oleh

Inilah  Wawancara singkat Dengan  Kapolres  Gayo Lues terkait  Peredaran Ganja di Gayo Lues

 

Gayo Lues, Baranews  – Sebagaimana kita ketahui beberapa Daerah di Kabupaten Gayo Lues sampai saat ini masih menjadi produksen ganja.  Keberadaan ganja di Gayo Lues rasanya  tidak  ada habisnya,   meskipun jajaran Polres Gayo Lues sudah  berkali-kali melakukan penangkapan dan  pemusnahkan serta memberantas kebun ganja.  Ditahun ini saja sudah ada ratusan kilo Ganja dimusnahkan, dan puluhan hektar di bakar. Sudah beberapa orang pelaku yang ditangkap.  Salah-satunya barang- bukti  yang dimusnahkan hari kamis ini 25/11/21  sebanyak  158 kg ganja dengan cara dibakar. Dengan nilai Rp.158.000.000 (seratus lima puluh delapan juta) rupiah. Ini merupakan Komitmen Kapolres Gayo Lues dan jajaran dalam memberantas penyalagunaan  narkotika di Negeri Seribu Bukit ini.

Untuk mengetahui lebih dalam lagi apa sebab  tanaman Ganja masih belum dapat dimusnahkan secara maksimal  di Kabupaten Gayo Lues,  secara Langsung kami melakukan wawancara ekslusive dengan Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustamam S.I.K. M.H. melalui telepon selulernya  pada kamis Sore 25/11/21

Assallamuallaikum..   Halo Bang Carlie Apa kabar :

“ Kabar baik bang Yudi’ ada yang bisa kita  dibantu”

Ijin Bang Carlie mau menyampaikan  beberapa pertanyaan terkait dengan Perederan Ganja  di Kabupaten Gayo Lues  :

“ Siap  Bang Yudi silahkan  ”

Bang Carlie  Kenapa Ganja belum Juga habis di Gayo Lues ,  meskipun hampir setiap saat ada penangkapan dan pemusnahan serta pembakaran ganja : 

“Kita sangat komitmen dalam pemberantasan narkotika khususnya ganja. Dengan melakukan berbagai upaya mulai dari sosialsiasi dan penangkapan serta pemusnahan  ladang ganja .  tetapi para penanam ganja  belum juga terhentikan, para pengedar terus  mencari kelemahan petugas agar dapat menyeludupkan ganja keluar daerah .   Para penyalahgunaan narkotika melakukan hal tersebut karena  tergiur keuntungan secara pribadi dan tidak memperhatikan dampak bagi masyarakat luas.  Mereka menanam ganja ditempat yang sulit untuk dijangkau. Kebanyakan kebun yang sudah dimusnahkan lokasinya sangat jauh harus  ditempuh dengan jalan kaki selama dua hari,  bertempat  Disela-sela pegunungan yang sulit di teteksi baik dari udara”.

Bang Carlie apa alasan mereka ( Para  Pelaku ) memproduksi dan mengedar ganja :

“ Kebanyakan alasan para Pelaku baik penanam maupun pengedar melakukan hal terlarang tersebut karena himpitan ekonomi. Hingga membuat mereka terpaksa menanam ganja”.

Apakah Bang carlie percaya mereka menanam ganja karena himpitan ekonomi :

“Saya tidak begitu yakin para pelaku menanam ganja dan mengedar ganja berani melakukan pekerjaan melawan hukum karena himpitan ekonomi.  Negeri Seribu Bukit ini cukup subur kita bisa melihat berbagai produk pertanian dan perkebunan yang memilki harga sangat menjanjikan dari pada tanaman ganja, seperti Cabe .bawang, tomat, jahe , kopi, kemiri, coklat, pisang, sere wangi dan nilam yang dapat di produksi oleh masyarakat.    Menanam ganja resikonya sangat tinggi selain keganasan alam liar dengan binatang buasnya, belum lagi ancaman hukuman yang sangat tinggi. Ini hanya akan menimbulkan kesengsaraan baik bagi diri sendiri,  keluarga dan juga bagi  orang lain”.

Jadi apa yang membuat mereka tertarik hingga nekad menanamdan mengedar  ganja keluar daerah : 

“ Ego mereka sangat tinggi, mereka bersenang-senang diatas penderitaan orang lain, mereka para pelaku mencari kesenangan dijalan yang pintas. Dengan menanam dan mengedar ganja keluar daerah, para pelaku  ingin mencari kesenangan di kota besar, bila berhasil mengelabuhi petugas mereka akan berhura-hura dari diskotik ke diskotik dari hotel ke hotel. In salah satu yang memicu mereka melakukan hal yang menyusahkan orang banyak “.

