolah-sekolah manapun tutup Hasbalah,.(Tim)

News Feed