oleh

Issue “Dijebak” Seorang Anggota Dewan Aceh Timur Melahirkan Polemik dan Kontroversi Dikalangan Masyarakat

Idi, Baranewsaceh.co – Polemik dan Kontroversi semakin runcing diperbincangkan dikalangan masyarakat, perang opinipun semakin santer diberitakan di media massa, terkait peristiwa  penangkapan seorang anggota Dewan DPRK Aceh Timur  politisi dari Partai PKS Syahrul AG, hingga kini Kamis  (31/10 ) pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan mendalam, karena itu polisi belum menggelar konferensi pers, dan belum menjelaskan secara rinci ke publik terkait penangkapan tersebut, akhirnya dikalangan masyarakat issu “Dijebak” berubah menjadi bola liar yang menggelinding kesana kemari semakin panas, tanpa arah yang pasti.

Sebagaimana berita yang disiarkan oleh beberapa media selama ini menyebutkan penangkapan terjadi dikawasan dekat Pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur pada sekira pukul 11 30 Rabu 23 Oktober 2019. Abang Kandung dari terperiksa/terduga  Syahrul AG yang berprofesi sebagai pengacara kondang Aceh Timur Muslim A. Gani, SH angkat bicara, menyebutkan bahwa kasus yang menimpa adiknya sarat dengan rekayasa intrik politik sesama partai,  kasus yang  menimpa adiknya, tidak masuk akal, karena selama ini adiknya tidak pernah berurusan dengan narkoba.

Mobil adiknya pernah dipinjam selama lebih kurang dua jam oleh MF pada senin 21/10, tanpa alasan yang masuk akal, katanya MF pinjam mobil adiknya untuk jemput anak sekolah, padahal MF punya mobil sendiri. Setelah dua hari kemudian mobil adiknya diperiksa polisi.

Banyak pendapat simpang siur dikalangan masyarakat katanya mobil yang ditumpangi Syahrul diperiksa polisi karena ada laporan seseorang yang diduga Tim “jebakan Batman”  lalu didalam mobil yang dikendarai adiknya ditemukan narkoba jenis sabu.

Menurut Muslim sesuai pengakuan Adiknya yang kini ditahan di Polres Aceh Timur, mobil adiknya pernah dipinjam oleh Ketua DPD PKS dua hari sebelum kejadian penangkapan. Muslim memiliki keyakinan kuat bahwa adiknya tidak mungkin terlibat narkoba, karena Muslim tahu betul bagaimana keadaan adiknya, apalagi hasil tes urin terhadap Syahrul AG dinyatakan negatif narkoba. Tidak hanya itu Muslim A Gani juga meminta pihak Polres Aceh Timur memeriksa MF, karena menurut Muslim, MF diduga terlibat dalam upaya jebakan yang menimpa adiknya.

Ibarat senetron, episode cerita semakin panjang, perang opini dan argumentasi semakin meruncing di kedua belah pihak saling “menekan” mencari pembenaran.   Tak terkecuali Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Aceh Timur, Tgk Mustafa MY Tiba, angkat bicara, Mustafa menyesalkan penggiringan opini dan isu adanya unsur politik, atas penangkapan anggota DPRK setempat berinisial SAG, terkait kepemilikan narkotika jenis sabu.

“Secara pribadi dan kepartaian, kami sangat menyayangkan adanya isu bahwa SAG tertangkap karena adanya unsur politik. Kami membantah keras,” ujar Tgk Mustafa MY Tiba, sebagaimana dilansir media BERITAKINI.CO, Selasa (29/10/2019).

Menurutnya, sebagai seorang pimpinan partai,  tentu sangat naif bila dirinya hendak menjerumuskan kader terbaiknya. Terlebih, SAG adalah kader potensial.Selaku pimpinan partai, Mustafa mengaku menjunjung tinggi praduga tidak bersalah, dan berharap persoalan yang mendera SAG bisa terselesaikan dengan baik.

Namun, kata dia, pernyataan yang dilontarkan abang kandung SAG, Muslim A Gani dibeberapa media daring dan sosial telah menebar keresahan.

“Kami menyesali pernyataan saudara Muslim A Gani. Pernyataannya di media menyudutkan saya pribadi dan partai kami,” sebut Abu Panglima–sapaan Tgk Mustafa.  Mustafa juga mengklarifikasi pesan pada aplikasi whatsapp yang dikirimnya ke SAG. “Itu saya kirim ke HP anaknya.

Karena ponsel SAG tidak aktif. Sebelumnya, saya telpon via whatshapp diangkatnya dan dikatakan dia (SAG) di rumah. Makanya, saya bilang kalau bisa keluar kota aja dulu,” urai Mustafa.  “Karena waktu itu info sudah beredar. Kira-kira begitu isi pesan saya kirim. Saya lakukan untuk membela dia (SAG). Pesan itu ada lanjutannya, jangan dipenggal-penggal.

Saya sudah screenshoot pesan whatshapp itu.”Karenanya, Mustafa meminta Muslim A Gani untuk meralat pernyataannya dan meminta maaf secara terbuka. Atas pernyataan yang mendiskreditkan pribadinya dan partai.  Dilain pihak polisi sedang bekerja keras mengumpulkan saksi saksi dan mencari siapa sebenarnya yang telah menempelkan, dan memasok sabu yang ditemukan didalam mobil milik Anggota Dewan Aceh Timur. Masyarakat tentunya mengharapkan polisi dapat bekerja secara Profesional dalam mengusut tuntas kasus tersebut.(Nurdin)

 

News Feed