oleh

Inspektorat Aceh Tenggara: Hasil LHP Sementara Desa Telaga Mekar 360 Juta Lebih

 

 

Kuta cane, Baranewsaceh.co – Menindak Lanjuti Permintaan Polres Aceh Tenggara, Inspektorat melakukan audit khusus terhadap penggunaan dana desa telaga mekar kecamatan lawe bulan tahun anggaran 2018 dan 2019, sidang ekspos yang dilaksanakan inspektorat dan menghasilkan LHP sementara Rp 360 juta lebih, selasa (14/11) antara Lsm Komunitas Pemantau Korupsi Nusantara (KPK-N) Aceh Tenggara dengan Kepala desa telaga mekar yang dihadiri Camat Lawe Bulan, Perangkat desa dan tokoh masyarakat.

Dari hasil pantauan langsung saat sidang ekspos yang digelar inspektorat Aceh Tenggara selasa pagi (24/11) di aula sidang inspektorat, sidang ekpos antara lsm KPK-N dengan Kepala Desa dan Perangkat desa Telaga Mekar Kecamatan Lawe Bulan Kabupaten Aceh Tenggara, yang dihadiri Camat Lawe Bulan Supardi, SSTP dan tokoh masyarakat.

Dalam pemaparan dari beberapa aitem kegiatan desa telaga mekar tahun 2018 dan 2019, ditemukan pada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) sementara Rp 370 juta lebih, namun dalam pembelian barang atau bahan bangunan pada kwetansi belanja barang, di Toko Rizki , bersetempel, yang beralamat di desa telaga mekar, namun setelah dilacak pihak inspektorat toko bangunan diseputaran kecamatan lawe bulan dan kecamatan deleng phokisen tidak ada toko tersebut.

Pada kesempatan tersebut Jamli kepala desa telaga mekar, minta maaf karena ianya baru menjabat kepala desa baru dua tahun, masih tahab belajar dan segala kelemahan dan kesalahan di perangkat desanya, karena segala kegiatan diserahkan pada perangkatnya, mungkin juga karena kurang pengawasan dari saya, jelas kepala desa didepan inspektur inspektorat, camat dan masyarakat.

Junaidi Ketua Lsm KPK-N pada media ini, usai sidang ekspos, mengatakan, pada awalnya Lsm KPK-N melaporkan dugaan telah terjadi penyalah gunaan wewenang dan anggaran dana desa telaga mekar tahun 2018 dan 2019 ke Polres Aceh Tenggara, untuk mengetahui kerugian dana desa Polres aceh tenggara meminta Inspektorat selaku APIP untuk melakukan Audit khusus.

Supardi, SSTP, Camat Lawe Bulan dikesempatan tersebut juga menegaskan pengelolaan dana desa harus sesuai dengan peraturan yang berlaku dan dalam pengelolaan dana desa harus berasaska Asas Transparan, Akuntabel, Partisipatif serta Tertip dan Disiplin Anggaran, menyangkut Harian Ongkos Kerja (HOK) tidak boleh diborongkan, camat minta libatkan masyarakat dalam pekerjaan, sehingga dapat memperdayakan ekonomi masyarakat.

ABD Kariman, S.Pdi selalu Inspektur Inspektorat Aceh Tenggara di akhir sidang ekspos menyampaikan fungsi tugas inspektorat selaku APIP, pengawasan dan pembinaan serta selaku auditor yang ditunjuk oleh pemerintah, dan juga meminta kepada kepala desa serta perangkat dalam pengelolaan dana desa harus mengikuti aturan yang berlaku dan saling bekerja sama untuk membangun desa, Tegas inspektur.(Ady)

News Feed