oleh

Jerami Fermentasi Sebagai Pakan Ternak Sapi Komplit di Desa Seuneubok Rawang

Penulis :

Nama : zahrul fuadi, mahasiswa fakultas tarbiyah dan ilmu keguruan IAIN langsa,kpm ks 2021

Jerami adalah produk sampingan pertanian yang terdiri dari batang tanaman biji-bijian yang dikeringkan dari mana biji dan sekamnya telah dihilangkan

Jerami merupakan salah satu jenis limbah pertanian yang dibandingkan dengan limbah pertanian lainnya dapat dimanfaatkan dalam jumlah yang banyak, mudah diperoleh sebagai pakan ternak dan sebagian digunakan sebagai kompos. Sapi yang mengkonsumsi jerami akan menghasilkan pupuk yang jika dikelola dengan baik akan menjadi pupuk organik dan paling sesuai untuk penggunaan tanaman. Jerami dapat digunakan untuk memberi makan 2ekor sapi potong dewasa sepanjang tahun. Oleh karena itu, sapi bisa dipanen dua kali dalam setahun, pakan berserat ini bisa diberikan untuk 3 sampai 5 ekor sapi,ini sangat membantu masyarakat dalam beternak khususnya ketika musim kemarau,yang mana pakan hijauan itu sangat sulit ditemukan,dengan adanya jerami,sangat membantu warga dalam mencari pakan alternatif untuk hewan ternak.

Dibandingkan dengan hijauan, salah satu kendala  pemanfaatan jerami padi sebagai pakan ternak adalah nilai gizinya yang relatif rendah.  Jadi, Untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan perbaikan teknologi untuk meningkatkan nilai gizi yang terkandung dalam jerami tersebut

Metode yang relatif murah dan praktis, dan hasilnya yang sangat disukai ternak dan pastinya dapat menambah bobot dagingnya khususnya sapi.

Cara fermentasi jerami dengan cara terbuka yaitu dengan menambahkan zat probiotik yaitu dengan yakult, karena bakteri yang terkandung dalam yakult bisa hidup ditempat yang terbuka, EM 4 khusus untuk peternakan,air secukupnya.kemudian semua bahan dicampur, dan disiram kedalam jerami yang telah disediakan tersebut,hal ini akan meningkatkan nilai gizi yang terkandung dalam jerami,dan pastinya meningkatkan motivasi beternak.

Proses fermentasi

Membuat sistem terbuka untuk fermentasi jerami. Proses fermentasi terbuka harus dilakukan di tempat yang terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung. Bahan baku pembuatan 1 ton jerami padi fermentasi meliputi: 1 ton jerami padi segar, 2,5 kg probiotik (probiotik),probiotik bisa menggunakan EM 4 khusus untuk peternakan dan bisa juga minuman yakult,karena didalam yakult mengandung bakteri yang bisa bertahan hidup diruangan tenpat yang terbuka, 2,5 kg urea dan air. hal ini akan meningkatkan nilai gizi yang terkandung dalam jerami,dan pastinya meningkatkan motivasi beternak.

 

Metode pembuatannya :

Metode  pembuatannya terbagi menjadi dua tahap yaitu tahap fermentasi serta tahap pengeringan dan penyimpanan. tahap pertama, jerami yang diambil dari sawah dikumpulkan di tempat yang telah disediakan, dan kadar air yang terkandung dalam jerami kurang lebih 60%. Jerami segar yang akan difermentasi ditumpuk dengan ketebalan sekitar 25 cm, kemudian ditaburi probitik (EM4 atau yakult dan Urea. Tumpukan jerami bisa dinaikkan hingga ketinggian sekitar 3 meter. Setelah tercampur rata, diamkan selama 20  hari agar proses fermentasi bisa berjalan normal. Tahap kedua adalah proses pengeringan dan penyimpanan jerami fermentasi. Pengeringan sebaiknya dilakukan di bawah sinar matahari dan diberi ventilasi agar kering, kemudian simpan di tempat yang terlindung. Setelah proses pengeringan ini, jerami yang difermentasi dapat diumpankan ke ternak sebagai pengganti pakan hijauan.

 

 

 

News Feed