oleh

IPONG DPD LSM Pendidikan Aceh Norwangsanegara :”Pesantren Raudhatul jannah miliaran Anggaran Bosnya, Perlu Diaudit Untuk Kebutuhan Santrinya, Sama Dengan Pesantren Lainnya”

 

 

Subulussalam baranewsaceh.com.23/8. Plt. Kadis Pendidikan Ustad syairun S,ag. Beberapa kali dalam acara rapat konsolidasi peningkatan mutu pendidikan dasar ” ada dua Yang perlu kita sadari bagi pengelola sekolah sekolah dalam hal pengelolaan Dana BOS. “mempertanggungjawabkan anggaran BOS yaitu pertanggungjawaban kita kepada aparat hukum dan kepada Allah.”

Kisruhnya penggunaan dana pesantren Raudhatul jannah ini berawal dari hasil investigasi tim baranewsaceh dan pernyataan ketua LPLHI yang juga LSM Pendidikan Norwangsanegara kota subulussalam IPONG yang menyebutkan ” perlunya diaudit pesantren pesantren yang menggunakan anggaran BOS oleh lembaga profesional dan aparat penegak hukum, untuk menghindari Dable baget anggaran dari pengutipan Santri atau Siswa pesantren itu sendiri.

Kecurigaan pengunaan baget anggaran pesantren randhatul jannah ini bukan tidak berdasar, saat rekruitmen santi santriwati dengan persyaratan antara lain :

1.bacalon santri santriwati diwajibkan membayyar uang pendaftaran sebesar Rp.200.000.
2.bacalon santri diwajibkan membayar uang pembangunan langsung selama enam tahun/ selama jadi santri Rp.5.000.000-7000.000, belum termasuk pakaian dinas dan pembelian kitab.
3.santri harus membayar setiap tahunnya uang Ujian sebesar 1.200.000.
4.santri harus membayar uang makan 600.000-750.000 perbulannya. Belum termasuk biaya kesehatan perobatan.

Sementara bukankah tujuan dana BOS yang dikucurkan dari pusat Miliaran Rupiah Anggaran BOS dengan tujuan mempermudah beban orang tua untuk menyekolahkan anak anaknya?

Menelisik lebih jauh anggaran yang diterima pesantren Raudhatul jannah setiap tahunnya berdasarkan peraturan menteri pendidikan tahun 2021 per perorangnya siswa.

#untuk besaran BOS persiswa tingkat SMP perorangan Rp.1.100.000-2.460.000/siswa
#untuk besaran BOS tingkat SMAS perorangan Rp.1.850.000-2.250.000
#untuk tingkat SD Rp.900.000-1.950.000.
#untuk paud perorangnya 600.000-750.00.persiswa paudnya.

Sementara jumlah SMPS dan SMAS santri Raudhatul Jannah sebanyak 861 Orang. Belum termasuk jumlah paud dan SD nya.
Jumlah guru honor dan tenaga suka relanya sebanyak 128 orang.

Pesantren Raudatul Jannah Subulusalam pertahunnya dan ditambah beberapa miliaran kutipan dari santri ternyata belum mampu membina Akhlak Santrinya, ada apa dengan pesantren vaporit kota subulusaalam ini?

Banyaknya santri harus dikeluarkan karena diakui pengelola pesantren raudhatul jannah tidak mampu membimbngnya seperti
Ada beberapa keanehan setelah tim baranewsaceh melakukan investigasi selama 3 minggu. Sejak minggu pertama tim baranewsaceh menemukan santri Raudatul Jannah, keluar dari pesantren dan merokok diantaran kebun sawit yang tidak jauh dari pondok. Puluhan santri ini merokok terlihat tidak ada pengawasan dari pihak pesantren. Diminggu kedua tim baranewsaceh tanpa sengaja menemukan 9 orang santri merokok didalam Rumah salah seorang warga kampong Suka makmur. Saat ditanya jurnalis, mereka memang sudah biasa merokok dipesantren tetapi biasanya kami merokok di kamar mandi, dan menghindari para ustad ustad bg, demikian disampaikan santri pondok pesantren Faporid Raudatul Jannah ini.

Para santri setingkat Smp dan Sma ini terlihat membeli dan menikmati berbagai jenis rokok antara lain Rokok Djesamsue refil, magnum biru, Surya 16 dan jenis rokok mahal lainnya.
Ternyata sekolah yang mahal bukan berarti yang terbaik.

Diminggu ketiga jurnalis melihat beberapa ustad pesantren Raudatul jannah, kejar kejaran dengan santri yang lari terbirit birit karena belasan santri ketahuan merokok disalahsatu rumah warga, sempat menghebohkan warga kampong suka makmur, kejadian ini malam hari malam minggu sekira pukul 01.36 tepatnya tanggal 20/8. Kejadian ini berujung dikeluarkannya santri dari pondok sebanyak 8 orang santri.

Pemilik pondok pesantren yang dikenal ustad Amrullah, Spd menurutnya mengenai pemberhentian santri sudah kita lakukan prosedur tahapan peringatan sehingga beberapa santri harus kita keluarkan dari pondok pesantren. Saat ditanya mengenai berapa miliar pertahunnya anggaran BOS yang masuk dari kementerian pendidikan, beliau enggan menyampaikan dan mengatakan” mengenai itu sebagai pengelola kepala sekolahnya yang lebih tau.” Saat ditanya kenapa santri begitu banyaknya yang dikeluarkan dan ketidak berhasilan pondok pesantren dalam membina santrinya menurutnya “kita udah upayakan semaksimal mungkin, dan mengenai banyaknya mengeluaran santri pesantren Raudatul jannah perbulannya, diakui pemilik pesantren ini.

Padahal mengacu pada petunjuk teknis dalam pengelolaan dana BOS tahun 2021 pendaftaran siswa baru , tidak seharusnya lagi biaya pendaftaran dikutip dari calon siswa/santri. Itu baru satu item yang sudah bertentangan dengan petunjuk teknis penggunaan dana BOS. ‘ sejauh ini laporan pertanggungjawaban lpj penggunaan dana Bos pesantren ini belum kita dapat, ungkap IPONG, Ternyata Mahal belum tentu yang terbaik ‘ tutupnya.

Tim investigasi Baranewsaceh.com.Ra/sal/at.

News Feed