oleh

Keluarga Hakim Jamaludin Berharap Pelaku Dihukum Setimpal

 

“Keluarga Hakim Jamaludin Ucapkan Beribu Terima Kasih Kepada Anggota Kepolisian , Dan Berharap Pelaku Di Hukum Setimpalnya”

MEDAN, BARANEWSACEH.CO – Keluarga almarhum Jamaluddin (55) hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan meminta pelaku pembunuhan yang kini sudah ditangkap polisi di Medan dihukum setimpal hingga hukuman mati.

“Kami keluarga sangat terkejut mendengar pelaku adalah istri almarhum. Siapa pun pelaku harus dihukum mati,” kata Fajri, sepupu dari almarhum Jamaluddin di Nigan, Nagan Raya kepada Serambinews.com, Rabu (8/1/2020).

Ia mengatakan itu terkait telah ditangkapnya pelaku pembunuhan sebanyak 3 orang termasuk istri almarhum oleh Polda Sumut dan Poltarestabes Medan pada Selasa lalu.

Menurutnya, keluarga bersyukur pelaku sudah ditangkap dan siapapun dia karena kasus tersebut sudah bergulir sejak 29 November 2019 lalu.

“Keluarga menyampaikan terima kasih kepada polisi yang telah berhasil mengungkap kasus tersebut,” kata Fajri.

Harapan sama dikatakan Dedi Wahyufan, keluarga dari almarhum Jamaluddin di Nigan.

Ia mengatakan bahwa keluarga tidak pernah menyangka pelaku merupakan istri korban sebagaimana diungkap polisi.

“Kami keluarga di Nigan menyampaikan dukungan supaya pelaku diberikan hukuman berat,” kata Dedi.

Polda Sumut dan Polrestabes Medan menangkap tiga orang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap Jamaluddin, hakin PN Medan.

Pelaku dibekuk di antaranya Zuraida Hanum, istri Jamaluddin serta digelar prarekontruksi di rumahnya disinyalir sebagai tempat kejadian perkara (TKP).

Jamaluddin ditemukan meninggal dalam mobil miliknya di sebuah perkebunan sawit di Medan.

Setelah diauptosi, jenazah dibawa pulang ke Suak Bilie, Nagan Raya, kampung Zuraida serta dikebumikan di Nigan, Nagan Raya kampung halamannya pada 29 November 2019 lalu.

Bawa Eksekutor ke Lantai 3

Kasus kematian Hakim Jamaluddin yang dieksekusi istri Zuraida Hanum dan dua algojo Jefri Pratama alis JP dan Reza Fahlevi alias JF mengejutkan publik.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin menyebutkan ketiga terdakwa dijerat dengan pasal 340 KUHPidana pembunuhan berecana.

“Ketiga tersangka disangkakan dengan pasal 340 dengan pembunuhan berencana,” tutur Kapolda Sumut, seperti dilansir Tribun Medan.

Saat ditanya mengenai ancaman hukuman, bekas Kapolda Papua tersebut menyebutkan bahwa ketiganya dapat dijerat hukuman mati.

“Ancaman hukum untuk Pembunuhan berencana hukuman mati,” tegasnya.

Martuani juga menyebutkan bahwa kasus ini masih akan didalami untuk selanjutnya dilimpahkan ke pengadilan.

“Hari ini ketiga tersangka ini akan kami lakukan penahanan dan untuk saksi yang sudah diperiksa oleh tim untuk kurang lebih 50 ditambah alat bukti fisikal maupun forensik, penyidik yakin bahwa merekalah pelakunya.

Pelaku utama adalah istri dari korban, istrinya yang merekrut pelaku pembunuhan suaminya,” tegasnya.

Informasi ini dihimpun dari Press Release tindak pidana pembunuhan berencana dan atau pembunuhan penerbitan tanggal 8 Januari 2020 di Mapolda Sumut.

Pada hari Rabu tanggal 08 Januari 2020 pukul 10.00 WIB Direktorat Polda Sumut dan Sat Reskrim Polrestabes Medan penangkapan terhadap sejumlah pelaku Pembunuhan yang terjadi tgl 29 Nopember 2019.

Kejadian bermula pada tahun 2011 korban menikah dengan pelaku ZH dan dari pernikahan mereka telah dikarunai seorang anak perempuan.

Seiring waktu berjalan, ZH cemburu terhadap korban Jamaluddin karena ia merasa diselingkuhi oleh korban dan ZH berniat menghabisi korban.

Berawal hubungan asmara

Pertama kali niat tersebut terjadi pada bulan Maret 2019 ZH meminta LH untuk membunuh korban, Namun LH tidak bersedia.

Lalu pada akhir tahun 2018 ZH berkenalan dengan pelaku JP karena anak mereka sama-sama bersekolah di-Yayasan Harapan III Medan.

Karena sering berjumpa kemudian ZH curhat kepada JP dan akhirnya ZH dan JP memiliki hubungan asmara

Kemudian sekltar tanggal 25 November 2019, ZH dan JP bertemu di Coffee Town tepatnya di Ringroad Medan dan merencanakan pembunuhan korban.

Kemudian ZH memberitahukan kepada RF dan setelah mereka sepakat dengan rencana tersebut kemudian ZH memberikan uang sebesar Rp 2 juta kepada RF untuk membeli 1 unit handphone kecil, beli sepatu sebanyak 2 pasang, Beli baju kaos sebanyak 2 potong dan sarung tangan.

Lalu pada tanggal 28 November 2019 sekltar pukul 19.00 WIB JP dan RF dijemput Zuraihda dengan mobil Toyota Camry BK 78 ZH oleh di Pasar Johor Jalan Karya Wisata.

