oleh

Kampung Tembolon Merupakan Kampung Jagung di Bener Meriah

Bener Meriah Baranewsaceh.co – Geliat masyarakat kampung Tembolon Kecamatan Syiah Utama Kabupaten Bener Meriah dalam hal bercocok tanam jagung hibrida pantas di afresiasi. Faktor lain mengingat letak dari kampung Tembolon masih sangat berdekatan dengan hutan. Tentu tidak bisa di pungkiri kehadiran Babi hutan dan monyet merupakan hama yang paling sulit untuk di kendalikan.

Kendati demikian kekompakan masyarakat setempat dalam hal bercocok tanam, justru dapat mengurangi intensitas gangguan hama. Sehingga puluhan hektar lahan jagung yang di tanam penduduk setempat dapat di selamatkan, hingga musim panen tiba.

Disamping para petani menanam jagung secara individual, di kampung Tembolon juga terdapat beberapa kelompok tani yang
mengembangkan tanaman jagung dari berbagai jenis benih hibrida seperti, Pioner, Bisi 2, dan Pertiwi 5. Sementara menyangkut hasil yang di peroleh oleh petani, berdasarkan penuturan salah seorang penyuluh pertanian Zulman (40) dalam 1 hektare lahan jagung bisa menghasilkan 8-10 ton jagung kering. Ungkapnya.

Bila kita berhitung dengan harga pasar sekarang Rp 4.500 per kilogram, maka petani setempat bisa menghasilkan Rp 36 juta dalam sekali musim panen. Dengan capaian tersebut perlahan tingkat perekonomian masyarakat setempat mulai meningkat.

“Alhamdulillah, kita melihat panen kali ini cukup bagus, ini tidak terlepas dari bantuan yang telah diberikan oleh Pemda Bener Meriah pada kelompok tani di Kampung Tembolon,” ujar Bupati Bener Meriah, Tgk Sarkawi pada acara panen perdana jagung jenis pertiwi 5, di kampung Tembolon, Senin (13/1/2020).

Menurut Bupati, jagung sudah menjadi sumber ekonomi baru bagi petani di Kabupaten Bener Meriah, karena per 1 hektare lahan bisa menghasilkan 10-12 ton jagung. Begitu juga dengan pemasaran saat ini cukup bagus, mengingat harga ditingkat petani dibeli Rp 4.500 per kilogram.

“Sejauh ini petani tidak ada permasalahan mengenai pemasaran jagung, karena hasil dari petani dikumpulkan di Pondok Baru, selanjutnya dikirim ke Medan, Sumatera Utara, dan daerah lainnya. ungkap Bupati.

Bupati juga menambahkan setelah melakukan diskusi dengan Camat Syiah Utama, rencananya kedepan juga akan di hidupkan BUMDes bersama yang akan menampung hasil produksi petani untuk dipasarkan baik dalam bentuk olahan ataupun jagung pipilan.

Disisi lain, anggota DPRK Bener Meriah dari Partai Hanura, Andi Sastra mengatakan, bahwa petani di Kecamatan Syiah Utama khususnya kampung Tembolon sudah dua kali panen jagung hibrida, artinya prospek untuk pengembangan jagung di kawasan ini sangat bagus.

Sementara berdasarkan hasil yang di peroleh masyarakat, khusus untuk Kecamatan Syiah Utama sangat cocok untuk dikembangkan tanaman jagung jenis hibrida secara berkelanjutan lewat program petani jagung,” ujar Andi Sastra yang di dampingi Muhammad yang juga anggota DPRK Bener Meriah dari Partai Gerindra.

Andi Sastra juga menyebutkan. Pemerintah bisa melihat peluang tersebut untuk mengembangkan kawasan ini menjadi sentral penghasil jagung di Kabupaten Bener Meriah. Dengan catatan Pemerintah memberi bantuan, namun untuk pemasarannya juga harus di pikirkan agar petani tidak kewalahan mencari pembeli saat musim panen tiba. Begitu juga halnya dengan bantuan bibit yang diberikan betul-betul sesuai berdasarkan permintaan dari petani. “Petani minta bibit A, jagan dikasih bibit B, jadi sesuikan dengan permintaan dari petani tersebut,” harap Andi Sastra.

Acara panen perdana jagung hibrida jenis Pertiwi 5 turut dihadiri oleh Wakil DPRK Bener Meriah, Tgk Husnul Ilmi.S.Sy sejumlah kepala SKPK. Camat Syiah Utama serta para aparatur dan masyarakat Kampung Tembolon. (DN).

News Feed