oleh

Jaringan Telekomunikasi Terus Merambat Hingga Ke Pelosok Negeri Seribu Hafiz

H. Muhammad Amru langsung meresmikan BTS Tower Combat Telkomsel . Tak hanya itu, ia juga menyempatkan bertemu dengan masyarakat setempat yang berada di Desa Marpunge.

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO | Kondisi Jaringan Telekomunikasi di Kabupaten Gayo Lues pada tahun-tahun sebelumnya sering diwarnai Black spot alias banyak daerah yang tidak ada sinyal. Cakupan dan kualitas jaringan yang tidak merata kadang menjadi masalah bagi pengguna smartphone sehingga problema ini menimbulkan setidaknya satu dampak nyata bagi pengguna jaringan, namun demikan kondisi itu kian membaik berkat dari kerja keras pemerintah melalui Dinas Kominfo setempat.

Kini sudah memasuki tahun 2021 bisa dikatakan “Tak ada lagi kata tidak ada sinyal di Gayo Lues” sebab dapat dipastikan bahwa jaringan telekomunikas atau Sinyal bahkan jaringan internet sudah dapat menjagkau hingga ke pelosok desa di Negeri lembah leuser tersebut. Ini merupakan sebuah prestasi dinas Kominfo, karena seperti diketahui di zaman sekarang ini bahwa jaringan internet sudah menjadi suatu kebutuhan yang sulit dilepaskan dari masyarakat modern sekarang ini. Hal itu tentu saja karena perkembangan teknologi yang semakin canggih. Dimana hampir semua orang telah memanfaatkan smartphone sebagai alat komunikasi.

Diskominfo Bekerjasama Dengan Telkomsel Kembangan Jaringan 4G di Kampus Unsyiah PSDKU Gayo Lues

Kehadiran telekomunikasi menjadikan manfaat besar untuk daerah-daerah terpencil Kabupaten Gayo Lues. Misalnya di Kecamatan pantan cuaca, Terangun, Terife Jaya dan Kecamatan Pining, sebelum jaringan telekomunikasi masuk ke sejumlah desa di sana, membuat daerah tersebut menjadi terisolir. Padahal daerah yang tidak mendapat jaringan sebelumnya malah memiliki potensi yang bisa diandalakan karena memiliki hasil bumi yang melimpah dapat dijual keluar daerah terutama desa yang berdekatan dengan kabupaten lain di Provinsi Aceh.

Setelah mendapatkan sinyal, saat ini masyarakat daerah terpencil itu juga kadang kala bergantung terhadap layanan telekomunikasi. Bahkan telekomunikasi selular dijadikan alat bantu untuk mencari nafkah. Selain dipergunakan sebagai penghubung dengan dunia luar, telekomunikasi selular dipergunakan masyarakat sebagai penunjang untuk menjalankan usaha dalam pengembangan ekonomi.

Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru, secara resmi menghadiri peresmian tower Base Transceiver Station (BTS) Combat yang dibangun di daerah Marpunge Kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues, Jum’at (15/01/2021)

Untuk memperoleh layanan telekomunikasi maksimal di negeri seribu bukit ini, upaya yang telah dilakukan Dinas Kominfo sejak dari tahun 2017 silam, yaitu dengan cara melakukan konsulidasi bmfengan berbagai pihak seperti Telkomsel, Pemerintah Provinsi dan pemerintah Pusat dari kementrian kominfo RI dalam membangun sejumlah Base Transceiver Station (BTS) yang merupakan infrastruktur telekomunikasi memfasilitasi komunikasi nirkabel.

Sejak dari tahun 2017 hingga 2018 ada sebanyak 18 BTS terpasang di Kabupaten Gayo Lues, memang ketika pertama dibangun hanya beberapa titik saja yang 4G. seiring dengan kebutuhan masayarak yang kian mendesak, Dinas Kominfo terus berupaya menyempurnakan pelayanan terhadap masyarakat dangan meningkatakan kualitas jaringan, sehingga pada tahun 2018-2019 hampir semua BTS sudah 4G, bahkan ditambah lagi 6 tower di beberapa titik tertentu, seperti desa Agusen Kecamatan Balangkejeren, Rikit Gaib, Pantan Cuaca, Dabun Gelang dan Kutapanjang. Penjelasanan ini disampaikan Kadis Koninfo Gayo Lues, Said Wintareza.

