oleh

Jalan Lintas Kampung Tebuk – Kenawat Lut Butuh Perhatian

 

Aceh Tengah Baranewsaceh.co |  Kampung Tebuk kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah adalah salah satu kampung yang cukup tua di kecamatan Pegasing. Menurut sejarahnya kampung ini merupakan hasil pemekaran dari kampung induk Uring Pegasing. Sedangkan pemberian nama Tebuk juga berasal dari pengembangan daerah tersebut kemudian di jadikan areal percetakan sawah baru yang di dahului dengan menebang kayu atau dalam bahasa Gayo di sebut “Tebuk”

Pada era tahun 90 an kampung Tebuk merupakan sebuah kampung buntu, tanpa ada akses keluar, selain kembali ke jalan utama yakni jalan Nasional Takengon – Isaq. Namun pasca perdamaian GAM – RI jalan baru mulai di buka yang menghubungkan antara Kampung Tebuk dengan Kampung Kenawat Lut di kecamatan Lut Tawar kabupaten Aceh Tengah.

Ironis memang, tapi setidaknya dengan di bukanya akses jalan tersebut, roda perekonomian dan kehidupan masyarakat setempat mulai bergairah dan membaik, selain itu ikatan kekerabatan masyarakat dari kedua kampung tersebut sudah terbebaskan dari segala bentuk keterisoliran dan kebuntuan.

Syeh Hasan (38) warga kampung Tebuk kepada media ini menyampaikan pada Selasa ( 29/11/2022) Jalan ini merupakan satu satunya akses jalan yang menghubungkan antara kecamatan Pegasing dengan kecamatan Lut Tawar kabupaten Aceh Tengah. Jalan ini juga bisa menjadi jalan alternatif jika lintas jalan Takengon Bintang via One one jika jalan tersebut bermasalah atau mengalami kemacetan.

“Kita berharap Pemda Aceh Tengah atau segera memperbaiki jalan yang rusak ini mengingat keberadaan jalan ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Pegasing dan masyarakat seputaran kecamatan Lut Tawar” ujarnya.

Begitu juga dengan mantan Reje Kampung Tebuk, Burhanuddin (48) kepada media ini juga menyampaikan. Jalan ini pernah di perbaiki pada tahun 2001 . “Oya pe Lapen we Win nume hotmix” Jadi wajar saat ini kondisinya sudah sangat hancur hancuran. Terangnya.

Amatan media ini baru baru ini juga sudah di lakukan pengaspalan jalan sepanjang 200 meter melalui pokir salah seorang anggota DPR Aceh Muhammad Ridwan dari PDI Perjuangan. Saat bersamaan Reje kampung Tebuk Hamdan juga mengucapkan ribuan terimakasih atas kepeduliannya.

Sementara itu berdasarkan penuturan tokoh masyarakat pegasing yang enggan di sebut namanya kepada media ini menyampaikan. Sebenarnya Kecamatan Pegasing tidak kurang dengan tokoh tokoh penting. Tercatat ada tiga anggota DPR Aceh yang berasal dari kecamatan Pegasing, masing masing Bardan Sahidi dari Partai PKS, Alaidin Abu Abbas dari Partai Demokrat, dan Muhammad Ridwan dari Partai PDIP.

Namun dari ke tiga tokoh penting ini, baru Muhammad Ridwan dari Partai PDI P yang menyumbangkan sedikit pokirnya dan itupun hanya sebatas lanjuta jalan dari kampung Kute Lintang. Lalu yang lain pada kemana..? Sebutnya. Apa mereka tidak malu melihat daerah kelahirannya masih seperti ini? Sembari mengatakan “Semut di seberang lauta kelihatan tapi gajah di kampung Tebuk tidak kelihatan”. Ironisnya.

Kita berharap ada sedikit saja rasa kepedulian dari ketiga tokoh penting asal kecamatan Pegasing ini. Agar jalan yang mengalami rusak parah sepanjang 1 Km, ini dapat kiranya di perbaiki. Timpalnya.

Pun demikian Reje Kampung Tebuk Hamdan (50) tetap melakukan perbaikan jalan kendati dengan segala bentuk keterbatasan dan minimnya anggaran. Disebutkannya saat ini masyarakat kampung Tebuk terpaksa harus melakukan perbaikan dengan cara manual dan swadaya masyarakat Pungkasnya. (Hamdani Toa)

Jangan Lewatkan