oleh

Kakanwil Aceh Sidak Rutan Jantho untuk Memastikan Pelayanan Hak-Hak WBP Terpenuhi

Kakanwil Kemenkumham Aceh Meurah Budiman didampingi KPR Rutan Jantho melakukan inspeksi ke dalam blok hunian Rutan Jantho, sabtu (29/5/2021)

BANDA ACEH, BARANEWSACEH.CO | Tanpa mengenal libur kerja hari Sabtu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh Meurah Budiman melakukan inspeksi mendadak di Rutan Kelas II B Jantho didampingi Kasubbid Keamanan Indra Gunawan. SH dan staf Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah, dalam inspeksinya Kakanwil menemukan beberapa narapidana yang memenuhi syarat untuk diberikan asimilasi di rumah dalam rangka pengendalian dan pencegahan penyebaran Covid-19 sebagai diatur salam Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 32 Tahun 2021, sabtu (29/5/2021).

Tiba di Rutan Jantho Kakanwil langsung menuju dapur Rutan untuk mengecek kebersihan dapur dan pelayanan menu makanan narapidana dan tahanan Rutan terpenuhi sesuai daftar menu per 10 hari, selanjutnya Kakanwil Meurah Budiman menuju blok hunian. Pada saat mewawancarai sejumlah narapidana yang berada dalam blok hunian Rutan Kelas II B Jantho Kabupaten Aceh Besar. Kakanwil menemukan sejumlah narapidana sudah memenuhi syarat untuk diberikan hak reintegrasinya seperti PB, CB dan asimilasi di rumah, kepada Tim media ini Kemenkumham Aceh mengakui jumlah penghuni Rutan Jantho mencapai 433 orang dan kondisinya sudah over crowded dari ketersediaan kapasitas penghuni 150 orang. Bahkan menurut Meurah beberapa diantara narapidana tersebut sudah memenuhi syarat untuk diberikan hak-haknya seperti Pembebasan Bersyarat dan asimilasi di rumah. “Tadi sudah kita berikan petunjuk kepada pejabat pelayanan tahanan Rutan untuk segera memproses pemberian asimilasi di rumah bagi narapidana tindak pidana umum yang memenuhi syarat administratif dan substantif sesuai Permenkumham Nomor 32 tahun 2021”, ujar Meurah Budiman.

Kakanwil Kemenkumham Aceh saat mewawancarai narapidana yang ditempatkan di Aula Rutan Jantho, sabtu (29/5/2021).

Ketika disinggung soal hambatan yang dihadapi dalam pemberian layanan asimilasi PB, CB bagi narapidana, Meurah mengakui tidak ada hambatan yang berarti, “kami dalam memberikan pelayanan kepada warga binaan terutama pemberian hak-hak reintegrasi tidak ada hambatan yang serius, kalaupun ada hanya seputar surat jaminan dari keluarga narapidana yang bertempat tinggal jauh dari Kota Jantho, sedangkan penelitian kemasyarakatan (Litmas) dibuat oleh petugas PK Bapas Banda Aceh, namun itu dapat segera diajukan permintaan Litmas ke Bapas Banda Aceh” ungkap Kakanwil Aceh.

Didampingi Kepala Pengamana Rutan (Ka KPR) Jantho Ferry, Kakanwil mengingatkan agar setiap memberikan pelayanan pada warga binaan dan masyarakat tanpa Pungli dan Gratifikasi, bagi ASN yang melakukan penyimpangan dalam tugas bisa dikenakan hukuman disiplin bahkan dipidana, oleh karena itu berikan hak-hak reintegrasi narapidana tanpa Pungli”, tegas Meurah mewanti-wanti pegawainya.

Kakanwil Meurah Budiman mengingatkan agar seluruh petugas Rutan Jantho untuk tidak melakukan penyimpangan dalam pelaksanaan tugas, menanamkan komitmen yang kuat untuk mewujudkan predikat WBK dan WBBM tahun 2021 dengan meningkatkan pelayanan bagi masyarakat, tidak melakukan pungli dan gratifikasi karena semua layanan di Rutan sifatnya gratis”, harap Meurah Budiman sebelum meninggalkan Rutan. (Heri)

News Feed