oleh

Ini Penjelasan Kalak BPBD Bener Meriah Terkait Keberadaan Mobil Damkar

Bener Meriah Baranewsaceh.co |  Kalak BPBD Bener Meriah Abd Kadir, ST, melalui media Baranewsaceh.co menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan dalam penanganan dan pemadaman musibah kebakaran yang telah menghanguskan sejumlah ruko yang terjadi di pusat pasar Simpang tiga Redelong. Jumat (14/08).

Menurut Abd Kadir, saat ini BPBD Bener Meriah hanya memiliki 7 (tujuh) unit mobil pemadam kebakaran. Dari 7 unit mobil tersebut, 2 unit sudah tidak layak pakai dan sekarang posisinya sudah terparkir di belakang kantor BPBD Bener Meriah. Jikapun mobil tersebut di lakukan perbaikan tentu memerlukan biaya yang cukup besar. “Sebagai catatan ke 2 unit mobil Damkar tersebut merupakan hibah dari Pemda Aceh Tengah

Sedangkan 5 unit mobil damkar yang lainnya 3 unit dalam posisi rusak berat semenjak dua bulan terakhir dan saat ini membutuhkan perbaikan. Begitu juga dengan 2 unit lagi masih bisa di beroperasi, yakni mobil damkar posko pondok baru dan mobil damkar di posko utama.

Abd Kadir juga menyampaikan bahwa sebelumnya pihak BPBD Bener Meriah sudah mengajukan biaya perbaikan untuk ke 3 mobil damkar yang rusak, akan tetapi akibat refocusing anggaran untuk covid 19 semua terpaksa di tangguhkan.

Ia juga menyebutkan 2 unit mobil damkar yang masih bisa beroperasi, langsung di turunkan untuk memadamkan api saat musibah kebakaran berlangsung. Namun dalam perjalanannya, satu unit mobil tersebut mengalami masalah dengan mesinnya, sehingga Damkar Bener Meriah hanya menyisakan 1unit mobil damkar untuk melakukan pemadaman.

Atas situasi tersebut Kalak BPBD Bener Meriah Abd Kadir, ST menyampaikan permohonan maaf kepada para korban yang mengalami musibah kebakaran serta kepada seluruh masyarakat Bener Meriah. Kendati demikian Abd Kadir juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah personilnya yang masih tetap bekerja kendati dengan segala keterbatasan peralatan yang di miliki.

Kami menyadari kekecewaan masyarakat, akan tetapi inilah adanya dan inilah kondisi terakhir dari mobil pemadam kebakaran yang ada di Kabupaten Bener Meriah. Jelasnya.

Mengakhiri penjelasannya bersama sejumlah awak media di kantor BPBD Bener Meriah. Sabtu (15/08) Kalak BPBD Bener Meriah Abd Kadir juga berharap kedepan semoga ada pembaharuan dalam hal sarana dan prasarana di BPBD Bener Meriah, khususnya menyangkut jumlah mobil Damkar yang standar agar persoalan seperti ini tidak terulang kembali. Pintanya.

Sementara situasi terakhir di lokasi kejadian berdasarkan pantauan media ini hari ini Sabtu (15/08) Bupati Tgk Sarkawi bersama Kapolres AKBP Siswoyo Adi Wijaya, S.I.K, M.Si hadir dan meninjau langsung lokasi kebakaran. Selanjutnya Pemkab Bener Meriah juga telah menyalurkan bantuan masa panik kepada 25 Kepala Keluarga. Adapun masing masing bantuan tersebut berupa logistik dan uang tunai sejumlah Rp 2000.000 (dua juta rupiah).

Selanjutnya Pemkab Bener Meriah melalui Dinas Sosial juga telah mendirikan posko dapur umum, hal yang sama juga di lakukan oleh ibu ibu Bhayangkhari polres Bener Meriah, guna membantu para korban serta relawan yang sedang bekerja di lokasi kejadian.

Namun upaya pembersihan lokasi kebakaran juga terus di lakukan. Berikut dinas PUPR telah menurunkan alat berat dan begitu juga dengan dinas kebersihan juga menurunkan sejumlah armada angkutan kebersihan.

Sudut lain terlihat TNI/ Polri beserta sejumlah elemen masyarakat seperti Pemuda Pancasila (PP) Karang Taruna Tagana dan masyarakat setempat turut serta membersihkan puing puing bangunan dari sisa sisa kebakaran yang telah menghanguskan 19 ruko berikut 6 unit lainnya yang menjadi imbas. Sementara kerugian dari peristiwa ini mencapai miliaran rupiah.

Sementara itu menurut penuturan Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya, S.I.K, M.Si melalui Kapolsek Bukit Iptu Jufrizal menjelaskan. Hasil olah TKP bersama tim indetifikasi sat Reskrim polres Bener Meriah menyimpulkan bahwa penyebab utama terjadinya musibah kebakaran di duga karena arus pendek listrik. (Dani).

News Feed