Kemudian mereka masuk ke rumah Korban di Jalan Aswad permuhan Royal monaco melalui dalam garasi dengan kondisi rumah korban sudah terbuka.

JP dan RF turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah korban sementara ZH menutup pagar garasi mobil.

Lalu langsung mengantar JP den RF menuju lantai 3 rumah korban dan menunggu aba aba dari ZH untuk meIakukan eksekusi pembunuhan terhadap korban Jamaluddin.

Lalu pukul 20.00 WIB ZH naik ke lantai 3 mengantar Air mineral. Kemudian sekitar pukul 21.00 WIB, ZH naik kembali ke lantai 3 untuk melihat JP dan RF.

Anak korban Terbangun saat eksekusi

Kemudian pada tanggal 29 November 2019 sekitar Pukul 01 00 WIB, ZH naik kembali ke lantai 3 dan memberi petunjuk kepada JP dan RF untuk turun dan menuntun jalan menuju kamar Korban.

Di dalam kamar korban terlihat oleh JP dan RF, Korban Jamaludin (memakai sarung dan tidak memakai baju) dan anak korban Kanza sedang tidur.

Sementara posisi ZH berada di tengah kasur antara Korban Jamaludin dan Kanza kemudian melakukan eksekusi pembunuhan terhadap korban Jamaluddin.

RF mengambil kain dari pinggir kasur korban kemudian berjalan dan berdiri tepat di hadapan kepala korban dengan kedua tangan sudah memegang kain untuk melakukan pembekapan di bagian hidung dan mulut korban.

Peran JF, naik ke atas kasur, berdiri tepat di atas korban dan memegang kedua tangan korban di samping kanan dan kiri badan korban.

Peran ZH, berbaring di samping kiri korban sambil menindih kaki korban dengan kedua kakinya dan menenangkan Kanza yang terbangun untuk tidur kembali pada saat eksekusi berlangsung.

Setelah Korban tidak bergerak, JP dan RF mengecek bagian perut korban apakah ada pengerakan tanda bernapas.

Setelah yakin korban Jamaludin sudah meninggal dunia, ZH memerintah JP dan RF untuk kembali menunggu di Iantai 3.

Diskusi lokasi pembuangan mayat

Sekitar pukul 03.00 WIB ZH naik ke lantai 3 (memanggil JP dan RF untuk turun ke kamar Korban.

Kemudian JP, RF dan ZH berdiskusi untuk tempat pembuangan mayat korban Jamaludin yang akan dibuang di daerah Brastagi.

Lalu memakaikan baju dan perlengkapan korban Jamaludin, JF dibantu oleh RF memakaikan baju lengan panjang olahraga PN Medan berwarna hijau dengan posisi korban didudukkan,

“Sedangkan ZH memakaikan celana panjang hijau olahraga PN Medan. RF memakakan kaos kaki korban.

JF, RF dan ZH mengangkat mayat Korban Jamaludin turun ke lantai 1 dan memasukan ke dalam mobil korban Toyota Prado BK 77 HD melewati pintu kanan belakang dengan posisi berbaring di kursi baris kedua dengan kepala disebelah kanan.

JP menyetir mobil korban dan RF duduk di sebelah kiri depan. Sementara ZH membuka dan menutup pagar garasi.

Kemudian mobil berjalan melalui rute yaitu keluar rumah korban berbelok ke kanan menuju Jalan Aswad lalu belok Kiri menuju Jalan Eka Warni.

Kemudian belok Kanan menuju Jalan Karya Wisata, lalu belok kiri menuju Jalan A H Nasution.

Kemudian melewati Fly Over Jamin Ginting, menuju jalan Ngamban Surbakti, belok kiri melewati Simpang Pemda Menuju Jalan Setia Budi.

Lalu belok kanan menuju Jalan Stella Raya, belok kanan menuju Gang Anyelirk.

RF turun dari mobil Prado 300 meter dari rumah orang tuanya di Jalan Silange Nomor 4 untuk mengambil Honda Vario Hitam dan kembali menghampiri Mobil Prado.

Lalu JP (menyetir Mobil Prado) dan RF (mengendarai sepeda motor) berjalan menuju Arah Berastagi sepeda motor berada di depan mobil Prado.

Keduanya melalui rute Jalan Setia Budi menuju Simpang Selayang lalu Simpang Selayang menuju Jalan Jamin Gintingm. RF berhenti didepan Hotel Sehati untuk mengisi bensin sepeda motor.

Kemudian JP dan RF bergerak menuju ke arah Berastagi melewati rute sesampainya di Kantor Kades Bintang Meriah Jalan Jamin Ginting , karena adanya kemacetan lalu lintas kemudian berbalik arah.

Lalu menuju Jalan Salam Tani, karena jalan yang rusak JP dan RF kembali berbalik arah.

Lalu Belok kiri menuju Jalan jamin Ginting, kemudian belok kiri menuju Jalan Namorih, belok kanan menuju Dusun H Desa Suka Rame.

Kemudian belok kiri menuju kebun sawit TKP pembuangan.

Sesampainya di TKP Pembuangan, pengakuan JP dan RF sekitar pukul 06.30 WIB, RF mengendarai sepeda motor melihat ada jurang dan berhenti.

Kemudian JP melihat RF berhenti Iangsung menuju ke pinggir jurang dan lompat dari mobil Prado dalam kondisi mesin menyala porsneling pada posisi “D”.

Kemudian mobil Prado BK 77 HD berjalan secara automatis masuk ke dalam jurang kebun sawit.

JP langsung naik ke sepeda motor RF , karena ketakutan apabila ada yang melihat kejadian tersebut JP dan RF langsung bergerak meninggalkan TKP tanpa melihat bagaimana kondisi mobil Korban melalui Jalan Namorih. (DA)

News Feed