Menurut Bang Carlie Bagaimana cara efektive dalam  memusnahkan ganja dari Negeri Seribu Bukit ini :

“ Polres selama ini sudah melakukan dengan maskimal mulai dari  pemeriksaan  pada setiap perbatasan antar kabupaten. Melakukan penangkapan kepada para pengedar dan mencari  memusnahkan ladang –ldanga ganja yang ditemukan.     Kita mengajak seluruh element masyarakat mulai dari  stakeholder, penegak hukum,  penggiat anti narkotika, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, dan masyarakat lainya , harus komitmen saling bahu-membahu mengentaskan persoalan narkotika yang ada di kabupaten Gayo Lues. Kita harus sadar bahaya narkotika bagi masyarakat luas, bagi   generasi muda, bagi Bangsa dan Negara. Tampah kebersamaan  berbagai upaya untuk mencegah dan memberantas narkotika terutama jenis ganja yang ada di kabupaten Gayo lues tidak akan maksimal”.

Bang Carlie Apa upayah yang sudah dilakukan oleh jajaran dalam memusnahkan Penyalahgunaan dan peredaran ganja :

“ Upaya upayah yang kita lakukan selama bertugas di Polres Gayo Lues  yang pertama sosialisasi kepada masyarakat bahaya dampak dari narkotika dan penindakan terhadap para pelaku yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika serta melakukan pembinaan terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika yang telah menjalani hukuman”.

Harapannya apa   kepada masyarakat Gayo Lues sebagai salah-satu daerah penghasil ganja :

“ Kita  Pemerintah mengharapkan kepada seluruh elemen masyarakat agar dapat berpartisipasi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika khususnya di kabupaten Gayo Lues, serta mengharapkan kepada masyarakat agar memberikan sangsi sosial kepada para pelaku penyalahgunaan narkotika mulai dari tingkat Dusun, tingkat Desa dan seterusnya.”

 Sejauh ini sudah ada berapa kasus narkotika  yang ditangani :

“ Selama tahun 2021 kasus ganja yang berhasil  ditangani Polres Gayo Lues sebanyak 14 kasus. Dengan barang bukti  ganja yang berhasil  dimusnahkan sebanyak 463 Kg. Sementara ladang ganja yang ditemukan seluas  1 hektar

Dari Daerah mana saja ganja-ganja Gayo Lues  yang berhasil diamankan  :

“Barang bukti  ganja yang berhasil kita sita dan diamankan berasal dari beberapa lokasi dalam kabupaten Gayo Lues, Seperti desa  Agusen Kecamatan Blangkejeren, desa  Papelah Kecamatan Pining dan dari kecamatan Terangun. Tidak kemukinan ganja-ganja dari daerah lain di Kabupaten Gayo Lues”

Bang Carlie Apakah sudah ada pembinaan para pengedar dan penanam ganja : 

“Setiap kesempatan kita melakukan Sosialisasi kepada masyarakat baik secara tertulis melalui biner sepanduk baliho maupun secara langsung melalui himbauan dan pada pertemuan- pertemuan dengan masyarakat” .  Selain kepolsisian Ada instansi terkait lainnya yang memilki dukungan dana dan program dalam pengentasan narkobah di Gayo Lues, baik dalam membina pemberdayaan ekonomi terhadap masyarakat yang ada di dearah –daerah penghasil ganja dengan memberikan bantuan tanaman lain selain ganja”

Yang terakhir Bang Carlie apa  yang ingin disampaikan kepada generasi Mudah kita :

“ Kita berharap kepada para orang tua bisa mengawasi anaknya secara maksimal memberikan pendidikan agama yang baik agar dapat mengantisifasi pengaruh negative. Kepada generasi mudah bisa berfikir positive dan lebih cerdas lagi dalam menyikapi perkembangan   narkotika dilingkunganya, Melihat secara langsung bahaya yang diakibat  bagi pengguna narkoba. Jadikan sebagai contoh buruk dalam kehidupan kita agar kita menjadi generasi yang gemilang generasi emas bebas dari narkotika, hingga kita dapat meraih impian kita ”.

Terimakaksih Bang carlie atas waktunya :

“Sama-sama h Bang Yudi salam sehat selalu”

Akbp Carlie sebelum menjabat Kapolres Gayo Lues merupakan Danyon A Pelopor Brimob Polda Kepulauan Riau. Selama menjabat Kapolres Carlie sangat komitmen dalam pemberantasan pengedaran dan penyalahgunaan  Narkoba di kabupaten Gayo Lues. Sejak awal menjabat sebagai Kapolres,  Carlie langsung melakukan sosialisasi bahaya Narkotika bagai generasi muda kepada masyarakat khususnya di pedesaan yang sangat rawan sebagai sasaran pembodohan bagai para pengedar.

(Tim Baranews)

 

News Feed