oleh

Jongok Meluem Kampung Bebas Sampah di Kecamatan Bener Kelipah

 

Bener Meriah Baranewsaceh. co – Kontribusi terbesar produsen sampah di kabupaten Bener Meriah umumnya adalah sampah rumah tangga yang belum terkelola dengan baik. Sementara strategi yang diterapkan adalah dengan cara kumpul dan buang, ternyata belum sepenuhnya dapat menyelesaikan masalah.

Menumpuknya sampah di TPS dan keluhan masyarakat di dekat lokasi TPA menjadi masalah tersendiri, seolah problem sampah menjadi momok yang sulit untuk di selesaikan.

Reje Kampung Jongok Meluem kecamatan Bener kelipah Muklis (40) melihat hal ini sebagai suatu masalah sekaligus potensi untuk dikelola dengan baik, tentu dengan cara memanfaatkan dana desa.

Dengan jumlah penduduk 296 jiwa dengan menggunakan asumsi nasional (0,8 kg/jiwa) maka sampah/hari yang di hasilkan masih di angka yang relatif kecil yaitu sekitar 250 kg/hari sehingga masih sangat mungkin untuk di tangani secara mandiri. Dengan memanfaatkan dana desa tahun anggaran 2019 yang lalu, kampung Jongok Meluem membuat tempat pembakaran sampah dengan memodifikasi cincin sumur yang dibuat layaknya tungku pembakaran dan Alhadulillah saat ini, tidak Ada lagi sampah yang bertebaran.

Memang saat ini pola yang kita gunakan adalah dengan memilah sampah organik dan non organik. yang organik kita buang ke kebun kopi dan yang non organik kita bakar di dalam tong sampah.

Camat Bener Kelipah Safriadi, S. Pd, M. Pd. Saat di hubungi media ini. Jumat (24/01) menjelaskan. Kita sangat mengafresiasi langkah penglolaan sampah yang dilakukan kampung Jongok Meluem, karna ternyata permasalahan sampah dapat di selesaikan di tingkat kampung tanpa harus membebankan kepada pemerintahan kecamatan dan pemerintah Kabupaten.

Kita berharap dengan terbitnya peraturan Bupati tentang prioritas penggunaan dana desa, dimana penanganan sampah merupakan salah satu prioritas, diharapkan kampung lain juga dapat membuat inovasi yang dapat menyelesaikan permasalahan sampah. Pungkasnya. (Dani).

News Feed