Grand Manager Telkomsel Leonard Sirait san Kadis Kominfo Gayo Lues saat peresmian tower Base Transceiver Station (BTS) Combat yang dibangun di daerah Marpunge Kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues, Jum’at (15/01/2021)

Pada tahun 2019-2020 sudah berjumlah 34 titik hotspot, terpancar dari 36 tower aktif yang ada di Gayo Lues. Kacamatan Terife jaya yang dulunya daerah terluar Gayo Lues sekarang juga sudah 4G, walaupun di sana seperti desa perlak, hanya ada dua titik tertentu yang mendapat sinyal dan hal ini dianggap sudah semua terkaver sehingga dapat disimpulkan di kecamatan Trife jaya sudah bisa dimanfatkan jaringan telekomunikasi sehingga masyarakat tidak perlu lagi ke luar desa untuk mendapatkan Sinyal.

Daerah yang belum ada Sinyal dari BTS juga terdapat di desa Persada Tongra Kecamatan Terangun, namun hal itu juga sedang tahap pengusulan. Diharapkan dalam tahun 2021 akan dikabulkan oleh pihak terkait. Setelah tongra, kondisi serupa juga terdapat pada daerah kecamatan Pantan Cuaca, disana ada tiga desa masih Black spot. Untuk kecamatan Pining seperti daerah yang belum dapat sinyal seluler diantaranya desa Uring, Gajah dan desa Pepelah.

Bupati Gayo Lues H.Muhammad AMru Buka Sosialisasi Audiensi dan MoU Menuju Gayo Lues Smart City

Untuk daerah yang tidak terdapat sinyal dari BTS, pada tahun 2019 separti Kecamatan Trangun, trife jaya Pantan Cuaca dan pining juga sudah dipasang VSAT sebagai stasiun penerima sinyal dari satelit yang berpungsi untuk menerima dan mengirim data ke satelit, jumlahnya sebanyak 11 unit untuk 11 desa semuanya free atau dibiayai oleh pemerintah. Sebagai altrnativ supaya masyarak gayo lues merdeka dalam mendapatkan Sinyal, tahun 2020 sudah terpasang 37 VSAT sebagai tambahan. semuanya diproritaskan di daerah yang tidak terjangakau sinyal dari BTS atau Black spot.

Saat ini, seluruh kecamatan yang ada dikabupaten Gayo Lues sudah mendapat jaringan, dan pada tahun 2021 layanan kepada masyarakat dalam memanfaatkan telekomunikasi Dinas Kominfo Gayo Lues akan terus berinovasi dalam meningkatakan jaringan.

Ikatan Pemuda Dan Mahasiswa Kecamatan Terangun (IPAMATRA) Kabupaten Gayo Lues melakukan audiensi dengan Dinas Kominfo dan Persandian KabupatenGayo Lues terkait gangguan jaringan Seluler dan internet di Kecamatan Terangun dan Tripe Jaya, Senin (22/06/2020).

Sebagai bentuk nyata pelayanan Telkomsel bagi seluruh masyarakat dan intansi pemerintahan di Gayo lues, tahaun 2020, Dinas Kominfo juga menyediakan WF Bublik secara geratis untuk Masyarakat Gayo Lues, titik lokasinya di kantor Dinas Kominfo dan Bale Musara Kota Blangkejeren.

Selanjutnya Dinas Kominfo juga
akan bangun Jaringan Infra Pemerintah, melalui jaringan Fiber Optic (FO) antar kantor bisa langsung mentrasfer data ke prangkat komputer dan juga menyediakan internet geratis ke seluruh intasi pemerintah melalalui kabel atau FO yang pengendalinya berpusat di Dinas Kominfo.

 

Pemanfaatnya Piber Optic ini nantinya kepala daerah bisa mengontrol setiap dinas. Dinas juga bisa berkondinasi dengan yang lainnya. Pasilitas internet juga disediakan secara geratis dengan kecepatan tinggi, sistem Infra pemerintah ini akan diupayakan terwujud di tahun 2021.

(Redaksi Baranews Aceh)

News Feed