oleh

Kelompok Masyarakat yang Menjadi Prioritas Disuntik Vaksin Corona

 

BARANEWSACEH.CO | Vaksin Covid-19 dipercaya bisa menghentikan penyebaran virus corona. Indonesia sendiri sudah memesan salah satu jenis vaksin yang dikembangkan oleh China, sebut saja vaksin Sinovac. Beberapa waktu lalu vaksin tersebut sudah tiba di Indonesia. Rencananya jika sudah mendapat persetujuan dari BPOM dan MUI akan segera disuntikkan kepada masyarakat. Lantas, kelompok masyarakat seperti  apa yang akan menjadi prioritas?

Perkembangan Vaksin Covid-19

Berbagai pihak berlomba-lomba mengembangkan vaksin Corona. Menurut data yang ada di WHO, sampai tanggal  23 September tercatat terdapat 146 vaksin yang sedang dikembangkan dan 36 diantaranya sedang dilakukan tahap uji klinis. Dari 36 tersebut ada 9 vaksin yang sudah masuk uji klinis fase 3.

Meskipun sudah banyak vaksin yang sedang dikembangkan dan melakukan uji klinis, sampai saat ini belum ada vaksin yang sudah dipatenkan. Belum ada vaksin yang benar-benar tepat dan efektif yang dapat digunakan untuk menangani penyakit yang diakibatkan oleh virus Corona. Akan tetapi, sudah banyak negara termasuk Indonesia memesan dosis vaksin yang masih tahap pengembangan tersebut. Contoh vaksin Sinovac dan Sinopharm.

Prioritas Vaksinasi Vaksin Corona

Beberapa hari yang lalu, Indonesia kedatangan vaksin Corona yakni Sinovac dari China. Vaksin tersebut rencananya akan didistribusikan dan disuntikkan ke masyarakat. Namun, untuk tahap awal ada beberapa kelompok masyarakat yang menjadi prioritas penerima vaksin ini.

Menurut pemaparan yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa terdapat 6 kelompok masyarakat yang akan menjadi sasaran prioritas pemberian vaksin Corona. Kolompok  masyarakat yang menjadi prioritas penerima vaksin Corona adalah:

  1. Garda terdepan menjadi prioritas kelompok masyarakat yang akan menerima vaksin Corona. Kelompok ini berjumlah sekitar 3.497.737 orang, yakni petugas medis, TNI/Polri, paramedic contact tracing dan aparat penegak hukum.
  2. Tokoh masyarakat/agama, perangkat daerah baik yang ada di tingkat kecamatan desa sampai rt rw, serta pelaku ekonomi. Kelompok ini berjumlah 5.624.016 orang
  3. Tenaga pendidik, baik itu guru yang ada di level pendidikan dini, pendidikan dasar, menengah, atas sampai dosen yang ada di perguruan tinggi. Kelompok ini berjumlah sekitar 4.362.297 orang.
  4. Tenaga/aparat pemerintah yang ada di tingkat pusat, daerah, daerah yang ada sekitar 2.305.689 orang
  5. Peserta jaminan kesehatan penerima bantuan iuran atau BPJS PBI yang berjumlah 86.633.386 orang
  6. Pelaku atau pegiat ekonomi dan masyarakat yang mencapai 57.548.500 orang

Pemerintah menargetkan vaksin Sinovac diberikan pada kelompok prioritas yang berada di Pulau Jawa yang berjumlah 102.451.500 orang. Sedangkan vaksin Sinopharm akan diberikan pada kelompok prioritas yang berjumlah 27 juta yang ada di luar Pulau Jawa. Tidak hanya kelompok masyarakat prioritas yang disebutkan di atas, pemerintah juga menargetkan vaksinasi dilakukan pada seluruh warganya. Sisa warga yang bukan prioritas berjumlah 30.548.500 orang akan diberikan vaksin GAVI-CEPI. Namun vaksin ini masih memerlukan identifikasi lanjut untuk mengetahui keamanan dan efektivitasnya.

Sampai saat ini hanya ada 2 jenis vaksin Corona yang sudah terdaftar dan siap digunakan oleh masyarakat. Kedua vaksin ini ada di dalam daftar, yakni vaksin Sinovac yang bekerja sama dengan bio farma, perusahaan farmasi nasional dan Sinopharm kerjasama antara Kimia Farma-G42 UAE.

Direktur Jenderal P2P juga menyampaikan bahwa setiap orang akan memperoleh 2 dosis vaksin, baik itu yang diberikan vaksin Sinovac maupun Sinopharm. Kedua dosis tersebut akan diberikan dalam waktu yang berbeda dengan jarak atau interval antar pemberian pertama dan kedua adalah 14 hari.

Perlu diketahui jika saat ini informasi mengenai kesehatan harus dimiliki oleh setiap orang. Namun, harus berhati-hati karena banyak berita atau informasi kesehatan yang tidak benar tersebar di masyarakat. Supaya tidak termakan berita hoax sebaiknya mengakses informasi kesehatan melalui Halodoc. Sebab, informasi yang ada di aplikasi Halodoc bisa dipastikan terpercaya dan akurat. Bahkan, Anda juga bisa memanfaatkan fitur berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc ini. Jadi, segera download aplikasinya ya!

News Feed