oleh

Kapolda Aceh Diminta Segera Inspeksi Pasukan Terhadap Galian C Ilegal yang Merajalela di Bireuen

 

Bireuen, Baranewsaceh.co – Praktik penambangan galian c secara ilegal, faktanya menjadi masalah klasik di Kabupaten Bireuen. Apalagi masalah ini sudah di ketahui aparat penegak hukum sejak lama, namun bisnis gelap ini tetap berjalan dengan mulus.

Tidak adanya upaya aparat penegak hukum secara tegas, juga menjadi celah bagi penambang liar berbuat sesuka hati. Apalagi turut terendus, aparat yang seharusnya menindak, justru kabarnya malah main mata, dan turut bermain didalamnya demi meraup keuntungan pribadi. Minggu (08/12/2019).

Ironisnya, keresahan masyarakat yang bertahun-tahun terkena dampak, malah terabaikan. Alahasil jargon semua sama di mata hukum, terkesan jadi selogan semata

Kondisi ini pula yang di rasakan akibat praktik penambangan galian C jenis pasir dan batu secara ilegal didusun Leubok Iboih dan Simpang Jaya Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen. Walaupun galian c ini di jalankan secara ilegal, namun praktik menyalah itu terus berjalan tanpa gangguan

Sejumlah alat berat berupa excavator dan mesin sodot pasir terlihat dengan bebas beroperasi sesukanya

“Ooo.. kalau lokasi ini sudah ada bertahun-tahun. Walaupun ilegal, tapi gak ada yang berani ganggu, lancar aja semua. Polisipun kayaknya tutup mata aja tu, “ungkap salah seorang warga Leubok Iboih yang enggan di sebutkan namanya

Di sebut-sebut, usaha galian c ilegal di dusun Leubok Iboih dimiliki oleh enam orang pengusaha yang berinisial, MS, MK, SA,HD,YS dan WH. Kepiawainnya dalam menjalin hubungan serta royalnya mereka berbagi dengan oknum tertentu, membuat aparat yang seharusnya bertindak malah bungkham.

“Padahal akibat praktik ilegal itu, tak hanya merugikan Pemerintah yang seharusnya memperoleh pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD), warga sekitarpun mengaku telah menjadi korban. Hal ini sangat bertentangan dengan Undang-undang No. 4 tahun 2009 tentang pertambangan,”kata seorang Advokat Bireuen.

Lihat saja jalan jadi rusak karena lintasan ratusan truck cool diesel setiap harinya yang mengangkut material tersebut. Belum lagi kami merasakan debu akibat muatan truck itu tiap kali melintas, keluh waga kembali.

Kapolsek juli sangat tidak masuk akal jika mereka tidak mengetahui persoalan ini, patut dicurigai, mungkin karena ada kongkalikong, sehingga membuat aparat penegak hukum di Kabupaten Bireuen tutup mata. Apalagi ini sudah beroperasi sangat lama.

“Kami sangat yakin Kapolda Aceh beserta jajarannya tak akan tinggal diam dengan pelanggaran hukum seperti ini dan segera menindak lanjuti masalah ini. Berantas mafia tambang ilegal demi menjaga citra Kepolisian yang ternoda gara-gara segelintir oknumnya yang tak mampu menegakkan hukum secara benar karena tak mampu melawan godaan,”tutupnya Advokat Bireuen itu. (RED)

News Feed