oleh

Kemenko PMK Terbitkan Buku “Kajian Objek Pemajuan Kebudayaan dalam Pelestarian dan Pengelolaan Warisan Budaya di Dataran Tinggi Gayo-Alas.”

UPDATE COVID-19 NASIONAL

Global

3293
Confirmed
280
Deaths
252
Recovered

Jakarta. Baranewsaceh.co – “Kajian ini dilaksanakan sejak tanggal 4 September sampai 4 Oktober 2019 di Kabupaten Gayo Lues dan Kabupaten Aceh Tenggara,” kata.

Pamuji Lestari, Asisten Deputi Warisan Budaya Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Sabtu (15/2/2020)

Dijelaskannya, pemilihan kedua kabupaten ini, mewakili dua kabupaten lainnya di Gayo-Alas, Provinsi Aceh, yaitu
Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah, mengingat adanya warisan
dunia di kedua kawasan tersebut. Kabupaten Gayo Lues terkenal dengan warisan budaya dunia takbenda, Saman. Sementara, Kabupaten Aceh Tenggara terkenal
dengan warisan alam yang juga sudah mendunia, yaitu Taman Nasional Gunung
Leuser.

“Buku kajian ini berisi tentang permasalahan-permasalahan kebudayaan di Gayo Lues dan Aceh Tenggara. Selain itu,
menginventarisasi Objek Pemajuan Kebudayaan dan mendeskripsikan sekaligus menganalisis Permasalahan Pelestarian dan Pengelolaan
Objek Pemajuan Kebudayaan di Gayo Lues dan Aceh Tenggara,” sebutnya.

Di samping berisi simpulan dan rekomendasi serta
Rencana Aksi (Pusat dan Daerah) Pelestarian dan Pengelolaan Objek Pemajuan
Kebudayaan di Dataran Tinggi Gayo-Alas, ungkapnya, dari hasil kajian ini nantinya diharapkan ada aksi nyata terkait Pelestarian dan Pengelolaan Objek
Pemajuan Kebudayaan di Dataran Tinggi Gayo-Alas, baik dari Pemerintah Pusat,
Pemerintah Aceh maupun pemerintah kabupaten (Gayo Lues dan Aceh Teggara).

Dalam kajian itu, Kemenko PMK menggandeng konsultan Yusradi Usman al-Gayoni. Selain meneliti dan menulis buku-buku tentang Gayo, Yusradi bersama Fikar W Eda juga merupakan Anggota Tim Pengembangan Kawasan Gayo-Alas dan GAMIFest Kemenko PMK. (Red)

[COVID-19]

News Feed