oleh

Kakanwil Buka Rakor Penyuluh Non PNS Kemenag Gayo Lues

banner 1155x168

Gayo Lues, Baranewsaceh.co – Usai Pelantikan Badan Wakaf Indonesia (BWI), Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H M Daud Pakeh membuka Rapat Koordinasi (rakor) Penyuluh Agama Islam (PAI) non PNS Kemenag Gayo Lues.

Penyelenggaraan rakor tersebut sekaligus dirangkai dengan pembinaan ASN di lingkungan Kemenag Gayo Lues, berlangsung di aula Kankemenag setempat, Kamis (25/4).

Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil menyampaikan tiga mantra Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, yakni urgensi moderasi beragama, kebersamaan, dan urgensi integrasi data.

Kakanwil mengajak ASN Kemenag dan khususnya penyuluh Agama Islam untuk menyampaikan pesan Moderat atau Wasathiyah di tengah masyarakat, menjadi pengayom dan suluh dengan menyampaikan pesan agama yang benar, tidak ekstrim atau berlebihan dan juga tidak sekuler.

“ASN Kemenag dan Penyuluh Agama Islam di Aceh harus ¬†mengayomi masyarakat, menjadi penyejuk saat menyampaikan ceramah atau pesan agama, menjadi penyeru dengan cara terbaik, dan tidak memprovokasi yang dapat melahirkan perpecahan,” ujar Kakanwil.

Kakanwil menambahkan, moderasi beragama adalah sesuai esensi dari agama itu sendiri, yakni moderat. Melalui moderasi beragama, umat tidak tergelincir terhadap pemahaman keagamaan yang ekstrem kiri atau ekstrem kanan.

Ia menegaskan bahwa yang disampaikan adalah pesan moderasi beragama, bukan moderasi agama. Karena agama sudah sempurna, tapi cara mengamalkannya jangan sampai terjebak dalam perilaku berlebihan.

Selain itu, Kakanwil juga mengajak ASN Kemenag untuk melawan berita-berita hoax yang menjadi sumber fitnah dan terus beredar dalam masyarakat.

“ASN Kemenag jangan ikut ikutan share Berita hoax, harus pintar menggunakan Filter dan tabayyun agar tidak menjadi korban berita Hoax,” ungkap Kakanwil.

Dikatakannya, penyebaran berita hoax dapat mengancam persatuan dan persaudaraan sesama kita, apalagi akhir akhir ini gorengan isu kian meresahkan.

“Seperti Mantra Menag yang kedua, yaitu pentingnya kebersamaan. Kebersamaan dewasa ini semakin diperlukan karena terdapat perbedaan yang sudah semakin muncul ke permukaan, mari kita jaga kebersamaan umat,” ajak Kakanwil.

Selanjutnya, urgensi integrasi data, pentingnya melengkapi infrastruktur data serta memanfaatkan data dan informasi sebagai dasar perencanaan dan implementasi program.

“Lakukan pengolahan dan integrasi data sebagai dasar evaluasi kinerja yang terukur, dan sistematis, data juga menjadi dasar pengambilan kebijakan,” sebut Daud Pakeh.

Rakor bertema “Kita wujudkan masyarakat Gayo Lues yang lebih islami, mandiri, sejahtera bersama Penyuluh Agama Islam,” juga dihadiri Kabid Urais Binsyar, Drs H Hamdan MA, Kabid Penaiszawa, Drs Azhari dan Kakankemenag Gayo Lues, Drs H Maiyusri.[red]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed