oleh

Jurkam Irwandi/Nova Minta Gubernur Aceh Segera Evaluasi Kinerja SKPA

Banda Aceh | Juru kampanye irwandi/Nova minta Gubernur Aceh, Ir. H. Nova Iriansyah, MT untuk melakukan evaluasi kinerja penjabat Eselon II (Kepala Dinas) karena dinilai masih lemah.

Kinerja Kepala SKPA yang dipimpin oleh Gubernur Aceh sangat lemah ini terlihat dari rendahnya serapan realisasi anggaran 2020 ini baik dengan sumber APBA keuangan 58% dengan fisik 64% periode 19 November 2020 dan APBN diantaranya alokasi dana DAK Pendidikan realisasi masih dibawah 0,5% sesuai perkembangan laporan dari Sistem Informasi Monitoring Dana Alokasi Khusus (SIMDAK) per 10 November 2020.

Dan tentunya tidak terlepas dari penanganan problem kemiskinan Aceh. Tentu dalam hal ini Gubernur Aceh harus bisa menurunkan angka kemeskinan yang signifikan setiap tahunnya. Untuk mencapai itu semua tentunya perlu kinerja SKPA yang serius.

Untuk memperbaiki hal tersebut Gubernur Aceh harus berani mengambil kebijakan dengan mengantikan SKPA berkinerja buruk salah satu indikatornya memiliki lapor merah, ujar abu khaidir, Senin (23/11/2020).

“Selain kepala SKPA berkinerja buruk hasil pengamatan kita saat ini masih ada juga Eselon II (Kepala Dinas) yang masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) antara lain Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Biro Pembangunan dan Staf Ahli Gubernur Aceh ,”katanya.

Salah satu indikator kesuksesan Pemerintah daerah dalam hal ini Gubernur Aceh yaitu dengan bagusnya kinerja Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) yang mampu mendongkrak kinerja Gubernur Aceh dalam menjalankan program-program yang telah tertuang dalam visi-misi Gubernur Aceh.

Jika SKPA belum mampu merealisasikan program Aceh hebat dengan baik, maka Gubernur Aceh setidaknya bisa dengan segera mengevaluasi kinerja-kinerja SKPA dimasa sisa jabatan lebih kurang 2 tahun lagi.

“Saat terakhir inilah, Gubernur Aceh harus bertindak tegas demi per­baikan kinerja pemerintah Aceh secara keseluruhan sebagaimana visi-misi Gubernur Aceh, untuk menuju Aceh Hebat yg lebih baik, yang ujung-ujung memberikan nilai po­sitif kepada masyarakat,”

“Gubernur tidak perlu ragu dan jangan terpedaya dengan laporan Sekda Aceh selama ini, dulu mungkin bisa Gubernur ragu dalam mengambil kebijakan dikarenakan statusnya masih Pelaksana Tugas (Plt), tapi sekarang sudah ada kewenangan penuh di tangan Gubernur Aceh, penganti Eselon III dan IV beberapa hari lalu dilantik oleh Sekda kita ragukan penempatan pejabat eselon tersebut sesuai dengan kopetensi dan keahliannya”Tegasnya

Mutasi hendaknya melihat dari kompetensinya, pengalaman, latar belakang pendidikan dan kinerjaselama ini jangan asal-asalan dalam penempatan, ini berakibat lemahnya kinerja SKPA yang berefek kepada lemahnya kinerja pemerintah Aceh dalam hal ini berefek juga kepada kinerja Gubernur itu sendiri.

Maka dari itu kami selaku tim pemenangan irwandi-Nova yang selalu mengawal jalannya proses pembangunan merasa perlu memperingatkan pemerintah dalam hal penempatan pejabat harus yang kompeten sesuai bidang keahlian agar pembagunan dapat berjalan dengan baik sebagai mana mestinya, harap jubir KAJAK Jokowi ini kepada media ini.

Maka itu diharapkan Gubernur Aceh segera dilakukan penyegaran untuk SKPA yang kinerjanya lemah baik eselon II,III dan IV, biar masyarakat semuanya bisa merasakan apa yang diprogram Gubernur Aceh selama ini, baik itu dari segi Pembangunan, Pendidikan, Ekonomi (pengurangan tingkat kemiskinan dan penggunaan, pemerataan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi di Aceh )dan SDM sehingga dapat dirasakan oleh masyarakat Aceh.

“Apa lagi selama ini dengan kondisi Covid-19 dirasakan sangat menurunnya ekonomi masyarakat Aceh,” tutupnya.

News Feed