oleh

Kampung Tetinggi Menjadi Sasaran Proklim

banner 1155x168
WhatsApp Image 2019-09-12 at 11.53.14(1)
WhatsApp Image 2019-09-12 at 11.53.13
WhatsApp Image 2019-09-12 at 11.53.15
WhatsApp Image 2019-09-12 at 18.32.26
WhatsApp Image 2019-09-12 at 11.53.14
WhatsApp Image 2019-09-12 at 18.32.11
WhatsApp Image 2019-09-12 at 11.53.16

Gayo Lues, Baranewsaceh.co – Untuk diketahui, Proklim merupakan program kerja berlingkup nasional yang dikelola Kementerian Lingkungan Hidup, sudah mulai dilaksanakan pada tahun 2013 lalu sebagai tindak lanjut pembinaan kampung yang ada dalam program CSR.

Tujuannya, mendorong masyarakat untuk melakukan peningkatan adaptasi terhadap perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca serta melakukan mitigasi dampak perubahan iklim yang telah dilaksanakan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah.

Masyarakat Kampung Tetinggi, Kecamatan Blangpegayon, menyambut baik pelaksanaan Pembinaan Program Kampung Iklim (Proklim) tahun 2019, yang dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten gayo Lues. Pasalnya mereka sadar bahwa desa tempat mereka tinggal merupakan hulu sungai yang harus di jaga kelestariannya. Maka dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Acara yang berlangsung selama tiga hari ini sejak tgl 12-14 September 2019 ini bertemakan “Wujudkan Gerakan Pelestarian Lingkungan Hidup di Kampung Tetinggi” di harapan mensuport kegiatan masyarakat dan memberi dampak yang positif, baik itu secara ekonomi maupun terkait lingkungan sekitar.

Kegiatan ini dilaksanakan di Bale Desa setempat, dihadiri rombongan oleh unsur Bupati Gayo Lues yang di Wakili oleh Assisten I Rasidin Porang Serta unsur Muspika Kecamatan Blangpegayon.

Dalam kata sambutannya Rasidin Porang mengatakan bahwa pada dasarnya, permasalahan lingkungan timbul karena kecerobohan manusia dalam mengelola lingkungan. Rendahnya kesadaran dan kurangnya kepedulian terhadap kelestarian lingkungan menjadi penyebab utama meningkatnya pencemaran lingkungan.

Selain itu persoalan-persoalan lingkungan yang timbul akibat aktivitas manusia merupakan salah satu pendorong terjadinya percepatan fenomena perubahan iklim di muka bumi ini. Secara umum saya sampaikan bahwa perubahan iklim dapat di artikan sebagai kondisi dimana iklim yang ada di bumi sedang mengalami proses perubahan temperatur udara, priode hujan, dan beberapa fenomena alam lainnya kata Rasidin.

Di samping itu Plh. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gayo Lues Mashuri, mengatakan dalam kegiatan ini masyarakat kampung tetingi akan di bekali tentang pembinaan dalam menjaga lingkungan memanfaatkan potensi, sumber daya alam sehingga Program Nasional ini dapat berjalan dengan baik.

Hadir narasumber dalam kegiatan tersebut, tim Program Kampung Iklim (Proklim) dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Aceh, serta Tim Proklim dari Kabupaten Gayo Lues. (RED)

News Feed