oleh

Kepala Baitul Mal Gayo Lues Abdul Kadir : Rp. 4.555.000.000 Uang Zakat Sudah Tersalur

UPDATE COVID-19 NASIONAL

Global

2092
Confirmed
191
Deaths
150
Recovered

Gayo Lues. Baranewsaceh.co – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues melalui Badan Pengelola Keuangan Kabupaten (BPKK), bersama Baitul Mal setempat menjelaskan mekanisme penyaluran zakat tahun 2019, di Ruang Aula BPKK, pada acara Konferensi Pers, Kamis (27/02).

Disampaikan Kepala BPKK Muktharudin, SE, MAP, pihaknya tidak sedikitpun keberatan menyampaikan tentang jumlah dan penyaluran zakat, baik yang sudah terkumpul atau yang sudah direalisasikan kepada Baitul Mal. “Kami terbuka untuk semua pihak tentang informasi ini” kata Muktharudin.

Jika ada pihak tertentu yang ingin mengetahui tetang mekanisme penyaluran zakat dan berapa jumlahnya yang masih tersimpan di rekening zakat, bisa langsung ditanya kepadanya, “Kami punya data dan bukti penyaluran, silahkan langsung menghubungi kami jika ada yang ingin mengetahuinya” ujar Kepala BPKK itu.

Dijelaskan Muktharudin, jumlah uang zakat yang dikumpulkan BPKK pada tahun 2019 sebesar Rp.14.112. 182. 924,59, sumbernya macam-macam, ada dari zakat PNS, Rekanan/Kontraktor dan pribadi, namun jumlah ini sudah berkurang lantaran sudah ditransfer ke rekening Baitul Mal sebesar Rp.4.555.000.000 dan sisanya untuk saat ini sebesar Rp.9.557.182.924, 59.

“Sisanya tersebut masih di rekening zakat di BPKK, tidak ada yang hilang. Jadi semua proses pengumpulan dan penyaluran kami lakukan sesuai dengan ketentuan, pihak kami bertanggung jawab mengenai hal ini dan bisa dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.

Selanjutnya Ketua Baitul Mal Gayo Lues Tgk Abdul Kadir juga menerangkan tentang zakat yang sudah tersalur kepada umat. Untuk persoalan uang zakat yang sudah ditransfer ke rekening Baitul Mal dari rekening zakat pada tahun 2019 sebesar Rp.4.555.000.000 pada tanggal 16 Mei 2109 dan semuanya sudah disalurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan ketentuan yang berlaku, dan sisanya masih ada di rekening zakat milik keuangan daerah.

“Kegunaannya untuk fakir kami bagikan sebesar Rp.1.000.000/Orang untuk 700 orang, kemudian fakir miskin Rp. 2.000.000/Orang untuk 1300 orang. Untuk dagang Rp. 778.000.000dan sisanya juga sudah kami gunakan dan ini bisa pertanggungjawaban, tentunya ini pun kegunaannya untuk kepentingan umat, seperti kebakaran, dan bencana alam lainnya. ” ungkap Tgk Kadir.

Dijelaskannya, rekening zakat ada di BPKD berfungsi sebagai penerima atau pengumpul zakat, sementara rekening Baitul Mal berfungsi untuk menyalurkan zakat sesuai dengan kebutuhan atau yang diprogramkan Baitul Mal.

“Jangan salah paham, ini harus bisa dibedakan, dan mekanisme ini sudah tertuang dalam peraturan bupati nomor 1 tahun 2009 tentang mekanisme pengelolaan zakat,” tutup Tgk Kader. (Red)

[COVID-19]

News Feed